Penyakit Angin Duduk, Gejala, Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengobati

ANGIN DUDUK – Kebanyakan orang Indonesia merasa takut ketika mendengar nama penyakit ini. Hal ini tidak lain karena kebanyakan orang yang terserang angin duduk biasanya meninggal dengan cepat. Sebenarnya istilah Angin Duduk hanya terdapat di Indonesia. Masyarakat dunia lebih mengenalnya dengan istilah Angina Pectoris.

Karena orang yang terkena penyakit ini dapat meninggal dengan cepat sekali, maka menjadi penting bagi kita untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan penyakit Angina Pectoris. Mulai dari apa yang dimaksud dengan Angin Duduk, penyebabnya, gejala-gejalanya, cara mengobati, bahaya dan cara mencegahnya.

Apa Itu Angin Duduk

Penyakit angin duduk
doblealive.com

Penyakit Angin Duduk atau yang memiliki nama medis Angina Prectorisi biasanya timbul sebab kurang nya pasokan darah pada otot jantung kita. Gangguan pada jantung ini dapat terjadi karena terjadinya pembekuan atau penyempitan dalam  pembuluh darah.

Gejala yang biasa dialami adalah timbul rasa nyeri pada dada yang menjalar hingga ke lengan kiri, rahang, punggung, dan leher. Selain itu, penyakit ini dapat muncul  secara tiba-tiba dan bisa menyebabkan orang yang mengalaminya meninggal secara mendadak. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mempelajarinya.

Gejala Angin Duduk

gejala angin duduk
greenarea.me

Penderita penyakit Angin Duduk biasanya akan mengalami gejala seperti rasa nyeri atau remasan atau tekanan pada bagian dada. Rasa nyeri yang sangat tidak nyaman ini juga dapat timbul di bahu, lengan, leher, lengan, punggung, dan rahang. Penyakit ini juga merupakan salah satu gejala dari penyakit jantung koroner.

Selain gejala umum yang telah kami jelaskan di atas, kurang lebih terdapat 7 gejala Angin Duduk yang dapat dirasakan oleh penderitanya.

1. Nyeri pada Dada

Gejala Angin Duduk yang pertama adalah nyeri pada dada. Rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada dada ini merasa dadanya seolah-olah tertekan, sumpek, atau rasanya seperti terdapat benda yang menindihnya atau rasa nyeri pada bagian tengah dada. Sejumlah orang juga ada yang merasa seperti ada beban berat yang ditempatkan di dada mereka.

2. Nyeri pada Dada yang Menjalar

Nyeri yang timbul sebagai gejala umum penyakit ini ternyata juga dapat menjalar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Umumnya rasa nyeri pada dada akan menjalar ke daerah lengan terlebih lengan bagian kiri, leher, rahang, punggung, atau bahu.

3. Mual

Ada juga sebagian kecil orang yang mengalami mual ketika terkena penyakit ini. Gejala ini mungkin terlihat seperti gangguan pencernaan pada umumnya, namun ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk membedakannya.

Perbedaan yang paling terasa adalah gangguan pencernaan atau mual ini disertai dengan nyeri dada. Sedangkan gangguan pencernaan pada umumnya muncul disertai dengan timbulnya rasa kembung pada perut.

4. Sesak Napas

Penderita akan mengalami sesak napas sehingga nafas menjadi tidak stabil, kadang napas menjadi cepat dan kadang menjadi lambat. Hal tersebut dapat terjadi karena ketidaknyamanan yang dirasakan atau karena tubuh kekurangan suplai oksigen.

5. Kelelahan

Gejala yang selanjutnya adalah tubuh sering terasa lelah atau lemah dengan sebab  yang tidak jelas dan tidak diketahui secara pasti. Kondisi seperti ini sering kali menjadi tanda-tanda atau gejala yang muncul bersama dengan penyakit Angin Duduk.

6. Pusing

Pusing dapat diartikan sebagai perasaan melayang, sempoyongan, seolah-olah tidak mampu untuk berdiri secara sempurna terlebih lagi untuk berjalan.

7. Berkeringat

Keringat yang keluar tidaklah sama dengan keringat pada orang sehat, akan tetapi yang muncul adalah keringat dingin. Maksudnya adalah pasien megeluarkan keringat walaupun suhu badan dalam kondisi dingin.

