Asam Urat, Penyakit Radang Sendi yang Sering Disalah Artikan

ASAM URAT – Kosa kata “asam urat” di masyarakat kita sering disamakan dengan rasa tidak enak yang disebabkan gangguan saraf atau otot. Asam urat adalah terjemahan dari kata uric acid. Adapun urid ini berarti sesuatu yang berasal dari uri atau air seni. Asam urat memang ditemukan di air seni pada penderita yang memiliki radang sendi.

Asam urat, penyakit radang sendi yang sering disalah artikan. Rasa pegal-pegal di betis atau rasa tidak enak di jemari tangan, semua disebut sebagai asam urat. Akibatnya, obat-obatan yang dipakai pun disamakan, dipukul rata. Kalau tetangganya jadi enakan karena obat tertentu, kita ikut-ikutan. Padahal, pegal-pegal belum tentu disebabkan oleh asam urat.

Pemahaman yang kurang benar inilah yang bisa berdampak besar. Penggunaan obat-obatan yang tidak sesuai indikasi ini jusru menimbulkan masalah. Obat memang memiliki manfaat untuk membantu berperan dengan penyakit, tetapi bila digunakan dengan tidka benar, justru efek sampingnya yang muncul. Efek samping yang ditimbulkan inilah yang menambah parah penyakit dan semakin menjauhkan penderita dari kesembuhan.

Inilah tantangan semua orang, bukan hanya para dokter dan praktisi kesehatan lain, tetapi juga mahasiswa, pejabat pemerintah untuk terus meluruskan isu-isu kesehatan yang terlanjur bengkok di masyarakat.

Diharapkan melalui informasi ini, Anda dapat menambah pengetahuan terarah. Kali ini kita akan membahasnya secara lengkap.

Apakah Asam Urat Itu?

Defenisi Asam Urat
meetdoctor.com

Asam urat merupakan sisa hasil metabolisme tubuh. Namun, orang seringkali menyebut semua penyakit yang menyerang sendi sebagai asam urat. Padahal, tidak semua penyakit sendi disebabkan oleh asam urat.

Nah, penyakit sendi akibat asam urat adalah penyakit yang dapat muncul karena meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang melebihi ambang batasnya. Asam urat ini kemudian menumpuk dalam ruang sendi dan menyebabkan gangguan pada struktur sendi.

Jika kadar asam urat dalam darah melebihi ambang batas normal, asam urat ini tidak akan bisa larut kembali dalam darah. Pada akhirnya, akan mengendap menjadi kristal urat dan masuk ke organ-organ tubuh, khususnya ke dalam sendi. Kristal urat ini dianggap sebagai benda sing ileh tubuh kita. Hal ini memicu sel-sel kekebalan (immune cell) untuk memusnahkannya.

Munculnya sel-sel kekebalan akan menmbulkan reaksi radang atau inflamasi yang menyebabkan bengkak kemerahan dan nyeri. Inilah yang disebut sebagai penyekit radang sendi atau artritis. Karena penyebabnya adalah kristal urat maka disebut artritis gout. Untuk singkatnya, arttritis gout atau asam urat disebut gout.

Hubungan Asam Urat, Gout, dan Hiperurisemia

Hubungan Asam Urat, Gout, dan Hiperurisemia
alfathsurya.blogspot.co.id

Hiperurisemia adalah peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Untuk laki-laki, ambang normalnya dalam darah adalah 7,0 mg/dL. Adapun pada perempuan normalnya adalah 5,7 mg/dL darah. Gout muncul sebagai akibat kondisi hiperurisemia.

Asam urat memiliki fungsi sebagai antioksidan dan bermanfaat dalam regenerasi sel. Setiap peremajaan sel kita membutuhkan asam urat. Jika tubuh kekurangan antioksidan, akan banyak antioksidan atau radikal bebas yang membunuh sel-sel kita. Akibatnya apa?

Misalnya, jika hal itu terjadi pada kulit maka kulit kita akan mudah kusam dan tidak sehat. Manusia merupakan satu-satunya mamalia yang tidak dapat membuat antioksidan sendiri. Oleh karenanya, manusia perlu mendapatkan antioksidan dari luar. Yang termasuk antioksidan misalnya vitamin E dan vitamin C. Kedua vitamin ni bekerja di kulit untuk menangkal radikal bebas dari luar tubuh.

Fungsi Asam Urat dalam Tubuh

Fungsi Asam Urat dalam Tubuh
fagustus.com

Selain itu, juga bermanfaat untuk mengganti sel-sel yang rusak ketika sedang memulihkan diri setelah sakit. Kedua vitamin ini sangat bermanfaat bagi tubuh. Sayangnya, tubuh kita tidak bisa mensintetisnya sendiri, harus ada suplemen dari luar. Nah, fungsi ini tergantikan dengan adanya asam urat dalam tubuh kita.

