appendicitis

Pengertian Appendicitis Beserta Penyebab, Gambaran, Tanda dan Gejala

APPENDICITIS – Selamat datang di portal SehatAfiat, ya pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang penyakit appendicits.

Mungkin dari kita sudah tahu apa itu appendicitis, atau sama sekali baru mendengarnya. Tenang, baik anda yang baru tahu atau tidak sama sekali tahu tentang appendicitis adalah, akan kami uraian semuanya disini, mulai dari cara tanda, gejala mendiagnosa dengan pemeriksaan fisik, perbedaannya dengan usus buntu, cara mengobatinya dan sebagainya.

Baiklah, tidak usah berlama-lama berikut ini adalah informasi tentang appendicitis adalah.

Pengertian Appendicitis

appendicitis adalah
tanyaapoteker.com

Appendicitis adalah kondisi yang mana adanya infeksi di umbai cacing atau pada umumnya disebut penyakit radang usus buntu. Beberapa kasus yang masih ringan mungkin tanpa penanganan bisa sembuh dengan sendirinya tapi ada juga kasus yang perlu penanganan intensif untuk menyingkirkan umbai cacing yang sudah terinfeksi.

Secara mudahnya apendisitis adalah penyakit yang menyerang organ tubuh kita yaitu appendiks. Mungkin dari kita yang masih awam tentang penyakit usus akan menganggap bahwa apendisitis adalah usus buntu.

Sebenarnya tidak. Penyakit usus buntu dan apendisitis adalah suatu penyakit yang berbeda. Agar lebih mudahnya lagi Berikut kita bahas terlebih dahulu tentang penyakit usus buntu.

Perbedaan Appendicitis dan Usus Buntu

perbedaan usus buntu dan appendicitis
wijayarayaherbal.com

Usus buntu adalah saluran usus yang ujungnya buntu atau tidak ada saluran lagi, sedangkan kalau appendicitis adalah radang usus buntu. Kira-kira usus buntu ini berukuran jari kelingking dan letaknya ada di perut bagian kanan bawah. Usus buntu ini juga terhubung pada usus besar.

Berikut beberapa ciri-ciri dari usus buntu, yaitu:

  1. Ujungnya tertutup dan sempit
  2. Cacing seperti tabung hanya dengan panjang beberapa inchi
  3. Terdapat jaringan getah bening berperan sebagai sistem kekebalan yang menghasilkan antibodi
  4. Dapat ditemukan di dalam tubuh manusia mamalia burung dan beberapa jenis reptil
  5. Berfungsi dalam sekresi immunoglobulin.

Penyebab Penyakit Appendicitis

appendicitis
prevention.com

Salah satu penyebab dari terjadinya penyakit Appendicitis adalah karena adanya infeksi bakteri. Ada juga faktor lain penyebab penyakit Appendicitis. Berikut beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab penyakit Appendicitis adalah:

  1. Adanya penyumbatan atau Obstruksi di lapisan lumen appendiks. Penyebab penyumbatannya adalah timbunan tinja yang keras
  2. Pembengkakan atau pembesaran pada jaringan Limfoid
  3. Penyakit Cacing
  4. Masuknya benda asing ke dalam tubuh
  5. Kanker primer
  6. Striktur

Dari daftar faktor penyebab penyakit Appendicitis yang paling berpengaruh adalah adanya pembesaran (hyperplasia) pada jaringan limfoid dan timbunan tinja. Salah satu media yang digunakan bakteri adalah penyumbatan dan pembesaran tersebut.

Kita ketahui sendiri bahwasanya dalam tinja manusia terdapat bakteri E. Coli yang mana sudah mencemari feces tersebut ketika sudah tersumbat. Dari pencemaran tersebut, akhirnya bakteri juga menginfeksi usus buntu yang mengakibatkan peradangan usus buntu atau appendicitis.

Beberapa benda asing juga masuk dalam daftar penyebab appendicitis. Misalnya anda mengkomsumsi cabai disertai bijinya atau jambu klutuk disertai bijinya termasuk dari benda asing, karena sering tidak tercerna dalam bentuk tinja dan menyelinap sebagai benda asing masuk ke saluran appendiks.

Begitu juga termasuk cacing. Seseorang yang menderita sakit cacingan, apabila cacingnya tersebut berkembang biak di dalam usus besar kemudian tersasar masuk usus buntu, maka juga bisa mengakibatkan penyakit appendicitis

Gambaran Appendicitis

gambaran peradangan usus buntu
cecepherbal.com

Appendicitis adalah peradangan atau pembekakan yang terjadi di usus buntu. Karena adanya tekanan dari usus buntu, menyebabkan aliran cairan limfe dan darah menjadi tidak sempurna, akibatnya usus buntu menjadi rusak dan mengalami pembusukan karena tak mendapatkan makanan kembali.

