Amoxsan

Amoxan : Macam-macam, Dosis, dan Efek Sampingnya

AMOXAN – merupakan obat antibiotik ber-merk yang memiliki kandungan Amoksilin. Antibiotik ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi keadaan infeksi, seperti infeksi pada sistem pencernaan, infeksi saluran pernafasan, saluran kemih, jaringan lunak dan kuli.

Artikel ini akan memberikan informasi mengenai apa itu amoxan beserta informasi penting lainnya.

Macam-macam Amoxan

Amoxsan
pricearea.com

Amoxan atau yang lebih dikenal dengan Amoxsan adalah sebuah merk, maka pembahasan kali ini akan fokus pada zat aktif yang dikandungnya, yaitu amoksilin. Amoksilin adalah salah satu jenis antibiotik yang termasuk ke dalam golongan beta laktam, sama dengan penisilin, karena memang sama-sama termasuk ke golongan penisillinum.

Dalam aktifitas membasmi bakteri, Amoksilin yang dikandung amoxan memiliki efek bakterisidal dengan menghambat pembentukan atau sintesis dinding sel bakteri. Dengan beitu maka terjadilah kebocoran komponen-komponen intrasel pada bakteri sehingga sel menjadi rusak dan mati.

Dengan mekanisme kerja seperti ini, Amoksilin mempunyai berspektrum kerja yang luas, yaitu aktif pada bakteri gram negatif dan juga positif. Amoxan dipasarkan dengan berbagai macam kemasan dan bentuk, diantaranya sebagai berikut:

  • Amoxsan kapsul 500mg
  • Amoxsan kapsul 250mg
  • Amoxsan tablet dispersibel 250mg
  • Amoxsan sirup 125mg/5ml
  • Amoxsan sirup forte 250mg/5ml
  • Amoxsan tetes pedriatik 100mg/ml
  • Amoxsan injeksi atau suntikan dalam bentuk vial dan ampul.

Tanda-tanda Diperlukannya Amoxan

Amoxsan
cauchymurtopo.wordpress.com

Obat Amoxan bisa digunakan pada beberapa keadaan seperti berikut:

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Ditandai oleh rasa panas atau nyeri ketika buang air, dorongan ingin buang air secara terus menerus (anyang-anyangan), nyeri pada bagian bawah pusar, demam dan sebagainya. Infeksi saluran kemih ini disebabkan oleh Escherichia coli, Proteus mirabilis atau Enterococus faecalis

2. Infeksi pada jaringan lunak dan kulit

Contohnya pada bisul, pioderma, atau selulitis lain yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan, serupa Streptococcus spp., Staphylococcus spp, atau E. coli.

3. Infeksi pada saluran pernapasan atas

Contohnya faringitis atau radang tenggorokan dan tonsilitis.

4. Infeksi pada saluran pernapasan bawah

Contohnya pada penyakit oneumonia yang disebabkan oleh bakteri-bakteri yang bersifat sensitif seperti Streptococcus spp., S. pneumoniae, Staphylococcus spp., atau H. Influenzae.

5. Infeksi Helicobacter pylori

Seperti terapi kombinasi, triple therapy dengan Klaritromisin dan Lansoprazole untuk memusnahkan bakteri Helicobacter Pylori penyebab tukak lambung dan tukak Duodenum.

6. Terapi ganda untuk H. Pylori dengan bersama Lansiprazole.

Dalam kombinasi ini digunakan kapsul Lansoprazole delayed-release, diindikasikan guna pengobatan pasien dengan infeksi H. Pylori dan penyakit ulkus duodenum untuk mereka yang alergi atau juga intoleran pada klaritromisin.

7. Pencegahan Endokarditis

Peradangan pada lapisan permukaan otot jantung yang disebabkan oleh bakteri, terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi misalkan selama perawatan gigi.