Apabila terlalu lelah bekerja, sel-sel tubuh melampaui batas maksimal kerjanya. Sel-sel itu kemudian akan mati. Semakin banyak sel yang mati, semakin banyak pula produk-produk sampingan semacam radikal bebas. Selain itu, bila sel-sel penangkal (seperti yang terdapat pada kulit) rusak, rasikal bebas berupa polusi dari luar tubuh lebih mudah masuk.

Kondisi ini semakin menambah kerusakan pada tubuh. Disinilah peran asam urat. Semakin banyak radikal bebas, semakin banyak juga asam urat. Namun, semakin banyak asam urat, semakin beresiko mengalami gout.

Saat mengalami hiperurisemia, asam urat akan meresap masuk ke dalam organ-organ, terutama persendian. Pada cairan sendi inilah asam urat bisa menjadi kristal yang disebut monosodium urat monohidrat (MSUM). Yang perlu diingat, hiperurisemia tidak selalu menyebabkan gout, namun kadar asam urat yang normal pun tidak selamanya bebas gout.

Bila Tubuh Kekurangan Asam Urat

Bila Tubuh Kekurangan Asam Urat
thesun.com

Difesiensi asam urat yang terjadi tiba-tiba,contohnya ketika mengonsumsi obat penurun asam urat dengan dosis yang berlebih bisa mencetuskan serangan gout. Mengapa hal ini dapat terjadi? Kelarutan asam urat di dalam darah dan sendi selalu dalam kondisi seimbang. Kelarutan dalam darah yang tinggi bisa menyebabkan titik jenuh sehingga sebagian asam urat akan mengendap dalam sendi.

Asam urat dalam sendi susah kembali ke dalam darah. bila kadar asam urat dalam darah mendadak turun, tubuh akan menyesuaikan kadar asam urat dalam sendi dengan mengurangi kandungan asam urat terlarutnya. Tubuh akan mengubah asam urat larut dalam sendi menjadi bentuk tak larut berupa kristal MSUM, atau dingkatnya kristal urat. Inilah yang menyebabkan serangan gout.

Bagian Tubuh Yang Banyak Timbunan Asam Urat

Bagian Tubuh Yang Banyak Timbunan Asam Urat
herbalampuhindonesia.blogspot.co.id

Asam urat dapat tertimbun di mana saja. Namun biasanya terjadi di sendi dan jaringan. Selain itu, dapat juga terajadi pada ginjal dan saluran kencing, telinga, jantung, bahkan kelopak mata.

Tumpukan asam urat di sendi dan jaringan sekitar sendi akan menyebabkan penyakit gout, baik gout akut ataupun kronis. Timbunan asam urat di ginjal dan saluran kencing akan mneyebabkan penyakit ginjal yang bisa berkembang menjadi gagal ginjal permanen. Akibatnya seseornag harus melakukan cuci darah sepanjang hidupnya.

Timbunan asam urat di jantung akan menimbulkan penyakit jantung. Sampai sekarang masih belum jelas hubungan antara penyakit jantung dan pembuluh darah yang disebabkan oleh asam urat. Namun riset menunjukkan bahwa pasien dengan kadar asam urat tinggi beresiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Jika tidak ditangani dengan benar, tumpukan asam urat dapat mengundang bakteri penyebab infeksi. Dapat dibayangkan bagaimana jika tumpukan itu terjadi di telinga dan kelopak mata.

Makanan Berpotensi Tinggi Menyebabkan Asam Urat

Makanan Berpotensi Tinggi Menyebabkan Asam Urat
lagizi.com

Asam urat secara alami terdapat dalam jumlah kecil di tubuh kita. Asam urat merupakan produk sisa dari sel-sel tubuh yang mati. Sel-sel tubuh yang mati ini lalu melepas purin, salah satu jenis zat yang terdapat dalam setiap sel makhluk hidup. Purin juga terdapat dalam makanan yang kita makan.

Nah, purin inilah yang dimetabolisme tubuh menjadi asam urat. Normalnya, asam urat akan akan larut kembali di dalam darah, disaring oleh ginjal, lalu dibuang ke luar melalui air seni. Namun jika asam urat terlalu banyak atau terdapat gangguan ginjal, terjadilah penumpukan asam urat dalam tubuh. Inilah yang disebut hiperurisemia. meski menjadi pencetus gout, tapi keadaan hiperurisemia tidak selalu menjadi gout.

Akibat Kadar Asam Urat yang Tinggi

Akibat Kadar Asam Urat yang Tinggi
dedaunan.com

Patah tulang bisa saja terjadi pada kasus gout kronis. Penderitanya sudah terlalu lama menderita dan tidak mendapat pengobatan yang baik. Asam urat yang menumpuk dalam sendi bisa menggerogoti tulang di persendian sedikit demi sedikit. Tulang lalu mengalami deformitas atau perubahan bentuk gara-gara keropos. Akhirnya tulang mudah patah.

