Bahanya Gangguan Abortus Imminens Dalam Proses Kehamilan

ABORTUS IMMINENS – Pengertian abortus imminens adalah suatu gangguan atau masalah pada suatu kehamilan , hal itu ditandai dengan adanya pendarahan kecil sewaktu kehamilan masih berjalan selama 20 minggu atau dalam waktu 5 bulan. Hal ini terjadi ketika sebuah hasil konsepsi masih berada di dalam rahim dan leher rahim pun tidak terjadi akan pelebaran.

Abortus Imminens
pixabay.com

Jadi flek bercak darah tersebut  muncul di saat  janin masih dalam kandungan rahim. Masalah atau gangguan kehamilan ini, biasanya akan terasa nyeri di bagian perut dan dalam kasus yang sudah banyak terjadi, gangguan hal ini terjadi bersamaan dengan kontraksi otot pada rahim. Tapi tidak semua merasakan nyeri pada perut yang serupa dengan tadi.

Gangguuan kehamilan yang satu ini tidak menunjukkan bahwa kehamilan akan mengalami keguguran ataupun  sudah tidak bisa dilanjutkan lagi. Namun, gangguan ini hanya sekedar menjadi ancaman untuk kandungan. Artinya, proses kelanjutan kandungan masih bisa dipertahankan dan dilanjutkan dalam kondisi-kondisi tertentu. Tapi hal ini juga tidak bisa diremehkan.

Oleh karena itu, penting untuk kita ketahui penyebab, gejala dan penanganan serta yang bersangkutan dengan masalah kehamilan yang satu ini yaitu abortus imminens. Dari semua yang terdapat padanya,kita dapat mengetahui bahwa kandungan kehamilan apakah masih bisa dipertahankan dan  dilanjutkan atau tidak.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan tentang penyebab arbortus imminens ;

Penyebab Abortus Imminens

Trauma Penyebab Abortus Imminens
hellosehat.com

Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, yaitu pengertian abortus imminens, kita akan mempelajari dan mendalami penyebab akan terjadinya abortus imminens. Masalah kehamilan yang satu ini dapat kita hindari dengan mengetahui penyebab-penyebabnya, dan diantaranya sesering mungkin kita berkonsultasi kepada dokter.

Penyebab gangguan kehamilan ini sangat bervariasi dalam setiap kasusunya. Tapi tidak hanya karena satu sebab atau faktor munculnya gangguan ini. Adapun penyebab-penyebab abortus imminens antara lain adalah ;

  • Faktor Genetik.
  • Kelainan kromosom.
  • Faktor hormonal.
  • Rendahnya kekebalan tubuh (autoimun).
  • Terjadinya infeksi.
  • Kelainan pada plasenta.
  • Trauma

Dan masih banyak lagi penyebab-penyebab terjadinya dan munculnya arbutus imminens pada kehamilan. Jika gangguan arboutus pada kandungan sudah dikategorikan parah dan sudah tidak bisa diatasi lagi, bahkan mengancam keselamatan sang bunda dan sang buah hati, maka proses kehamilan tidak lagi dilanjutkan.

Adapun jika masih dipertahankan  sampai datangnya  persalinan, maka selain adanya berbagai treatment, terdapat pula resiko-resiko yang mungkin terjadi semisal bayi lahir dengan prematur, berat badan bayi cukup rendah, atau terjadi pendarahan antepartum, bahkan bisa jadi ketuban pecah dini hingga terjadi keguguran atau kematian janin.

Gejala Abortus Imminens

Gejala Arbotus Imminens
wijayarayaherbal.com

Gejala utama yang akan terjadi dalam gangguan abortus imminens berupa pendarahan. Pendarahan tersebut terjadi di saat kandungan masih dalam jangka waktu 20 minggu atau 5 bulan. Dan yang keluar dari pendarahan tersebut hanya darah, tidak disertai oleh adanya cairan ataupun bagian yang lain dari hasil sebuah konsepsi.

Namun, jika pendarahan tersebut dialami dengan rasa nyeri atau kram karena kontraksi pada rahim, kemungkinan masalah atau gangguan tersebut berkembang menjadi Abortus Insipens.

