Dosis Amlodipine

Amlodipin Adalah Obat Antihipertensi, Ketahui Aturan Pakainya!

AMLODIPIN – Amlodipin adalah obat penyekat kanal kalsium generasi baru yang dikenal luas sebagai obat antihipertensi dan paling kerap diresepkan. Obat ini bekerja dengan cara mengendurkan pembuluh darah. Bersama-sama diltiazem, amlodipin juga bermanfaat meredakan keluhan sakit dada akibat penyempitan pembuluh koroner

Efek samping dari pemakaian amlodipin yang paling sering dijumpai adalah bengkak pada tungkai. Obat ini tersedia dalam dosis 5 mg dan 10 mg. Tersedia juga pil kombinasi amlodipin dan obat penyekat reseptor angiotensin. Amlodipin dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Tentang Amlodipin

Tentang obat amlodipin
youtube.com

Berdasarkan struktur kimianya, Amlodipin merupakan antagonis kalsium golongan dihidropiridin (antagonos ion kalsium) yang menghambat inflluks (masuknya) ion kalsium melalui membran ke dalam otot polos vascular dan otot. Amlodipin absorbsinya lambat, efeknya lebih lama, waktu paruh plasma 35 sampai 50 jam, serta efek dan kadar dalam plasma meningkat selama 7-10 hari terapi.

Amlodipin menghasilkan vasodilatasi arteri perifer dan dlatasi koroner yang profil hemodinamiknya. Namun amlodipin menyebabkan takikardi refleks mungkin karena waktu paruhnya yang lama menyebabkan puncak minimum dalam konsentrasi plasma.

Efek Antihipertensi Amlodipin

Efek Antihipertensi Amlodipin
perbidkes.com

Efek antihipertensi amlodipin adalah dengan bekerja langsung sebagai vasodilator arteriperifer yang dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah yang terjadi selama 24 jam. Onset kerja amlodipin adalah perlahan-lahan, sehingga tidak menyebabkan terjadinya hipotensi akut. Efek antiangina amlodipin adalah melalui dilatasi arteriol perifer sehingga dapat menurunkan resistensi perifer tota (afterload)

Frekuensi denyut jantung tidak dipengaruhi oleh amlodipin, penurunan kebutuhan oksigen terjadi akibat pengurangan beban jantung bisa mengakibatkan miokardial serta kebutuhan energi.

Amlodipin menyebabkan dilatasi arteri, baik pada keadaan oksigenisasi normal maupun keadaan iskemia. Pada pasien angina, dosis amlodipin satu kali sehari dapat meningkatkan waktu latihan, waktu timbulnya nagina, waktu timbulnya depresi segmen ST dan menurunkan frekuensi serangan angina serta penggunaan tablet nitrogliserin.

Amlodipin tidak menimbulkan perubahan kadar lemak plasma dan dapat digunakan pada pasien asma, diabetes serta gout.

Amlodipin (derivate dihidropiridin) efektif dalam menurunkan tekanan darah. Perbedaan hemidinamik di antara penghambatan kanal kalsium bisa mempengaruhi obat tertentu. Aktivitas reflex simpatis dengan takikardi ringan akan mempertahankan atau meningkatkan curah jantung.

Efek Samping Amlodipin

Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan amlodipin di antaranya adalah pusing, nyeri kepala, rasa panas di muka dan terutama pada derivat-piridin dan udema pergelangan kaki (akibat vasodilatasi perifer). Pada umumnya, efek samping ini bersifat sementara.

Dosis Amlodipine

Dosis Amlodipine
tokopedia.com

Amlodipine di apotek tersedia dalam bentuk tablet, kaplet, atau kapsul dengan komposisi 5 mg dan 10 mg. Adapun dosis amlodipine yang dianjurkan adalah; 2.5 mg satu kali sehari dosis awal pengobatan, kemudian bisa ditingkatkan menjadi 5 mg satu kali sehari dosis,10 mg satu kali sehari adalah dosis maksimumnya.

Hipertensi dan angina: Dosis Lazim adalah 5 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan sampai maksimum 7,5 mg/hari tergantung respons penderita secara individual.

Hipertensi: Dosis awal dapat dimulai dengan 2,5mg. Penyesuaian dosis amlodipin tidak ada jika diberikan bersamaan dengan diuretik penyekat beta, thiazida atau inhibitor angiotensin converting enrp.