Dari semua gejala-gejala Angina Pectoris, gejala yang paling sering muncul adalah nyeri dada. Terkadang gejala-gejala itu juga dapat muncul secara bersamaan seperti timbul nyeri pada dada yang menjalar, sesak napas, berkeringat dingin.

Penyebab Angin Duduk

penyebab angin duduk
dokita.co

Supaya bisa berfungsi dengan baik, organ jantung memerlukan suplai darah  yang banyak mengandung oksigen yang cukup. Suplai darah yang dibutuhkan oleh jantung dialirkan melalui dua pembuluh darah besar yang disebut sebagai pembuluh koroner.  Ketika terjadi peneympitan itulah yang disebut sebagai penyakit Angina Pectoris.

Penyakit Angin Duduk dapat dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan penyebab terjadinya penyempitan pada pembuluh darah koroner.

  1. Angin Duduk stabil. Umumnya penyebabnya adalah aktivitas fisik seperti olahraga. Pada saat seseorang melakukan olahraga, organ jantung jadi membutuhkan banyak asupan darah yang kaya akan oksigen. Suplai darah segara tersebut tidak dapat terpenuhi apabila terjadi penyumbatan. Penyebab lainnya dari Angin Duduk stabil ialah merokok, stres, makan berlebihan, dan udara dingin.
  2. Angin Duduk tidak stabil. Penyebabnya karena terjadinya penumpukan lemak atau pembekuan darah yang bisa menghambat aliran darah menuju ke jantung. Angin Duduk stabil akan hilang dengan sendirinya ketika penderitanya beristirahat. Akan tetapi nyeri pada penyakit jenis ini tidak akan hilang meskipun penderita telah meminum obat dan beristirahat. Apabila dibiarkan akan berubah menjadi penyakit jantung.
  3. Angin Duduk varian atau Prinzmetal. Pada penyakit jenis ini terjadi penyempitan sementara yang disebabkan oleh spasme. Waktu terjadinya pun tidak menentu, bahkan bisa terjadi ketika penderitanya sedang beristirahat. Gejala yang ditimbulkan biasanya cukup parah sehingga menimbulkan rasa sakit akibat kurangnya suplai darah ke jantung. Walaupun begitu Angin Duduk varian bisa disembuhkan dengan obat-obatan.

Terdapat juga beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bertambah parahnya penyakit Angin Duduk. Beberapa faktor penyebab tersebut diantaranya adalah:

1. Kolesterol Tinggi

Seseorang yang memiliki darah dengan kadar kolesterol yang tinggi memiliki kemungkinan untuk terjadi penumpukan lemak dalam pembuluh darah. Hal ini tentu akan mengganggu laju aliran darah menuju jantung.

2. Penyakit Diabetes

Orang yang mempunyai kadar gula tinggi akibat diabetes juga memiliki kemungkinan terkena angin duduk. Hal ini karena diabetes bisa menaikkan kadar kolesterol dalam darah dan merusak dinding arteri.

3. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Apabila laju aliran darah terhambat, maka akan menyebabkan jantung memompa darah semakin kuat dan menyebabkan tekanan darah meningkat. Lama kelamaan, hal ini dapat menyebabkan dinding arteri rusak dan menimbulkan pengerasan dalam pembuluh darah.

4. Stres

Stres dapat menyebabkan tubuh kita mengeluarkan beberapa hormon yang bisa mempersempit pembuluh darah. Selain itu, stres juga mampu meningkatkan tekanan darah tubuh orang yang mengalaminya.

5. Obesitas

Obesitas atau kegemukan merupakan sebuah kondisi yang bisa menyebabkan tubuh manusia menjadi rentan terserang oleh berbagai macam penyakit. Orang yang mengalaminya akan semakin mudah terkena penyakit seperti Angin Duduk, diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

6. Merokok

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Diantaranya adalah merusak dinding arteri, dan membuat terjadinya penimbunan lemak yang bisa menghambat aliran darah yang kaya oksigen.

7. Penyakit Jantung

Apabila kita pernah terkena penyakit jantung atau yang berkaitan dengan organ jantung, maka kita akan berpotensi terkena angin duduk. Hal ini juga berlaku untuk orang yang keluarganya memiliki riwayat penyakit jantung.