Pencegahan Abortus Imminens

Sering Konsultasi Pencegahan Abortus Imminens
id-blog.zenrooms.com

Bagi ibu hamil yang mengalami abortus imminens, yang mana gangguan tersebut sudah memiliki riwayat dan sudah sangat berisiko bagi kandungannya, sebaiknya melakukan langkah-langkah yang terdapat pada ulasan berikut ini ;

  • Konsultasi dan memeriksakan ke dokter secara rutin, serta menjalani test USG, supaya dengan cara tersebut bisa diketahui gejala kelainan yang terdapat pada kandungan. Dari hasil yang sudah diketahui, segera ditindak lanjuti agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau resiko yang besar.
  • Menjaga dan mempersiapkan proses kehamilan dengan sebaik-baiknya dan bagaimana mungkin agar kandungan tetap sehat. Yaitu dengan memenuhi asupan nutrisi bagi ibu hamil dan memperkuat daya tahan tubuh sang ibu hamil.
  • Menggurangi beban atau aktivitas yang berat sejak mulainya pra-kehamilan sampai terjadinya kehamilan
  • Ketenangan pikiran dengan istirahat yang cukup dan maksimal. Karena salah satu faktor penyebab munculnya abortus imminens adalah masalah pikiran atau psikologis, semisal trauma, rasa takut dan cemas yang sangat dan sebagainya. Untuk itu, sebisa mungkin ibu hamil terus tetap santai dan tenang. Dan juga saran serta dukungan orang terdekat sangat berperan dalam menciptakan keadaan yang kondusif.
  • Setiap kali meminum obat yang lain yaitu bukan resep dari dokter begitu juga makanan, sebaiknya kita konsultasikan terlebih dahulu.
  • Mencukupi dan menyempurnakan nutrisi serta vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Nah, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan oleh sang ibu hamil supaya terhindar dari abortus imminens yang sangat merugikan seseorang yang hamil.

Penanganan Abortus Imminens

USG Sebagai Penanganan Abortus Imminens
giftafterwaiting.files.wordpress.com

Langkah selanjutnya, kita harus mengetahui penanganan salah satu gangguan pada kehamilan yang disebut dengan abortus imminens. Di saat gejala abortus imminens terjadi, kurang lebih terdapat 2 perkara yang penting untuk dilakukan secepat mungkin.

Yaitu dengan memastikan penyebab terjadinya abortus imminens dengan melakukan cek USG kehamilan, dan langkah yang kedua tes laboratorium secara lengkap. Berikut ulasan penanganan arbutus imminens ;

Langkah Pertama

Jika sudah melalui pengecekan dan hasil yang didapat dari penyebab arbutus imminens ini tidak begitu parah atau masih dalam kategori ringan, maka proses kehamilan masih dapat dilanjutkan dan dipertahankan. Dan yang harus dilakukan oleh ibu hamil adalah bedrest secara total. Dan disarankan untuk menjalani rawat inap selama 2-3 hari.

Sangat tidak dianjurkan untuk berhubungan intim dengan suami selama menjalani proses kehamilan. Melainkan ibu hamil dihasung untuk melakukan mobilisasi secara bertahap dari duduk , lalu berjalan setelah sudah diyakini tidak akan terjadi pendarahan dalam waktu 24 jam ke depan.

Langkah Kedua

Langkah kedua yang harus dilakukan oleh ibu hamil yang terkena gangguan abortus imminens adalah mengonsumsi obat penguat rahim yang mengandung progesteron berjenis preparat hormonal. Karena kandungan yang terdapat progesteron sangat berperan dalam implatansi. Terlebih lagi dalam menyiapkan uterus, dan menjaga serta mempertahankan kandungan kehamilan.

Cara ini memang lebih berfungsi dalam mengurangi konstraksi uterus secara lebih cepat dibandingkan bedrest. Tapi berdasarkan catatan, bahwa berfungsi tidaknya obat yang dikonsumsi tergantung akan sebab dasarnya terjadi abortus imminens.

Langkah yang kedua ini, yaitu dengan pemberian obat baru bisa dilakukan setelah menjalani pemeriksaan. Dan pemberian obat ini, menurut ahli-ahli kandungan hanya dilakukan pada kondisi-kondisi yang khusus. Misalnya sang ibu hamil dipastikan bahwa tubuhnya mengalami kekurangan hormon progesteron. Nah, jika sudah pasti seperti hal yang satu ini, pemakaian obat mulai dianjurkan untuk mengonsumsinya.

Nah itulah penjelasan mengenai pengertian, penyebab, gejala , pencegahan beserta penanganan Abortus Imminens. Setidaknya dengan penjelasan  yang terdapat di atas bisa menggambarkan mengenai abortus imminens dan bagaimana penanganannya. Dan saran yang lebih diutamakan adalah sesering mungkin untuk berkonsultasi ke dokter serta menjaga kesehatan kandungan agar tidak terkena abortus imminens.