Ketika usus buntu membusuk, maka akan menghasilkan cairan. Jika dibiarkan dan mengalami kondisi kritis, maka bisa mengakibatkan usus buntu pecah atau robek. Cairan dari hasil pembusukan usus buntu tersebut akan tersebar meluas ke seluruh tubuh yang mengakibatkan dinding rongga perut terinfeksi.

Tanda dan Gejala Appendicitis

tanda dan gejala appendicitis
hariansehat.com

Gejala dan tanda radang usus buntu bermacam-macam bergantung pada stadiumnya:

1. Appendicitis Akut

Jika sudah tahap ini maka akan ada tanda tanda umum yang bisa dideteksi seperti tubuh panas tinggi, mual dan muntah, rasa sakit dibagian perut kanan bawah, apabila berjalan perut sakit dan agak bungkuk

2. Appendicitis Kronik

Pada fase ini tanda dan gejala yang tampak sedikit mirip mulas (maag) dimana ada ketidaknyamanan yang samar (tumpul) di sekitar pusar sekaligus demamnya lenyap.

Sering disertai dengan mual, sering juga muntah, setelah itu ketidaknyamanan akan pindah ke perut dibagian kanan bawah, yang serupa dengan indikasi khas apendisitis akut yaitu nyeri pada faktor Mc Burney (istilah kesehatan).

Penyebaran rasa sakit tertentu mungkin tergantung pada posisi usus buntu itu sendiri ke saluran usus besar. Nyerinya akan sama dengann sensasi kolik slurah kemih atau ganggunan mau kencing, Jika ujung usus buntu menyentuh saluran kencing ureter.

Rasa sakit juga terasa pada pengecekan tusuk dubur atau tusuk vagina saat posisi usus buntunya ke belakang. Disaat posisi usus buntu ada di daerah yang lain, mungkin rasa nyeri tidak spesifik itu.

Pemeriksaan Fisik Appendicitis

cara diagnosa appendicitis
huffpost.com

Tim Kesehatan memiliki beberapa cara pemeriksaan untuk melakukan penentuan dan mendiagnosa kemungkinan terjadinya Appendicitis di dalam tubuh pasien. Beberapa langkah yang mungkin mereka lakukan adalah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi. Namun kita akan membahas tentang pemeriksaan fisik.

Ketika seseorang kemungkinan terjangkit penyakit appendicitis akut, dengan cara pengamatan, akan terlihat adanya pembengkakan pada rongga perut. Selain itu perut terlihat mengencang. Jika dilakukan perabaan pada perut bagian kanan bawah, ada beberapa tanda jika dilakukan yaitu

Jika perut ditekan, perut akan terasa nyeri demikian juga apabila dilepaskan tekanannya juga perut terasa nyeri.

Cara lain juga juga untuk mendiagnosis apendisitis akut pada pasien adalah dengan memeriksa tungkai kanan. apabila kita menekuk secara kuat tungkai kanan dan paha dan diangkat tinggi-tinggi, maka akan timbul rasa nyeri di perut

untuk memperkuat lagi diagnosis seseorang terkena penyakit Apendisitis adalah dengan melakukan pemeriksaan dubur dan atau vagina. jika terasa sakit maka pasien benar-benar menderita peradangan usus buntu

Pertimbangan lain yang tidak kalah kuat adalah dengan membandingkan suhu dubur dan suhu ketiak. apabila Suhu dubur (rectal) ternyata lebih tinggi dari suhu ketiak (axilla), maka seseorang terjangkit radang usus buntu.

Pengobatan Appendicitis

cara mengobati usus buntu
thesun.com

Apabila memang hasil dari diagnosa sudah jelas bahwa seseorang positif mengidap Appendicitis, maka cara yang terbaik yang harus dilakukan adalah dengan melakukan operasi.

Untuk awal-awal pada pendiagnosisan yang masih dini, cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberi antibiotika secara berkala kepada pasien. Pemberian antibiotik tersebut hanya sekedar perawatan saja, karena ada kemungkinan 35% penyakit akan kambuh lagi.

Setelah dirasa pasien siap untuk menjalankan operasi maka bisa langsung dilaksanakan. Dalam ilmu kedokteran pembedahan pada pasien dilakukan dengan dua cara, yaitu Pembedahan  terbuka atau semi-tertutup (laparoskopi).

Ketika pasien sudah dioperasi atau selesai dalam pembedahan, maka harus tetap diberi perawatan. Misalnya dengan pemberian antibiotik selama 7 sampai 10 hari pasca operasi supaya tubuh bisa melawan infeksi yang disebabkan dari alat-alat yang digunakan dalam operasi yang mungkin saja terkontaminasi.

Demikianlah Informasi tentang Appendicitis Adalah beserta tanda, gejala, diagnosis pemeriksaan fisik, pengobatan, Appendicitis akut dan kronik, semoga bermanfaat, terima kasih.

Leave a Comment