Anemia Pernisiosa, Pengertian, Gejala dan cara Mengobatinya

ANEMIA PERNISIOSA – Anemia secara garis besar adalah situasi ketika seseorang kekurangan hemoglobin atau kekurangan sel darah merah. Hemoglobin dan darah merah adalah 2 hal berbeda. Hemoglobin merupakan pigmen pernafasan darah yang berfungsi mengambil oksigen dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.

Artikel ini akan membahas tentang pengertian anemia pernisiosa, gejala, dan cara mengobatinya. Artikel ini juga membahas penyebab seseorang terkena anemia.

Anemia Pernisiosa

Anemia Pernisiosa
hellosehat.com

Pengertian anemia persinisiosa sendiri adalah jenis anemia yang disebabkan kurangnya asupan asam folat dan vitamin B12. Hal ini memicu minimnya produksi sel darah merah pada tubuh. Selain kurangnya asupan vitamin B12, dapat juga diakibatkan adanya cacing pita yang memakan berbagai kandungan gizi di dalam tubuh.

Anemia mempunyai 4 pengelompokan berdasarkan penyebabnya. Jenis-jenis anemia yaitu anemia aplasi, anemia defisiensi zat besi, anemia megaloblastik, dan anemia mieloftitis. Anemia persinisiosa termasuk ke dalam jenis anemia megaloblastik. Yaitu anemia yang disebabkan kurang atau terganggunya asupan vitamin B 12 atau asam folat.

Gejala Anemia

agoramedia.com

Anemia persinisiosa umumnya diderita oleh orang dengan usia di atas 30 tahun. Berikut ini gejala yang dirasakan oleh penderita anemia persinisiosa.

  • Wajah pucat
  • Hilangnya nafsu makan
  • Berat badan menurun
  • Mudah lelah meski tidak mengerjakan hal berat
  • Mudah terengah-engah (nafas pendek)
  • Ada bagian alat gerak tubuh yang mati rasa (kaki, tangan, dll)
  • Terganggunya sensasi gerak
  • Pada penderita anemia persinisiosa yang sudah parah, kulit berwarna kekuning-kuningan
  • Tekstur kulit licin
  • Susah berjalan, badan kaku (gangguan sensorik)
  • Gangguan keseimbangan tubuh, hingga berhalusinasi (pada penderita anemia persinisiosa parah)

Maka dari itu, jika salah satu ciri gejala anemia di atas ada pada diri anda, sebaiknya segera berobat dan meminta saran dokter. Ada baiknya mencegah sebuah penyakit sebelum sakit terus menggerogoti tubuh.

Jangan sampai kesehatan anda di masa yang akan datang terganggu karena menyepelekan penyakit yang di anggap biasa saja di saat ini. Bisa jadi penyakit yang dibiarkan tersebut dapat menjadi penyakit kronis di masa yang akan datang.

Penyebab Anemia Pernisiosa

amoils.com

Seperti yang sudah dibahas di atas, penyebab utama anemia persinisiosa adalah kurangnya asupan vitamin B 12 dan asam folat di dalam tubuh. Selain 2 faktor utama tadi, ada beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab anemia persinisiosa. Faktor tersebut dikelompokkan menjadi faktor intrinsik dan ekstrinsik.

Faktor Intrinsik

  • Gangguan mukosa gaster
  • Gangguan absorbsi vitamin B12 pada ileum
  • Defisiensi sel pariental gaster
  • Defisiensi faktor intrinsik gatrektomi total
  • Defisiensi intrinsik kongenital
  • Gastrektomi parsial
  • Reaksi ileum, dan terjadi lesi di usus halus

Faktor Ekstrinsik

  • Pemakaian obat-obatan yang berpengaruh terhadap purin dan primidin
  • Terdapat cacing pita di dalam tubuh.
  • Defisiensi asam folat
  • Defisiensi vitamin B12
  • Tidak sempurnanya pengolahan vitamin B 12 dan asam folat karena faktor tertentu di dalam tubuh

Faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik di atas adalah penyebab anemia persinisiosa yang membuat tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah karena kurangnya asupan vitamin B 12.

Cara Mengobati Anemia

Cara Mengobati Anemia
hellosehat.com

Beberapa poin sebelumnya telah menjelaskan tentang anemia persinisiosa. Dari pembahasan tadi, dapat disimpulkan bahwa anemia persinisiosa disebabkan kurangnya asupan vitamin B 12. Lalu, apa obat anemia persinisiosa? Berikut ini obat dan dosisnya.

  • Asupan vitamin B 12
  • Suplemen yang mempunyai kandungan vitamin B 12 tinggi
  • Suntikan vitamin B 12 dosis tinggi (untuk orang tertentu), dosisnya antara 100-1.000 mikrogram
  • Pil dosis tinggi (1.000-2.000 mg per hari), sesuai resep dokter
  • Transfusi darah diperlukan bagi penderita anemia yang semakin parah
  • Nascobal (semprot hidung atau nasal spray), jarang digunakan karena biayanya relatif mahal

Cara Pencegahan Anemia

Cara Pencegahan Anemia
hbo.com

Sakit dapat dicegah selama kita mempunyai keinginan untuk melakukan tindakan pencegahannya. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia pada diri kita. Berikut ini beberapa cara mencegah anemia.

  • Mengkonsumsi makanan dengan kandungan vitamin B 12 yang cukup seperti susu, telur, ayam, daging, dan keju
  • Konsumsi makanan yang mengandung banyak asam folat seperti sereal, buah jeruk, dan sayuran hijau
  • Mengkonsumsi suplemen atau makanan yang mengandung zat besi
  • Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol karena dapat mengganggu proses penyerapan vitamin B 12 di dalam tubuh

Itulah beberapa tips untuk terhindar dari anemia pernisiosa. Dengan mengkonsumsi 4 jenis makanan di atas, insya Alloh kita akan terhindar dari gejala dan penyakit anemia.

Efek Lebih Lanjut Anemia Pernisiosa

prasdb.blogspot.co.id

Anemia pernisiosa dapat menyebabkan timbulnya penyakit lain jika dibiarkan. Berikut ini beberapa efek jika anemia pernisiosa dibiarkan dari cara menanggulangi anemia jika kita terkena efeknya.

  • Beresiko terkena kanker lambung
  • Beresiko terkena kanker perut
  • Terganggunya fungsi kelenjar tiroid

Cara menanggulanginya adalah sebagai berikut:

  • Melakukan tes darah setiap tahun atau lebih rutin, tujuannya agar mengetahui penyakit anemia berhasil diobati atau tidak. Dapat juga mengetahui apakah kita terkena anemia atau tidak.
  • Rutin mengkonsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung vitamin B 12 dan asam folat.
  • Jika terjadi gangguan seperti sakit perut atau gangguan pencernaan setelah terjangkit anemia, harap segera hubungi dokter.

***

Itulah beberapa poin pembahasan tentang anemia pernisiosa. Mulai dari pengertian, gejala, efek, obat, dan cara menanggulanginya. Semoga artikel kesehatan ini bermanfaat untuk kita semua.