Amonium Klorida, Obat Ampuh Penghilang Batuk Berdahak

AMONIUM KLORIDA – Amonium klorida biasanya dijadikan sebagai bahan untuk ekspektoran yang terkandung dalam obat batuk. Amonium klorida mempunyai rumus kimia NH4Cl. Artinya, terkandung dari 1 atom nitrogen, 1 atom hidrogen, dan 4 atom klorida.

Artikel ini akan membahas bahan ekspektoran tersebut mulai dari pengertian, manfaat, hingga efek samping amonium klorida. Berikut ini sehat afiat akan membahasnya.

Pengertian Amonium Klorida

Pengertian Amonium Klorida
chloridesindia.com

Amonium klorida adalah salah satu senyawa yang berasal dari pegunungan vulkanik dan terbentuk secara alami. Senyawa ini juga dapat dibentuk menggunakan cara sintetis dengan memanfaatkan gelembung gas amonia.

Ciri-ciri ammonium cloride adalah berbentuk serbuk berwarna putih. Senyawa ini jarang digunakan sendiri sebagai ekspektoran. Akan tetapi biasanya digunakan untuk campuran dengan ekspektoran atau antitusif lain.

Manfaat utama dari ammunium cloride adalah untuk mengencerkan dahak. Biasanya digunakan untuk menyembuhkan penderita flu dan batuk. Obat yang termasuk ekspektoran ini dapat digunakan oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Manfaat Amonium Klorida

Manfaat Amonium Klorida
penyakit.id

Senyawa sejenis ammonium cloride berfungsi untuk ekspektoran. Biasanya senyawa ini digunakan untuk obat dalam bentuk cair. Cara kerja amonium klorida adalah dengan cara merangsang aktivitas di dalam tubuh supaya menghasilkan banyak sekresi dan dehidrasi.

Hal ini menyebabkan hasil sekresi menjadi lebih bersih. Sehingga saluran pada tenggorokan dapat berfungsi secara lebih baik, dan dahak yang ada di tenggorokan bisa berkurang.

Ammonium cloride menjadi salah satu kandungan pada obat pengencer dahak yang paling banyak digunakan. Senyawa tersebut sangat mudah dicerna oleh tubuh, sehingga mudah diproses dan dikeluarkan kembali melalui sistem eksresi.

Amonium klorida mempunyai fungsi utama ketika masuk ke dalam tubuh, yaitu menghasilkan lebih banyak urine. Hal ini disebabkan kandungan amonium yang larut akan memproduksi ion klorida dan ion amonium.

Kedua senyawa tersebut biasa disebut juga amonia yang berarti urine. Jadi, jangan heran kalau kalian mengkonsumsi obat ekspektoran setelah itu kalian sering keluar masuk kamar mandi. Hal itu merupakan salah satu efek dari penggunaan obat jenis ini.

Selain untuk obat ekspektoran (penghilang dahak), amonium klorida juga biasa digunakan untuk larutan infus intravena. Aturan baku dalam penggunaan amonium cloride untuk larutan infus adalah dilarutkan terlebih dahulu, konsentrasi akhir antara 1-2%, dan laju infus IV tidak lebih dari 5 ml / menit.

Efek Samping Amonium Klorida

Efek Samping Amonium Klorida
pusatbabe.blogspot.com

Sejauh ini, amonium klorida sebenarnya merupakan kandungan obat yang sangat aman. Belum ada kasus tentang keracunan atau efek samping parah dari penggunaan ekspektoran. Akan tetapi, selalu ada efek samping di setiap obat pada umumnya.

Selain manfaatnya, ammonium cloride juga mempunyai beberapa efek samping jika dikonsumsi. Efek samping tersebut biasanya terjadi karena tubuh perlu menyesuaikan terhadap kandungan yang terdapat di dalam obat.

Jika sudah terbiasa, maka gejala efek samping tersebut akan hilang dengan sendirinya. Berikut ini beberapa efek samping yang ditimbulkan jika mengkonsumsi amonium klorida ekspektoran:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Mual dan muntah

Selain untuk ekspektoran, amonium klorida juga biasa digunakan sebagai salah satu senyawa campuran infus. Berikut ini efek samping yang terjadi jika ammonium cloride untuk campuranĀ infus:

  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Hiperventilasi
  • Kebingungan mental
  • Bradikardia hingga koma
  • Rasa sakit serta iritasi pada lokasi injeksi
  • Rasa sakit di sepanjang rute vena diakibatkan jika laju infus terlalu cepat

Orang yang Tidak Boleh Mengkonsumsi Amonium Klorida

Amonium Klorida
tokopedia.com

Sebagaimana obat pada umumnya, terkadang ada beberapa kelompok orang yang tidak boleh meminum obat tertentu. Alasannya karena kondisi tubuh orang tersebut tidak sesuai dengan karakteristik obat.

Berikut ini orang-orang yang tidak boleh mengkonsumsi obat yang mengandung ammonium cloride:

  • Penderita gangguan hati
  • Penderita glaukoma, asma, dan hipertrofi prostat
  • Wanita yang mencoba untuk segera hamil, wanita hamil, dan wanita menyusui
  • Penderita retensi urine dan dan glaukoma sudut tertutup
  • Memiliki gangguan ginjal

Penggunaan Amonium Klorida

Penggunaan Amonium Klorida
robotbambu.com

Dosis amonium klorida yang tepat bagi orang dewasa adalah 3.000 mg (5 ml). Akan tetapi dosis ini akan berbeda tergantung jenis obat dan kondisi sakit yang di derita pasien.

Dalam penggunaan ekspektoran, usahakan agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya gejala efek samping dan resiko terganggunya keseimbangan tubuh.

Ekspektoran jenis amonium ini juga menyebabkan kantuk dan berkurangnya respon tubuh. Sehingga disarankan bagi pengguna obat ini untuk tidak berkendara atau mengoperasikan mesin berat.

Rentang waktu konsumsi amonium klorida adalah 2-4 untuk dewasa. Rentang waktu ini perlu dijaga agar obat diminum tepat waktu. jika terlambat meminum obat, maka harus disegerakan untuk menjaga jarak interval waktu mengkonsumsi obat.

Jika lupa mengkonsumsi pada satu waktu, maka tidak dianjurkan untuk mengganti jatah konsumsi obat pada waktu berikutnya. Hal ini akan menyebabkan over dosis.

Dengan kata lain, jika anda tidak mengkonsumsi obat pada pagi hari, maka pada waktu berikutnya cukup mengkonsumsi untuk dosis 1 kali minum. Jangan sampai dosisnya dikali 2 dengan alasan mengganti dosis yang terlewat.

***

Itulah penjelasan lengkap tentang amonium klorida yang perlu kalian ketahui. Jangan lupa baca artikel sehat afiat lainnya untuk menambah wawasan kalian.