Gout dan kematian tidak berhubungan secara langsung. Gout sering dikaitkan dengan masalah kesehatan jantung, termasuk peningkatan tekanan darah atau hipertensi, penyakit pembulu darah jantung atau jantung koroner, bahkan kegagalan jantung. Keadaan hiperurisemia cukup berpengaruh terhadap peningkatan risiko terjadinya penyakit jantung.

Nah, saat ini banyak dilakukan penelitian mengenai ada tidaknya efek langsung hiperurisemia terhadap penyakit-penyakit tersebut. Jika terbukti mengalami gangguan jantung karena hiperurisemia maka kita harus waspada. Nah, gangguan jantung inilah yang mampu menyebabkan kematian, bukan goutnya secara langsung.

Perbedaan Asam Urat dengan Rematik

Perbedaan Asam Urat dengan Rematik
minyak-ajaib.com

Iklan di tv dan media cetak banyak yang menampilkan obat rematik, namun yang sering ditampilkan di iklan hanya sesuai dengan keluahan yang dirasakan masyarakat. Rematik di iklan biasa disebut sebagai pegal linu. Oleh karena itulah obat rematik dikenal masyarakat sebagai obat pegal linu. Padahal istilah rematik sangat luas, tidak sebatas pada pegal linu.

Pegal linu hanya salah satu keluahan saja. Beberapa penyakit yang termasuk dalam kategori rematik yaitu artritis gout, artritis rheumatoid, osteoartritis, dan lain-lain.

Mitos Tentang Asam Urat

Mitos Tentang Asam Urat
satujam.com

Kesalahan mendiagnosis penyakit akan mengakibatkan kekeliruan pemberian terapi. Namun kenyataannya banyak mitos seputar gout dan asam urat yang berlanjut melekat kuat dalam pola pikir masyarakat, di antaranya;

Mitos 1: Asam urat meyebabkan otot terasa nyeri

Anggapan lain yang senada dengan mitoss ini adalah asam urat adalah penyakit urat saraf. mitos ini muncul karena pemahaman yang berbeda dari kata “urat”. Untuk orang Jawa pada umumnya, urat diartikan sebagai serat otot. Padahal asam urat yang dimaksud dalam hal ini merupakan arti/terjemahan dari kata “urid acid“. Kata uric berarti air seni, air kemih, atau kencing.

Istilah ini diberikan oleh penelitian Aulus Cornelius Celsus pada tahun 30 M. Celsus menyebutkan bahwa, “Again thick urine, the sediment from which is white, indicates than pain and disease are to be apprehended in the region of joints…” Setiap orang yang diamati memiliki penyakit radang sendi gout, ternyata memiliki kencing yang demikian pekat dan berwarna keputih-putihan.

Endapan berwarna putih dan juga memiliki sifat asam pada kencing inilah yang oleh para ahli medis diketahui merupakan sebuah zat pengganggu, yaitu asam urat. Asam urat bukanlah penyakit otot maupun saraf, melainkan sendi.

Mitos 2: Pengobatan alami atau herbal lebih baik daripada obat-obatan untuk gout

Kolkisin merupakan obat yang pada umumnya dipakai dalam terapi gout, dibuat dari bunga musim gugur, yakni jenis Colchicum autumnale. Obat ini adalah terapi herbal yang digunakan sejak lebi 2000 tahun lalu. Meskipun demikian,kolkisin adalah obat dnegan efek samping yang sangat kuat berupa mual, mutah, dan diare bila dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Sama dengan kolkisin, separuh lebih terapi obat untuk mengatasi gout berasal dari ekstrak bahan alami yang mempunyai efek samping. Obat alami tersebut sangat baik jika dikonsumsi menurut dosis. Bila tidak sesuai dosis, malah efek sampingnya bertambah banyak.

Bahan alami seperti vitamin C bisa menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan cara meningkatkan pengeluaran melalui ginjal yang kemudian keluar dengan urin. Tetapi asam urat yang disaring secara berlebih malah menambah risiko batu asam urat di dalam ginjal.

Kalau Anda tidak terbiasa mengonsumsi vitamin C, kemudian tiba-tiba mengonsumsinya dalam dosis tinggi, hal ini malah dapat membahayakan. Anda bisa mendapat serangan gout disebabkan penurunan kadar asam urat di dalam darah secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya mengikuti resep apoteker/dokter ahli dalam mengonsumsi jenis obat dan dosis tepat.

Sebagian besar serangan gout dapat dihentikan dalam beberapa menit atau jam. Bahkan jika penyebab dasar gout dapat diatasi dengan cepat, yakni kondisi hiperurisemia (meningkatnya kandungan asam urat dalam darah yang melebihi ambang normal), Anda terhindar dari serangan gout.

Leave a Comment