Overdosis: Meski belum ada penelitian yang membahas mengenai overdosis amlodipin, namun dari data yang ada membuktikan bahwa overdosis bisa mengakibatkan vasodilatasi perifer yang berlebihan dengan tanda selanjutnya berupa hipotensi sistemik yang lebihlama.

Dukungan kardiovaskular aktif termasuk pemantauan fungsi pernafasan dan jantung, peninggian anggota badan, dan perhatian terhadap volume cairan sirkulasi dan pengeluaran urin diperlukan untuk hipotensi yang bermakna secara klinik karena overdosis amlodipin

Bahan vasokonstriktor dapat membantu memulihkan tegangan vaskular dan tekanan.darah; diberikan bila tidak ada kontra indikasi terhadap penggunaannya.Karena amlodipin sebagian besar terikat protein, dialisis tidak menguntungkan. Pada beberapa kasus, pencucian lambung dapat membantu menurunkan laju absorpsi amlodipin. Aturan Mengomsumsi Amlodipin yang Benar

Cara Penggunaan Amlodipin yang Benar

Cara Penggunaan Amlodipin yang Benar
hellosehat.com

Untuk  memaksimalisasi efeknya dan menghindari menghindari over dosis, tentukan waktu yang sama tiap hari untuk meminum obat ini. Pastikan ada jarak yang cukup antara satu dosis dengan dosis penggunaan berikutnya.

Penggunaan amlodipin sebaiknya dibarengi dengan pemeriksaan secara berkala ke dokter agar dapat memantau kondisi Anda selama mengonsumsi obat ini.

Minumlah amlodipine dengan air, sebelum ataupun setelah makan. Kalau Anda tidak sengaja lupa meminum amlodipine, dihimbau untuk segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis mengonsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Tidak diperkenankan mengganti dosis obat  yang terlewat dengan cara menggandakan dosis pada jadwal berikutnya.

Obat ini tidak akan menyembuhkan hipertensi, tapi membantu mengendalikannya dan mencegah penyakit lain seperti gagal jantung dan gangguan pada ginjal.

Kontraindikasi Obat Amlodipin

Kontraindikasi Obat Amlodipin
tintahijau.com

Amlodipine tidak dapat digunakan pada beberapa keadaan berikut : penderita yang memiliki riwayat hipersensitif atau riwayat alergi terhadap amlodipin atau calcium channel blockers lain. penderita yang mengalami syok kardiogenik, stenosis aorta, atau angina pektoris yang tidak stabil. penderita yang tekanan darah rendah yaitu kurag dari 90/60 mmHg). penderita yang sedang hamil dan menyusui.

Mekanisme kerja obat amlodipin dalam meringankan angina belum diketahui sepenuhnya, namun amlodipin memperkecil iskemia total dengan 2 cara, yaitu:

1. Menyebabkan dilatasi arteriola perifer menyebabkan mengecilkan tahanan perifer total (afterload) terhadap kerja jantung. Karena tidak menimbulkan refleks takikardia, maka konsumsi energi dan kebutuhan oksigen miokard menurun. Hal ini
dapat meningkatkan efektivitas amlodipin terhadap iskemia miokard.

2. Dapat menyebabkan pembesaran arteri koroner utama dan arteriola koroner, baik pada keadaan normal maupun iskemia. Dilatasi ini mengakibatkan naiknya penyampaian oksigen miokardial pada pasien dengan spasmearteri koroner (angina Prinzmetal/angina varian).

Setelah pemberian dosis terapeutik secara oral, amlodipin diabsorpsi dengan baik dan kadar puncak dalam plasma tercapai 6 sampai 12 jam setelah pemberian.

Pemberian dosis kepada penderita hipertensi sekali sehari dapat penurunan tekanan darah yang bermakna secara klinis, baik pada posisi telentang maupun berdiri setelah interval 24 jam. Karena mula kerja yang lambat maka tidak terjadi hipotensi akut setelah pemberian amlodipin.

Pemberian dosis satu kali sehari pada penderita angina akan meningkatkan waktu exercise total dan menurunkan frekuensi serangan. Amlodipin tidak mempengaruhi efek metabolit atau perubahan-perubahan lemak dalam plasma.

***

Amlodipin adalah obat yang sering diresepkan di Indonesia, olehnya itu sangat penting untuk diketahui penggunaannya secara tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment