Allopurinol adalah

Pengertian, Manfaat, Dosis, Efek Samping dan Interaksi Dari Obat Allopurinol

ALLOPURINOL ADALAH – Semakin bertambahnya usia maka daya tubuh juga ikut menurun. Salah satu penyakit yang sering terjadi adalah penyakit gout. Penyakit gout sendiri lebih dikenal dengan nama asam urat.

Penyakit gout ini menyebabkan gejala yang nyeri yang sangat kuat, terjadi rasa panas dalam persendian dan pembengkakan. Faktanya, seluruh sendi yang ada dalam tubuh kita bisa terkena asam urat ini, namun yang paling sering terkena asam urat adalah bagian sendi tangan, jari, lutut, pergelangan jari dan tangan.

Apakah penyakit asam urat ini bisa sembuh?

Pertanyaan diatas ini sering terdapat di kalangan masyarakat dan keluarga, karena penyakit ini sangat rawan menyerang siapa pun, terlebih lagi bagi kaum pria yang menginjak usia 30 tahun. Allopurinol bisa menjadi solusi untuk mengurangi dan mengobati penyakit gout.

Pengertian Allopurinol

Allopurinol adalah
health.clevelandclinic.org

Allopurinol adalah obat yang sangat berguna untuk mencegah serta mengobati penyakit gout atau asam urat. Allopurinol ini bisa menurunkan kada asam urat dalam darah. Kadar asam urat yang berlebihan dalam tubuh dapat memicu terjadinya penyakit lain seperti batu ginjal.

Cara kerja dari Allopurinol adalah dengan menghambat enzim xanthine oksidase, sehingga dapat mengurangi pembentukan asam urat serta dapat mencegah sintesis purin. Enzim xanthine oksidase sendiri adalah enzim yang melakukan oksidasi hypoxanthine dan xanthine.

Hal tersebut adalah serangkaian proses metabolisme purin dalam tubuh manusia yang menghasilkan asam urat. Allopurinol diproduksi dan dipasarkan dalam bentuk 100 mg dan 300 mg tablet atau kapsul.

Indikasi Allopurinol

Allopurinol adalah
demandstudios.com

Bagi sebagian orang Allopurinol adalah obat resep yang sudah tidak asing lagi. Berikut ini adalah manfaat dari Allopurinol;

  • Menegah penyakit asam urat atau gout serta mencegah pembentukan batu ginjal dengan menurunkan kadar asam urat yang tinggi.
  • Mengobati sindrom lisi tumor dalam kemoterapi, karena salah satu efek dari kemoterapi adalah hyperuricemia.
  • Mencegah peningkatan kadar asam urang pada pasien kaker yang menjalani kemoterapi.
  • Untuk terapi cedera iskemik feperfusi
  • Menangani infeksi akitbat protozoa (Leishmaniasis)
  • Allopurinol bisa juga digunakan untuk obat tambahan dalam pengobatan epilepsy refrakter. Obat ini dapat menghambat rilis glutamin dari excitarory neurons.

Kontraindikasi Allopurinol

Allopurinol adalah
ratgeberzentrale.de

Selian memiliki berbagai manfaat, terdapat juga pantangan-pantangan bagi para pasien tertentu. Berikut ini adalah kontraindikasi dari Allopurinol;

  • Allopurinol sangat tidak cocok untuk penyakit gout akut.
  • Jangan menggunakan Allopurinol untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif pada Allopurinol atau golongan obat xanthine oxidase.

Efek Samping Allopurinol

Setiap obat pasti memiliki efek samping, hal ini adalah sangat wajar sebagaimana obat medis pada biasanya. Efek samping ini terkadang jarang muncul atau bahkan pada beberapa kasus tidak ada sama sekali.

Efek samping dari Allopurinol dibagi kedalam 2 jenis, yaitu efek samping yang tergolong serius dan yang tergolong ringan.

Efek Samping Allopurinol yang Tergolong Ringan

Allopurinol adalah
assets.rbl.ms

Efek samping dari Allopurinol yang masih ringan ini tidak membutuhkan bantuan medis dengan segera. Berikut ini adalah efek samping dari Allopurinol;

  • Nyeri otot.
  • Adanya perubahan pada indera perasa.
  • Terasa sakit kepala dan mengantuk.
  • Mengalami muntah-muntah dan diare.

Efek Samping Allopurinol yang Tergolong Serius

Allopurinol adalah
health.harvard.edu

Efek samping dari Allopurinol yang tergolong serius harus mendapatkan penanganan dari dokter secepatnya. Berikut ini adalah efek samping dari Allopurinol;

  • Sangat mudah mengalami pendarahan yang berasal dari mulut, vagina dan dubur.
  • Terasa kesemutan, nyeri otot yang cukup parah serta mati rasa pada bagian tubuh.
  • Terjadinya gejala flu serta yang dibarengi dengan nyeri pada persendian.
  • Jarang buang air kecil atau bahkan tidak pernah.
  • Saat buang air kecil terasa nyeri serta terjadinya pendarahan.
  • Mengalami demam, sakit kepala yang disertai melepuh, sakit tenggoroakn, kulit yang memerah serta mengelupas.
  • Terasa mual dan perut bagian atas sangat nyeri. Hal ini menyebabkan hilangnya selera makan serta penurunan berat badan. Urin menjadi berwarna gelap serta kotoran menjadi seperti tanah liat.

