Antihistamin Merupakan Obat Pereda Reaksi Alergi Pada Tubuh

ANTIHISTAMIN – Mempunyai alergi pada tubuh tentunya sangat menyusahkan, karena kulit secara tiba-tiba merasakan gatal pada kulit bagian luar, tidak hanya itu saja. Gejala alergi juga bisa berupa kulit menjadi bercak merah.

Alergi pada mata dan lainnya yang dimana penyebab alergi karena ada zat pemicu alergi, Untuk anda yang sedang terjangkit efek tersebut bisa sedikit untuk diredakan dengan mengkonsumsi obat antihistamin.

Antihistamin adalah jenis obat yang dapat digunakan meringankan berbagai macam jenis alergi. Misal seperti alergi terhadap makanan yang kita makan, atau yang disebabkan oleh serangga dan serbuk sari bunga, sehingga mengakibatkan alegi pada kulit, alergi mata, dan alergi lainnya.

Antihistamin hanya bisa mengurangi reaksi terhadap alergi yang sengan kamu alami, pada dasarnya antihistamin bukan obat untk alergi total, tetapi hanya obat yang bisa meredakan alergi yang berada pada tubuh anda.

Antihistamin Dapat Meredakan Jenis Alergi

Antihistamin Dapat Meredakan Jenis Alergi
jawapost.com
Tidak semua penyakit alergi dapat diredakan oleh antihistamin, hanya beberapa saja reaksi alergi yang dapat diatasi dengan obat antihistamin, antara lain seperti:
  • Alergi serbuk bunga
  • Kondisi alergi kulit, seperti kaligata (urtikaria) dan dermatitis
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Gigitan atau sengatan serangga.
Selain itu, ada beberapa jenis antihistamin yang dapat anda gunakan untuk membantu meringankan gejala penyakit menggunakan antihistamin, antara lain jenis yang harus kamu ketahui adalah.

Jenis-jenis Antihistamin

Antihistamin Penenang
okezone.com
Ada beberapa jenis antihistamin beberapa diantaranya terdiri dari dua jenis saja yang akan kami bahas, beberapa diantara pada uraian di bawah ini.
Antihistamin Penenang
Antihistamin jenis obat ini kerap disebut sebagai antihistamin sedatif, pada proses kerjanya akan dapat mempengaruhi kinerja otak, sehingga menyebabkan Anda mengantuk. Contoh antihistamin sedatif yang sangat populer adalah chlorpheniramine maleate atau kerap kita kenal dengan sebutan CTM (contohnya Piriton dan Alleron).

Antihistamin Non-penenang
Antihistamin ini sering disebut dengan antihistamin non-sedatif, jenis antihistamin yang satu ini, bisa dikatakan kurang memiliki pengaruh pada otak dan tidak menyebabkan anda mengantuk berat. Contoh dari antihistamin non-sedatif ini adalah acrivastine (contohnya Benadryl).

Jenis Penyakit Alergi Pada Tubuh

Antihistamin
meetdoctor.com

Sistem kekebalan tubuh manusia dapat menyalurkan bantuan berasal dari zat berbahaya, seperti bakteri dan virus. Sistem kekebalan tubuh akan produksi antibodi yang bertugas untuk mengeliminasi atau menghilangkan zat-zat berbahaya ini berasal dari tubuh.

Pada reaksi alergi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi terhadap zat yang memang tidak berbahaya, seperti serbuk sari. Ketika ini terjadi, zat kimia yang disebut histamin dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh.

Histamin memang terlalu berfungsi sebab sanggup menolong mengobati jaringan yang rusak. Namun reaksi histamin ini juga sanggup membawa dampak tanda-tanda seperti:

  • Pilek atau hidung meler
  • Gatal-gatal terhadap mata, hidung, tenggorokan atau kulit
  • Bersin-bersin
  • Urtikaria (kaligata).

Antihistamin akan bekerja bersama dengan memblokir (menghalangi) pengaruh histamin di di dalam tubuh Anda, yang kelanjutannya akan menolong menahan peradangan dan meredakan reaksi alergi.

Ada pula bentuk reaksi alergi yang hebat, gejalanya biasanya:

  • Kesulitan bernapas
  • Bibir dan kelopak mata bengkak
  • Jantung berdebar-debar.

Jenis reaksi alergi ini disebut anafilaksis, yang mesti langsung memperoleh bantuan medis sebab ini merupakan suasana nyata-nyata yang sanggup mengancam nyawa. Biasanya pihak medis akan menyuntikkan adrenalin untuk suasana anafilaksis. Tapi kadangkala juga suntikan antihistamin juga digunakan tidak cuman suntikan adrenalin.

Cara Menggunakan Antihistamin Dengan Benar

Cara Menggunakan Antihistamin Dengan Benar
klikdokter.com

Beberapa jenis antihistamin bisa kita temukan dengan mudah, karena sudah banyak yang beredar secara bebas di pasaran, seperti chlorpheniramine maleate (CTM, Alleron, dan Piriton), loratadine (Clarityn) dan cetirizine (Zirtek). Sedangkan beberapa jenis antihistamin lainnya.

Cuma dapat dibeli dengan resep dokter, karena cukup berbahaya jika dikonsumsi tidak di bawah pengawasan dokter. Serta dalam penggunaannya tergantung dari jenis antihistamin yang akan Anda butuhkan, karena antihistamin tersedia bisa dalam wujud tablet, cairan, krim, semprotan hidung, dan suntikan.

Untuk antihistamin jenis krim, sebaiknya menggunakannya, sedikit saja jangan terlalu berlebihan dan jangan menggunakannya terlalu lama karena dapat mengakibatkan reaksi alergi pada kulit, dan jangan mengoleskannya terhadap daerah kulit rusak (seperti koreng dan luka), jika hal tersebut telah diizinkan dokter.

Sebaiknya untuk ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tercantum terhadap kemasan obat antihistamin, sebelum kamu menggunakannya. Serta pastikan bahwa tersedia jarak sedang yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk manfaatkan obat antihistamin terhadap jam yang mirip tiap hari untuk memaksimalkan efeknya.

Terhadap pasien yang sekiranya lupa dalam menggunakan obat antihistamin, lebih baik dianjurkan langsung melakukannya, tetapi ingat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan melebihkan dosis obat antihistamin terhadap jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat, yang terpenting ikuti saran dari dokter.

Efek Samping dan Bahaya Antihistamin

Antihistamin Penenang
okezone.com

Sama seperti obat-obat lain, antihistamin termasuk berpotensi dapat mengakibatkan efek samping. Beberapa diantara efek samping yang kemungkinan umum terjadi sesudah konsumsi obat antialergi ini adalah seperti:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mulut kering atau disfagia
  • Mudah marah
  • Penglihatan kabur
  • Nyeri perut
  • Sulit membuang air kecil

Tanyakan pada dokter terlebih dahulu sebelum mengatasi penyakit yang sedang anda alami, supaya kita mengetahui penyakitnya dari dokter, jika kita sudah tahu penyakit yang kita derita dan telah meminta saran kepada dokter, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana cara menanggulangi dan mengatasi, terutama yang berkaitan dengan penyakit-penyakit yang sekiranya sensitif untuk di obati.