8. Kurang Olahraga

orang yang jarang melakukan aktivitas atau jarang bergerak juga memiliki resiko terkena penyakit ini. Karena dapat memicu timbulnya penyakit obesitas, kolesterol tinggi, dan diabetes

9. Umur

Umur seseorang juga menjadi penyebab yang dapat meningkatkan resiko terkena penyakit Angina. Hal ini karena pembuluh darah akan mengeras dan kehilangan fleksibilitasnya bersamaan dengan bertambahnya umur. Terlebih lagi bagi laki-laki yang akan mengalami hal ini sejak usia 45 tahun, sedangkan perempuan pada usia 55 tahun.

Bahaya Angin Duduk

bahaya angin duduk
Stikesku.com

Banyak orang tidak mengetahui bahaya Angin Duduk, bahkan tidak tahu mengenai penyakit mematikan ini dan salah mengiranya sebagai penyakit masuk angin biasa. Dalam ilmu kedokteran penyakit ini juga disebut sebagai sindrom koroner aku atau umumnya dikenal dengan penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu perlu diketahui bahwa serangan penyakit Angina lebih berbahaya daripada masuk angin. Sehingga perlu ditangani secara tepat dan cepat agar nyawa penderitanya dapat diselamatkan. Namun sayang kebanyakan orang salah melakukan penanganan sehingga terlambat melakukan pertolongan pertama.

Hal paling penting yang perlu diingat adalah penyakit Angin Duduk apabila tidak langsung ditangani dapat membunuh penderitanya hanya dalam waktu tidak lebih dari 30 menit. Selain berbahaya penyakit Angina Pectoris juga termasuk salah satu gejala penyakit jantung koroner.

Sehingga jika terlambat untuk dideteksi, maka akan membuat penderitanya meninggal secara  tiba-tiba. Oleh karena itu jika Anda merasakan gejala masuk angin yang dibarengi dengan sesak napas dan nyeri dada, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Cara Mengobati Angin Duduk

cara mengobati angin duduk
pixabay.com

Cara mengobati Angin Duduk dilakukan dengan tujuan untuk meminimalkan tingkat kegawatan gejalanya dan mengurangi resiko korbannya terserang penyakit jantung atau kehilangan nyawa. Angin Duduk dengan gejala ringan masih dapat disembuhkan dengan tanpa obat-obatan, yakni dengan menerapkan pola hidup sehat.

Dalam melakukan pengobatan, pertolongan pertama menjadi sangat penting karena penanganan yang tepat pada pertolongan ini akan menyelamatkan nyawa penderitanya. Sesudah melakukan pertolongan pertama, barulah kita mengerjakan pengobatan selanjutnya.

Pertolongan Pertama pada Angin Duduk

pertolongan pertama angin duduk
blog.naver.com

Penanganan yang cepat dan tepat pada pertolongan pertama merupakan hal yang sangat penting. Dikarenakan hal ini akan menentukan keselamatan dari nyawa penderitanya. Tidak hanya penting, namun sebaiknya Anda mengingat nya dengan baik-baik agar nanti bisa melakukannya secara cepat dan tepat.

Berikut langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan, jika Anda atau orang-orang disekitar Anda mengalami gejala Angin Duduk:

  1. Segera berhenti melakukan aktivitas apapun dan aturlah ritme bernapas Anda.
  2. Minum obat antiplatelet, contohnya adalah aspirin. Letakkan obat ini di tempat yang mudah ditemukan atau selalu pastikan tersedia di dalam kotak P3K dalam rumah Anda, supaya dapat digunakan sewaktu-waktu apabila diperlukan.
  3. Segera pergi atau bawa ke rumah sakit terdekat, agar bisa langsung mendapat pertolongan dari dokter ahli. Bagian rumah sakit yang bisa menangani penyakit Angin Duduk adalah bagian penyakit jantung atau kardiovaskular.

Cara Mengobati Angin Duduk dengan Cepat

cara mengobati angin duduk dengan cepat
thesun.com

Ketika berada di rumah sakit pasien akan dengan cepat mendapatkan penanganan dari dokter ahli jantung. Selanjutnya dokter akan memberikan berbagai macam obat sebagai cara mengobati Angin Duduk dengan cepat.

