Pengertian ADHD Beserta Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

ADHD ADALAH – singkatan kata dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, ADHD gangguan jangka panjang yang menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. ADHD membuat penderitanya berubah menjadi impulsif, hiperaktif, serta sulit memusatkan perhatian. Keadaan ini dulunya dikenal dengan ADD atau Attention Deficit Disorder.

ADHD adalah kondisi yang bisa dialami pada anak-anak, remaja bahkan hingga pada orang dewasa. Namun gejalanya biasa akan mulai berkembang pada usia anak-anak dan berlanjut hingga dewasa. Diperkirakan terdapat terjadi 3 hingga 5 persen pada anak-anak atau usia anak sekolah mengalami keadaan seperti ini.

Tanpa adanya penanganan yang tepat, ADHD bisa menimbulkan konsekuensi yang serius, contohnya seperti mal-prestasi (under-achievement), sulit menjalin hubungan atau interaksi sosial, mengalami kegagalan di sekolah atau pekerjaan, rasa tidak percaya diri yang parah dan juga depresi kronis.

Gejala ADHD

ADHD
healthline.com

Sebagian gejala dalam perilaku yang dialami oleh penderita ADHD diantaranya susah konsentrasi diikuti munculnya perilaku hiperaktif dan impulsid. Gejala-gejala pada ADHD umumnya akan kelihatan sejak usia dini dan biasanya akan semakin kelihatan saat terjadi perubahan pada situasi di sekitar anak, misalnya saat belajar di sekolah.

Sebagian besar kasus ADHD terlihat pada usia 6-12 tahun. Anak-anak yang meengidap ADHD cenderung memiliki sifat rendah diri, susah berteman dan memiliki prestasi yang kurang baik. ADHD cenderung lebih sering terjadi dan mudah ditemui pada laki-laki dibandingkan perempuan.

Sebagian besar kasus ADHD terdeteksi pada usia 6 hingga 12 tahun. Anak-anak dengan ADHD cenderung rendah diri, sulit berteman, serta memiliki prestasi yang kurang memadai. Berikut penjelasan gejala pada ADHD:

Hiperaktif

ADHD
bisamandiri.com

Kelihatan seperti kelebihan energi, selalu bergerak aktif dan tidak mau diam. Tanda-tanda yang biasanya kelihatan adalah:

  • Susah untuk bermain dengan tenang
  • Sulit untuk berdiam diri, selalu menggeliat, gelisah, dan sering berdiri kembali saat duduk
  • Sering bergerak, seperti berlari atau memanjat pada sesuatu.
  • Susah disuruh duduk dengan tenang

Inattention atau bermasalah pada perhatian

ADHD
everydayhealth.com

Inattenrion adalah gangguan atau kesulitan dalam memperhatikan sesuatu. Gejala bisanya akan kelihatan diantaranya yaitu:

  • Sangat sulit untuk memusatkan perhatian
  • Kelihatan tidak mendengarkan saat orang lain  sedang berbicara kepadanya
  • Perhatiannya sangat mudah teralihkan oleh hal lain
  • Selalu membuat kesalahan karena kurang berhati-hati atau karena kurang memperhatikan
  • Susah untuk mengikuti arahan atau menyelesaikan tugas diberikan kepadanya
  • Sering melupakan atau mudah menghilangkan sesuatu
  • Memiliki kecenderungan untuk menggigau saat sedang tidur

Memiliki sifat Impulsif

ADHD
nyoozee.com

Penderita ADHD umunya mempunyai sifat impulsif atau bertindak tanpa berpikir sebelumnya (spontan). Gejala yang dapat kita kenali diantaranya:

  • Kesulitan atau tidak sabar untuk menunggu giliran
  • Menjawab pertanyaan sebelum pertanyaan yang belum selesai diajukan atau ia sebelum diberi kesempatan
  • Selalu menginterupsi orang lain
  • Bertindak impulsif tanpa memikirkan konsekuensinya atau akibatnya, seperti berlari di tengah acara formal, mengejar sesuatu yang berbahaya, dan sebagainya.

Selain dari ketiga poin diatas, kita juga dapat menjumpai beberapa gejala lain pada penderita ADHD diantaranya yaitu:

  • Melihatkan sikap yang suka menentang atau melanggar peraturan
  • Sulit untuk bersosialisasi dengan orang lain
  • Kurangnya rasa percaya pada diri sendiri
  • Kemampuan dalam mengorganisasi yang buruk
  • Cepat bosan dalam melakukan kegiatan
  • Mudah gelisah
  • Selalu terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Penyebab ADHD

ADHD
gakken-idn.id

Penyebab dari penyakit ADHD belum diketahui secara pasti, namun para peneliti memfokuskan objek penelitiannya terhadap kinerja dan perkembangan otak. Selain itu, terdapat tiga hsl yang dianggap mempengaruhi kondisi ADHD, diantaranya:

  • Faktor genetik/keturunan
    Sebagian besar penderita ADHD memperoleh kondisi seperti ini dari orang tuanya. ADHD memiliki kecenderungan yang besar terjadi pada keluarga/keturunan.
  • Ketidakseimbangan kimiawi pada otak
    Ketidakseimbangan pada otak (neutransmitter) menurut para ahli merupakan penyebab yang dapat mempengaruhi terjadinya perkembangan gejala ADHD.
  • Kinerja pada otak
    Pada area otak anak yang mengidap penyakit ADHD yang berfungsi sebagai pengontrol perhatian kelihatan tidak terlalu aktif dibandingkan dengan anak lainnya yang tidak mengidap ADHD.

Pengobatan dan Penanganan ADHD

ADHD
galuhhandayani.sch.id

Meskipun kondisi ini tidak dapat disembuhkan, tetapi terdapat beberapa tindakan atau penganganan untuk penderita ADHD. Pengobatan di sini bukan berarti tindakan atau strategi untuk membantu mengatasi gejala-gejala ADHD.

Hal ini bertujuan membantu penderita ADHD meningkatkan kemampuan dalam belajar atau bekerja, menigkatkan kemampuan sosial, meningkatkan rasa percaya diri pada anak, dan menjaga penderitanya terhadap tingkah laku yang menyebabkan fatal untuk diri sendiri.

Pengobatan untuk penderita ADHD bisa berupa terapi ataupun berupa obat-obatan. Obat-obatan yang biasanya diberikan oleh dokter berbentuk stimulan, yang berguna untuk mengontrol sikap hiperaktif dan impulsif terhadap anak, dan juga membantu meningkatkan fokus atau perhatian.

Melakukan tindakan seperti (psikoterapi) juga sudah umum diberikan kepada penderita ADHD. Terapi yang diberikan bisa dalam bentuk pelatihan khusus kemampuan sosial, modifikasi pada tingkah laku (behavior), dan juga terapi kognitif.

Orang tua dan keluarga biasanya akan memberikan pelatihan seperti pengenalan terhhadap ADHD, cara menghadapi gejala ADHD terhadap anak, pendekatan-pendekatan yang dipakai, ataupun berupa dukungan bagi orang tua yang mempunyai anak yang menderita ADHD.