Antibiotik Radang Tenggorokan yang Tepat dan Efek Sampingnya

ANTIBIOTIK RADANG TENGGOROKAN – Sebelum kita mengulas jauh mengenai antibiotik radang tenggorokan, terlebih dahulu yang perlu diketahui bahwa tidak semua sakit radang tenggorokan memerlukan antibiotik, antibiotik dubutuhkan untuk radang tengorokan yang disebabkan infeksi bakteri.

Lalu bagaimana cara kita mengetahui kalau radang tenggorokan yang sedang kita alami disebabkan oleh infeksi dan bukan sebab yang lain? Untuk mengetahuinya, mungkin lebih baik kita memeriksanya langsung ke dokter, apalagi untuk memperoleh antibiotik tidak semudah membeli makanan ringan, tetapi kita membutuhkan resep dokter.

Antibiotik radang tenggorokan
kompasiana.com

Terbebas dari beberapa oknum apotek yang sangat mudah melayani pembelian tanpa menggunakan resep dari dokter. Pada sekarang ini sudah banyak antibiotik yang tersedia, dengan bermacam-macam jenis dan golongan, tetapi tidak semuanya cocok untuk mengobati radang tenggorokan yang diakibatkan oleh bakteri streptococcus.

Ada tiga golongan antibiotik radang tenggorokan yang sangat sering digunakan, yaitu antibiotik golongan Beta-laktam (penisilin, amoxicillin), Sefalosporin (cefadroxil, cephalexin) dan Makrolida (eritromisin, azitromisin, dan lainnya). Memilih obat yang tepat untuk pengobatan menyertakan pertimbangan dari amsing-masing pasien dan sejarah medis sebelumnya.

Antibiotik Golongan Betalaktam

betalaktam
qoyyuum.me

Salah satu antibiotik yang sangat umum dikonsumsi guna mengobati radang tenggorokan adalah penisilin atau obat yang sama jenis lainnya, seperti amoksisilin dan ampisilin. Penggunaan obat ini selama dua minggu akan menampakkan hasil yang baik dalam memusnahkan bakteri strepkokus.

Akan tetapi, dari beberapa hasil penelitian menunjukkan kalau ada resistansi bakteri terhadap antibiotik golongan Beta-laktam ini. Apabila hal tersebut terjadi, maka memerlukan antibiotik lain sebagai alternatif yang lain bisa bekerja saat penislin atau sejenisnya tidak bekerja dengan efektif.

Antibiotik Golongan Cefolosporin

Antibiotik radang tenggorokan
oubari.com

Berikutnya, studi yang membahas tentang antibiotik yang digunakan untuk radang tenggorokan memperlihatkan bahwa pemakaian antibiotik golongan sefalosporin bekerja lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan antibiotik golongan Beta-laktam.

Ada banyak jenis sefalosporin potensial yang bisa digunakan, namun yang sangat umun diresepkan oleh dokter untuk radang tenggorokan yaitu cephalexin dan cefadroxil.

Dalam beberapa kasus, radang tenggorokan masih bisa dihindari dengan salah satu dari 2 kelompok antibiotik yang disebutkan di atas, namun apabila tidak juga merespon dengan baik maka perlu dialihkan denan golongan antibiotik yang lain.

Pada pemakaian penisilin (betalaktam) dan sefalosporin di atas, ada potensi yang dapat menimbulkan masalah. Pertama, ada orang yang alergi mengkonsumsi penisilin atau sejenisnya, sehingga antibiotik ini tidak bisa digunakan.

Kedua banyak orang yang alergi terhadap antibiotik Beta-laktam juga alergi pada sefalosporin. Ini bermakna beberapa orang tidak bisa diobati dengan menggunakan salah satu dari kedua golongan antibiotik tersebut dan memerlukan alternatif lain.

Antibiotik Golongan Makrolida (macrolide)

Antibiotik
eceecza.com

Alternatif lain adalah pengobatan dengan menggunakan antibiotik dari kelas Macrolide, termasuk juga seperti obat-obatan eritromisin, klarotmorisin dan azithromycin.

Beberapa obat tersebut bisa memberikan keuntungan yang lebih, misalnya azithrimycin cukup hanya diminum selama empat sampai lima hari, bukan selama dua minggu berturut-turut.

Walaupun demikian, Makrolida juga mempunyai kelemahan, termasuk juga efek samping yang lebih tinggi pada lambung. Namun efek samping itu biasanya dianggap sebagai kerugian kecil jika dibandingkan dengan manfaatnya yang besar, yaitu membasmi bakteri strepkokus yang menjadi biang radang tenggorokan.

Pada akhirnya, pengobatan dengan menggunakan antibiotik untuk radang tenggorokan harus ditangani oleh profesional medis. Catatan riwayat alergi atau efek samping pada obat tertenti akan menjadi bahan pertimbangan untuk memilih obat antibiotik yang sesuai.

Dan bisa disimpulkan, tiga golongan antibiotik inilah yang sangat sering digunakan untuk mengobati radang tenggorokan, meskipun ada antibiotik lain yang bisa dicoba apabila tidak ada obat dari golongan-golongan ini yang bekerja dengan efektif.

Efek Samping Dari Antibiotik

Setiap yang namanya obat kimia yang masuk ke dalam tubuh manusia dan di cerna bukan bebas dari efek samping. Setiap obat kimia yang berada di dalam tubuh akan menyebabkan efek samping. Efek samping yang akan dialami tentu nantinya akan berbeda-beda tergantung dari kekebalan tubuh manusia itu sendiri dan faktor yang lainnya.

Berikut ini merupakan efek samping antibiotik yang perku diwaspadai:

  • Infeksi jamur di daerah mulut

Jamur tersebut berwarna putih dan nantinya akan memenuhi rongga mulut.

  • Diare akut.

Hal ini bisa terjadi saat kandungan kimia pada obat antibiotik mengiritasi usus terutama pada usus besar, sehingga cairan yang berada dalam feses tidak bisa terserap dengan sempurna.

  • Muntah.

Kandungan kimia yang terdapat pada antibiotik dapat merangsang asam lambung naik, sehingga refluks asam bisa terjadi.

  • Mual

Orang yang mengidap penyakit lambung sesudah mengkonsumsi antibiotik bisa merasakan mual yang diakibatkan oleh lambung yang terbebani mencerna kandungan kimia pada antibiotik.

  • Perubahan kepekaan pada kulit.

Contohnya kulit akan lebih cepat dan sensitif merasakan rasa panas dari sinar matahari dibandingkan sebelumnya.

Itulah antibiotik radang tenggorokan yang bisa dijupai dengan mudah di apotek. Jangan pernah menyepelekan efek samping dari antibiotik tersebut, sehingga sangat perlu di perhatikan dan diharapkan untuk mengkonsumsinya dengan rekomendasi dan resep dari dokter.