Jika telah terjadi efek samping, maka segera lakukan pengobatan untuk mencegah hal yang lebih buruk lagi.

Dosis dan Cara Pemakaian Allopurinol

Allopurinol adalah
medicineinf.com

Ketika mengkonsumsi Allopurinol harus sesuai dengan resep dari dokter, bisa juga membaca aturan yang terdapat dalam kemasan Allopurinol. Allopurinol sangat baik dikonsumsi setelah makan dan minumlah air secukupnya ketika selesai mengkonsumsi obat ini.

Pengobatan dengan Allopurinol ini dilakukan secara jangka panjang untuk hasil yang efektif, biasanya pengobatan dilakukan selama dua hingga tiga bulan. Maka bagi para pasien sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi Allopurinol dengan batas yang telah dianjurkan oleh dokter.

Lakukanlah gaya hidup yang sehat agar efek dari Allopurinol bisa terlihat secapat cepat dan efektif. Kurangilah pola hidup yang kurang sehat karena akan menurunkan manfaat dari Allopurinol itu sendiri.

Berikut ini adalah dosis untuk para pasien yang membutuhkan Allopurinol;

Dosis Dewasa

Asam Urat Ringan

  • Dosis awal: 100 mg setiap hari, dapat ditingkatkan menjadi 200 mg hingga 300 mg.

Asam Urat Sedang dan Berat

  • Dosis awal: 100 mg setiap hari, dapat ditingkatkan menjadi 400 mg hingga 600 mg.

Dosis Pemeliharaan

  • Dosis minimum: 100 mg setiap hari, dosis maksimum 800 mg.
  • Hyperuricemia yang di induksi obat sitotoksik (obat kanker), mulai 1 hingga 2 hari sebelum kemoterapi;
  • Dosis awal oral; 600 mg hingga 800 mg (8 hingga 12 jam sehari)
  • Intravena (IV): 200 mg hingga 400 mg setiap hari. Tidak melebihi 600 mg/m² sehari. Dapat diberikan dalam infuse tunggal atau dalam dosis terbagi pada interval 12 jam (yang dimulai 1-2 hari sebelum kemoterapi).

Dosis Modifikasi Gangguan Ginjal

  • Bersihan Kreatinin (CrCl) 10 mL hingga 20 mL/menit : 200 mg setiap hari
  • Bersihan Kreatinin (CrCl) 3 ml hingga 10 mL/menit : 100 mg setiap hari
  • Bersihan Kreatinin (CrCl) < 3 mL/menit : 100 mg sehari.

Dosis Pediatrik (Anak-anak)

Hyperuricemia (Asam Urat tinggi )

  • Dosis awal : 10 mg / kgBB sehari (tiap 12 jam). Tidak melebihi 600 mg sehari hari

Hyperuricemia yang di induksi obat

Dosis Peroral

  • (< 6 tahun) : 150 mg sehari dibagi tiap 8 jam (6-10 tahun) : 300 mg sehari (dalam dosis tunggal atau dosis terbagi)
  • (>10 tahun) : 600-800 mg sehari (mulai 1-2 hari sebelum kemoterapi)
  • Intravena (IV) : Dosis awal : 200 mg / m2 sehari (mulai 1-2 hari sebelum kemoterapi).

Interaksi Obat Allopurinol

Allopurinol adalah
dietasetceteras.blogspot.co.id

Allopurinol memiliki interaksi dengan obat lain, diantaranya sebagai berikut :

  • Kurangi dosis azatriopin dan merkaptopurin menjadi seperempat dosis lazim, jika digunakan bersamaan dengan allopurinol.
  • Allopurinol memperpanjang waktu paruh antikoagulan, dicumarol dan kumarin. Waspadai kemungkinan perdarahan jika obat ini digunakan bersamaan.
  • Peningkatan frekuensi ruam kulit bisa terjadi saat digunakan bersamaan dengan ampicillin atau amoxicillin.
  • Allopurinol dapat meningkatkan konsentrasi teofilin, didanosin, dan siklosporin dalam plasma.
  • Resiko toksisitas captopril meningkat jika digunakan secara bersamaan dengan allopurinol, terutama bagi pasien yang menderita fungsi ginjal yang buruk.
  • Efek dan toksisitas obat sitotoksik akan meningkat jika dikonsumsi secara bersamaan dengan allopurinol.
  • Resiko hipersensitivitas akan meningkat jika allopurinol dikonsumsi secara bersamaan dengan tiazid dan diuretik lainnya, terutama bagi pasien yang menderita fungsi ginjal yang buruk.

Cara Menyimpan Allopurinol

Allopurinol adalah
china.cn

Allopurinol adalah obat yang sangat baik disimpan pada suhu ruangan serta dijauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang cukup lembab. Perhatikan instruksi yang ada dalam kemasan obat bagaimana tatacara penyimpanan yang baik. Hal yang paling penting adalah jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Jika masa berlaku obat ini sudah habis maka jangan buat secara sembarangan. Jangan sampai dengan membuat obat ini justru malah merusak limbah lokal. Konsultasikan cara pembuangan obat ini dengan aman dan bijaksana.

Leave a Comment