Dosis Amoxan

menyembuhkan alter ego
foxnews.com

Obat amoxan di apotik tersedia dalam bentuk yang bermacam diantaranya seperti kapsul 500mg, kapsul 250mg, dispertab 250mg, sirup 125mg/5ml. sirup 250mg/5ml, tetes 100mg/ml, Amoksilin vial 1000 mg. Adapun dosis amoxan yang dianjurkan yaitu:

  • Dosis untuk orang dewasa dan anak 20 kg atau lebih adalah 250 – 500 mg setiap 8 jam sekali
  • Dosis untuk anak 8 kg atau lebih adalah sirup 125 – 250 mg setiap 8 jam sekali.
  • Dosis amoxan drop atau sirup untuk bayi dengan berat badan < 6 kg : 0.50 ml – 1.0 ml setiap 8 jam.

Untuk pasien yang memiliki gangguan fungsi ginjal, harus dilakukan monitor kadar obat dalam plasma dan urine secara berkala.

Efek Samping Amoxan

penyebab alter ego
huffingtonpost.com

Beberapa efek samping yang pernah dilaporkan oleh konsumen antara lain :

  • Mual, sakit perut, diare, muntah.
  • Gatal atau keluarnya suatu cairan dari vagina.
  • Sakit kepala ringan.
  • Bengkak atau lidah berwarna kehitaman.

Dapatkan bantuan medis darurat apabila Anda mengalami salah satu tanda-tanda reaksi alergi terhadap abat ini, seperti susauh bernafas, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan.

Hubungi dokter apabila mengalami efek samping berat seperti berikut:

  • Diare yang berari dan berdarah.
  • Mengalami demam, luka mulut yang menyakitkan, gusi bengkak, sakit saat menelan, luka kulit, gejala pilek atau flu, batuk, susah bernapas.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, ruam atau gatal-gatal, nyeri pada sendi, atau perasaan sakit yang umum.
  • Pucat atau menguningnya mata, kulit menguning, urine berwarna gelap, kebingungan atau kelemahan, demam.
  • Mati rasa, kesemutan, kelemahan parah pada otot.
  • Mudah memar, pendarahan di hidung yang tidak biasa, mulut, vagina, anus, bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit.
  • Reaksi parah pada kulit – demam, sakit tenggorokan, pembengkakan pada wajah atau lidah, mata terasa terbakar, sakit kulit disertai ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama pada wajah atau tubuh bagian atas).

Walaupun begitu, reaksi berat akibat penggunaan amoxan sangat jarang terjadi.

Informasi Keamanan

12 saraf kranial
curata.com

1. Hati-hati terhadap penggungaan amoxan pada penderita fungsi hati dan gangguan fungsi ginjal terutama pada pemakaian obat dalam jangka waktu yang lama.

2. Penggunaan obat pada penderita gangguan fungsi hati dan fungsi ginjal harus dilakukan monitor kadar obat dalam plasma dan urin.

3. Hentikan penggunaan obat jika terjadi super infeksi yang berarti bahwa terjadinya infeksi yang menyebabkan infeksi awal. Padahal infeksi awal sudah sembuh. Hal ini sering terjadipada organ saluran cerna.

4. Komponen obat ini diekresikan dengan air susu ibu (ASI), maka dari itu harus berhati-hati jika digunakan pada ibu menyusui. Dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kesehatan bayi.

5. Saat efek samping berat ataupun reaksi alergi berat, maka harus segera menghentikan pengobatan dan segera menghubungi layanan darurat. Hal ini dikhawatirkan karena reaksi hipersensivitas bisa menimbulkan syok anafilaktik yang berakibat fatal.

6. Hati-hati apabila menggunakan obat ini secara bersamaan dengan probenesid, karena dapat meningkatkan kadar amoxicillin dalam darah.

7. Penggunaan bersama dengan obat asam urat allpurinol akan menaikkan potensi terjadinya ruam pada kulit.

8. Penggunaan amoxan bersamaan denga antibiotik golongan kloramfenikol, makrolid, sulfonamid, dan tetrasiklin diketahui bisa menurunkan fungsi kerja dari amoxsillin.

Leave a Comment