  • Obat anti pembekuan darah, agar kepingan darah dapat memisah dan tidak menggumpal. Contoh obat yang sering digunakan adalah clopidogrel dan ticagrelor
  • Statins, menghambat produksi enzim penghasil kolesterol di dalam hati.
  • Nitrate, melenturkan pembuluh darah yang kaku supaya darah dapat mengalir dengan lancar menuju jantung. Contoh obat yang sering digunakan adalah glyceryl trinitrate.
  • Nicorandil, melancarakan aliran darah menuju jantung dengan cara memperlebar ukuran pembuluh darah koroner pada jantung.
  • Obat penghambat beta, penangkal hormon adrenalin sehingga dapat menurunkan resiko hipertensi dan menjaga kestabilan detak jantung.
  • Ivabradine, alternatif dari obat penghambat beta dan biasa digunakan jika pasien tidak bisa meminum obat penghambat beta.
  • Ranolazine, memperlancar aliran darah dan dapat melemaskan otot jantung yang kaku. Aman dikonsumsi bagi pasien yang memiliki detak jantung tidak teratur atau ada riwayat penyakit jantung.
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, menghambat aktivitas hormon yang dapat menyempitkan pembuluh darah. Namun pasien yang menderita penyakit ginjal tidak dapat meminumnya karena dapat mengurangi suplai darah menuju ginjal.

Mencegah Angin Duduk

mencegah angin duduk
gogobli.com

Cara yang paling ampuh untuk mencegah penyakit Angin Duduk adalah dengan mengaplikasikan dan menjaga pola hidup sehat. Tidak hanya dapat mencegah terjadinya penyakit Angina, dengan menerapkan pola hidup sehat juga akan mengurangi resiko yang ditimbulkan dari gejala yang ditimbulkan.

1. Olahraga

Cara mencegah yang pertama ialah melakukan olahraga secara rutin. Anda cukup melakukan olahraga ringan seperti berjalan, bersepeda, dan berenang santai. Apabila Anda melakukannya secara rutin, maka kegiatan ini akan mampu membantu tubuh Anda menjadi lebih sehat.

Dengan melakukan olahraga secara teratur dan rutin akan membuat sistem peredaran darah menjadi lancar dan bisa menurunkan tekanan darah. Sehingga dapat membuat jantung dan pembuluh darah koroner menjadi lebih sehat.

2. Konsumsi Makanan yang Menyehatkan Jantung

Agar organ jantung dapat selalu bekerja dengan baik, diperlukan asupan makanan penunjang yang sehat dan kaya akan serat. Makanan yang banyak mengandung serat adalah buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian. Tidak hanya serat yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jantung, makanan yang mengandung lemak tak jenuh juga diperlukan.

Lemak tak jenuh memiliki fungsi untuk mengurangi penyumbatan pada pembuluh darah. Adapun makanan yang mengandung lemak tak jenuh contohnya adalah ikan tuna, tahu, salmon, minyak zaitun, buah alpukat, dan kacang almond.

3. Hindari Konsumsi Makanan yang Membahayakan Jantung

Selain mengkonsumsi makanan yang menyehatkan, kita juga perlu mengimbanginya dengan tidak mengkonsumsi makanan yang dapat berbahaya bagi jantung. Oleh karena itu hindarilah makanan yang banyak mengandung garam. Karena jika terlalu banyak asupan garam yang kita terima akan menyebabkan timbulnya penyakit hipertensi.

Tidak hanya garam yang perlu dijauhi, makanan yang mengandung lemak jenuh seperti jeroan, santan, mentega, dan gorengan juga perlu dihindari. Kandungan lemak jenuh dalam makanan ini akan mengendap dalam pembuluh darah dan bisa menghambat atau menyumbat pembuluh darah.

4. Berat Badan Ideal

Menjaga agar tubuh selalu memiliki berat badan ideal juga termasuk salah satu cara mencegah penyakit pada jantung. Karena apabila tubuh mengalami obesitas, jantung akan kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya kerja jantung menjadi semakin berat dan jika dibiarkan akan menyebabkan hipertensi.

5. Tidak Mengkonsumsi Minuman Keras

Minuman keras atau minuman yang mengandung alkohol mempunyai kandungan kalori yang sangat tinggi. Sehingga bisa memicu terjadinya obesitas dan hipertensi yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit Angin Duduk.

6. Tidak Merokok

Zat-zat kimia yang terkandung di dalam rokok bisa menyebabkan penyumbatan pada arteri dan menaikkan tekanan darah. Bila keadaan ini sampai terjadi, Anda tidak hanya akan semakin berisiko terkena penyakit Angina tetapi juga berisiko menderita stroke dan serangan jantung.

Demikian artikel mengenai pengertian, gejala, penyebab, cara mengobati, dan cara mencegah Angin Duduk. Semoga pembahasan tentang penyakit Angina Pectoris ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Salam.