anatomi hidung

Anatomi Hidung Manusia Beserta Fungsinya

ANATOMI HIDUNG – Hidung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang mempunyai 2 fungsi yang berjalan secara bersamaan, yaitu sebagai indra penciuman dan pernafasan.  Untuk menjalankan fungsinya, hidung dilengkapi dengan beragam bagian-bagian penting disebut anatomi hidung.

Anatomi Hidung Luar

anatomi hidung
kidungkawan.blogspot.com

Hidung luar berbentuk pyramid yang dilengkapi dengan bagian-bagian penting antara lain:

  • Ala nasi.
  • Dorsum nasi.
  • Lubang hidung.
  • Puncak gidung.
  • Pangkal hidung.

Bentuk hidung ditentukan oleh tulang etmoid dan septum hidung, yang sebagian besar terdiri dari tulang rawan yang memisahkan lubang hidung. Pada umumnya hidung laki-laki lebih besar dibandingkan dengan hidung perempuan.

Akar hidung merupakan bagian atas hidung, membentuk lekukan pada jahitan yang mana tulang-tulang hidung memenuhi tulang depan.

Kavum Nasi

m.medikastore.com

Kavum nasi sangat berhubungan dengan sinus frontal, sfenoid, fossa kranial media dan fossa kranial anterior. Kavum nasi juga memiliki batas-batas yaitu:

Atap: Os frontal, os nasal, lamnia kribriformis etmoidale, korpus sfenoidale dan sebagian os vomer.

Lateral: Dibentuk dari bagian os medial, os lakrima, os maksila, os etmoid, os sfenoid, konka nasalis inferior dan palatinum.

Lantai: Merupakan bagian lunak yang kedudukannya hampir horizontal, berbentuk konfak pada bagian dasar lebih lebar daripada bagian atap. Bagian ini juga dipisahkan dengan kavum oris oleh palatum durum.

Medial: Septum nasi membagi kavum nasi menjadi 2 ruangan yaitu, sinistra dan dekstra. Sedangkan pada bagian bawah apeks nasi, septum dilapisi oleh kulit, kartilago alaris mayor dan jaringan subkutan.

Bagian septum yang terdiri dari kartilago disebut sebagai  septum pars membranosa , kolumna atau kolumela.

Pendarahan:

Arteri yang paling penting pada perdarahan kavum nasi adalah, A sfenopalatina merupakan cabang dari A maksilaris dan A etmoidale anterior yang merupakan cabang dari  A oftalmika. Vena terlihat sebagai pleksus yang terletak pada submucosa dan berjalan bersama-sama dengan arteri.

Mukosa Hidung

anatomi hidung
id.wikihow.com

Rongga hidung ini dilapisi oleh mukosa, secara fungsional dan histologic terbagi menjadi 2 yaitu, mukosa pernafasan dan penghindu. Mukosa pernafasan berada pada bagian besar rongga hidung dan permukaannya dilapisi oleh epitel torak berlapis

Makosa terdapat pada atap rongga hidung, konka superior dan 1/3 bagian atas septum. Mukosa ini dilapisi oleh epitel torak berlapis semu dan tidak bersilia. Epitelnya terbentuk daro 3 macam sel yaitu, sel basal, penunjang, dan reseptor penghidu. Daerah mukosa penghidu  warnanya coklat kekuningan.

Cara Kerja Hidung

anatomi hidung
id.aliexpress.com

Hidung dikenal sebagai indra pencium, hal itu ditunjukkan pada diri kita sendiri, yang mana kita bisa membedakan mana bau busuk dan mana wangi. Lalu bagaimanakah cara kerja hidung sehingga bisa seperti itu?

Pertama, udara yang kita hirup akan masuk ke rongga hidung. Pada bagian rongga atas hidung terdapat epitelium atau olfaktori. Olfaktori mempunyai peranan yang sangat penting dalam hal penciuman, dikarenakan mengandung reseptor yang bisa mendeteksi aroma. Terdapat 10 juta reseptor kecil pada lapisan olfaktori ini.

Setelah reseptor tersebut berhasil mengenali bau , maka ia akan mengirimkan sinyal ke saraf penciuman yang kemudian dikirim lagi ke olfactory bulb, lalu dikirim lagi ke otak guna diinterprestasikan sebagai bau ataupun wangi.

Fungsi Hidung

id.aliexpress.com

Fungsi Hidung Sebagai Indera penghirup

Dengan adanya mukosa olfaktorius yang berada di rongga atap hidung, konka superior dan sepertiga bagian atas septum. Partikel bau dapat sampai pada daerah ini  dengan cara difusi.

Sebagai Resonasi Suara dan Proses Bicara

Hidung juga sangat mempengaruhi suara saat anda berbicara ataupun bernyanyi. Sumbatan hidung akan menyebabkan resonasi berkurang bahkan hilang, sehingga berakibat pada suara senggau.

Sebagai Penyaring dan Pelindung

Hidung mempunyai fungsi penyaring debu dan bakteri yang dilakukan oleh:

  • Silia
  • Rambut hidung
  • Pelut lender, bakteri dan debu akan menempel pada palut lender dan partikel-partikel besar akan dikeluarkan dengan cara bersin. Palut lender akan diarahkan ke nasofaring  dengan gerakan silia.

Sebagai Jalan Nafas

Pada bagian inspirasi, udara masuk melewati nares anterior kemudian naik setinggi konka medis, lalu turun lagi kea rah nasofaring. Pada ekspirasi, udara masuk melalui koana yang kemudian mengikuti jalan sama seperti indpirasi.

Namun pada bagian depan, aliran udara mencegah, sebagian yang lain kembali ke belakang membentuk sebuah pusaran dan bergabung dengan aliran dari nasofaring.

Sebagai Refleksi Nasal

Mukosa merupakan reseptor reflex yang  berhubungan dengan saluran cema, kardiovaskuler dan pernafasan.

Sebagai Pengatur Kondisi Udara

Fungsi hidung dalam mengatur kondisi udara, ia perlu untuk menyiapkan udara yang akan masuk ke dalam alveolus. Fungsi seperti ini dilakukan dengan cara:

Mengatur suhu, fungsi ini diperkirakan karena banyaknya pembuluh darah yang berada di bawah epitel dan adanya permukaan konka juga septum yang luas, sehingga radiasi bisa berlangsung secara optimal. Setelah melalui proses tersebut suhu udara setelah melewati hidung sekitar 37 derajat celcius.

Leave a Comment