Obat Analtram Sebagai Pereda Rasa Nyeri Beserta Indikasi dan Efek Sampingnya

ANALTRAM Analtram nerupakan obat yang berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri dari tingkat sedang sampai berat. Komposisi analtram terdiri dari kombinasi tramadol, obat yang termasuk analgetik opioid, dengan paracetamol, obat yang berguna sebagai analagetic sekaligus antipiretik.

Obat ini diproduksi oleh PT. Lapi Laboratories, merupakan kepanjangan dari Laboratorium Alergen Pertama Indonesia (Indonesia First Allergen Laboratories) yang berdiri sejak 1974. Sebelum mengonsumsi obat ini, konsultasi dahulu  dengan dokter Anda karena analtram termasuk obat dengan resep dokter.

Obat analtram dijual di pasaran dalam bentuk tablet  yang dikemas dalam film coated tablet. Setiap kardus analtram terdiri dari 3 setrip dan setiap setrip berisi 10 tablet. Setiap tablet obat analtram  mengandung zat aktif tramadol (37,5 mg) dan paracetamol (325 mg).

Indikasi Obat Analtram

analtram
radiusmedica.com

Obat yang memiliki kandungan tramadol dan paracetamol ini memiliki beberapa indikasi. Agar obat dapat bekerja dengan baik, bacalah petunjuk pemakaian atau turuti resep dari dokter sebelum mengonsumsinya.

  1. Meredakan nyeri sedang hingga berat, baik itu nyeri akut maupun kronis seperti nyeri yang muncul setelah melakukan operasi.
  2. Mengatasi rasa sakit ketika melakukan tindakan diagnostik atau terapeutik.
  3. The European League Against Rheumatism merekomendasikan penggunaan tramadol untuk mengobati penyakit fibromyalgia, suatu keadaan dimana pasien mengalami nyeri hampir di seluruh tubuh. Rasa nyeri menjadi bertambah sakit jika ditekan pada bagian tubuh.

Kontra Indikasi Obat Analtram

Pembagian Tubuh Manusia
kellianderson.com

Setiap obat pasti bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh jika tidak dikonsumsi sesuai aturan. Agar tidak menyebabkan gangguan pada tubuh, ada baiknya Anda memperhatikan kontra indikasi dari obat analtram berikut ini.

  1. Dilarang memberikan obat ini kepada pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif pada tramadol atau opioid analgetic lainnya.
  2. Dilarang memberikan analtram pada pasien yang mempunyai riwayat hipersensitif pada paracetamol.
  3. Dilarang memberikan obat ini pada penderita yang sedang diterapi dengan obat-obat monoamine oxidase (MAO) inhibitors, obat-obat yang berefek hipnotik dan sedatif, analgetik yang berpengaruh pada sistem saraf pusat, dan obat lain yang termasuk golongan opioid.
  4. Obat ini disarankan dikonsumsi oleh pecandu alkohol berat.
  5. Juga tidak dianjurkan untuk diberikan kepada penderita depresi pernapasan yang signifikan.
  6. Obat ini juga kontra indikasi pada pengidap penyakit asma akut atau asma bronkial berat.

Efek Samping Obat Analtram

APA ITU SINUSITIS
autoimuncare.com

Obat analtram ini juga memiliki beberapa efek samping. Jika Anda merasakan beberapa efek samping di bawah ini dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter dan menghentikan pemakaiannya. Efek samping analtram ada yang tergolong ringan dan ada juga yang berat.

Agar tidak semakin berbahaya bagi tubuh segera berhenti menggunakan obat ini bila mengalami efek samping ringan. Berikut beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan akibat penggunaan analtram.

  1. Efek sampingnya adalah mual, muntah, pusing, rasa kantuk, rasa lelah, sakit kepala, berkeringat, pruritis, kulit kemerahan, mulut kering, dispepsia dan sembelit.
  2. Walaupun tramadol bekerja dengan cara mengikat secara stereospesifik reseptor µ-opioid pada sistem saraf pusat, efek samping seperti rasa ketergantungan pada obat sampai sekarang relatif jarang terjadi.
  3. Obat yang tersusun atas paracetamol bisa mengakibatkan kerusakan hati apalagi jika penggunaannya melebihi dosis yang dianjurkan, dan pasien adalah pengguna sering mengonsumsi alkohol.
  4. Efek samping pada ginjal memiliki kemungkinan yang sangat kecil. Akan tetapi pada pemakaian jangka panjang, paracetamol bisa meningkatkan resiko kerusakan ginjal termasuk gagal ginjal akut.
  5. Pada tahun 2013, FDA (US Food and Drug Administration) memberikan peringatan peluang terjadinya efek samping pada kulit seperti sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal toksik yang disebabkan oleh penggunaan obat yang mengandung paracetamol, walaupun kasusnya  sangat jarang namun akibatnya bisa fatal bila terjadi.
  6. Reaksi hipersensitivitas disebabkan pemakaian analtram mungkin pernah terjadi namun jarang. Apabila terjadi, bisa menimbulkan syok anafilaksis yang bisa berakibat fatal.

Peringatan Sebelum Mengosumsi Analtram

peringatan
pixabay.com

Berikut beberapa peringatan yang harus diperhatikan oleh pasien bila ingin menggunakan analtram.

  1. Walaupun kemungkinan terjadinya ketergantungan relatif kecil, mengonsumsi obat-obat yang mengandung tramadol dalam jangka panjang ada baiknya dihindari. Dokter sebisa mungkin akan mengontrol penggunaan obat sesuai dengan kebutuhan pasien.
  2. Selalu turuti dosis dan durasi yang dianjurkan oleh dokter. Penghentian penggunaan obat bisa menyebabkan timbulnya withdrawal sindrom.
  3. Apabila digunakan secara bersamaan dengan obat depresan sistem saraf pusat lain, seperti NSAID, atau jika dikonsumsi dengan dosis berlebihan bisa mengakibatkan penurunan fungsi paru-paru.
  4. Pada beberapa penelitian belum dijumpai efek buruk yang terjadi pada bayi, walaupun sebagian kecil obat ini terkandung dalam ASI. Walaupun begitu, perlu diperhatikan juga efek buruk yang ditimbulkan oleh tramadol, karena itu penggunaan selama masa menyusui sebaiknya dihindari.
  5. Obat ini bisa menimbulkan pusing dan mengantuk, termasuk mengurangi refleks penderita, oleh karena itu selama mengonsumsi obat ini jangan mengemudikan kendaraan atau menyalakan mesin.
  6. Keamanan dan efektivitas tramadol untuk anak usia kurang dari 17 tahun belum bisa dipastikan.
  7. Pemakaian analtram harus distop bila muncul gejala-gejala awal reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, atau pucat karena jika terjadi bisa berbahaya.
  8. Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang menderita penyakit asma.
  9. Meskipun efek paracetamol terhadap perdarahan lambung relatif lebih kecil dibandingkan obat-obat golongan NSAID, sebaiknya obat ini dikonsumsi setelah makan.

Demikian penjelasan mengenai indikasi, kontra indikasi, efek samping, dan peringatan sebelum mengonsumsi obat analtram. Agar mencegah resiko yang lebih besar ketika obat ini, sebaiknya perlu diperhatikan dengan benar anjuran dan aturan pemakaian obat. Semoga bisa bermanfaat, salam.