Penjelasan Asites Beserta Penyebab, Jenis-jenis, Gejala dan Pengobatannya

ASITES ADALAH – Suatu kondisi ketika cairan mengisi dalam rongga abdomen disebut dengan asites. Pada umumnya asites terjadi apabila hati berhenti bekerja dengan baik. Cairan tersebut akan mengisi rongga antara organ dan abdomen yang sering disebut dengan kavitas abdomen atau peritoneal. Kavitas abdomen terletak di bawah kavitas dada dana mereka dipisahkan oleh diafragma.

Cairan asites bis mempunyai banyak sumber misalkan kegagalan ginjal, kegagalan jantung kongestif, kanker dan hepar.

Penyebab Asites

resiko asites
hellosehat.com

Penyakit hari lanjut atau sirosis merupakan penyebab terbanyak dari asites. Walaupun mekanisme pasti dai perkembangan asies masih belum dimengerti secara menyeluruh, teori pada umumnya menunjukan adanya hipertensi porta atau peningkatan tekanan pada aliran darah yang menuju ke hati yang berperan sebagai kontributor utama dalam penyebab asites.

Prinsip dasar ini  mirip dengan pembentukan edema pada bagian tubuh lainnya dikarenakan ketidakseimbangan tekanan di luar serta di dalam sirkulasi atau sistem tekanan yang tinggi di dalam serta d luar sirkulasi ataupun sistem tekanan yang tinggi yang berada di dalam. Penurunan Albumi (protein yang berada di dalam darah) dan tekanan darah protal merupakan beberapa hal yang bertanggung jawab dalam tekanan gradien yang bisa menimbulkan asites abdomen.

Penyebab lainnya dari asites berhubungan dengan gagal ginjal lanjut karena retensi umum cairan yang berada dalam tubuh dan peningkatana gradien tekanan dari gagal jantung kongestif.

Jenis-jenis Asites

tipe asites
hellosehat.com

Jenis asites secara tradisional terbagi menjadi 2 yaitu eksudat dan transudat. Hal ini didasari jumlah protein yang ditemukan dalam cairan. Sistem yang lebih maju menghitung jumlah albumin dalam cairan asites dibandingkan dengan albumin yang ada di dalam aliran darah atau serum. Hal tersebut disebut dengan SAAG (Serum Asites Graden Albumin).

  • Asiten yang ditimbulkan oleh penyebab lain seperti maligna atau pankreatitis mempunyai SAAG kurang dari 1,1.
  • Asites dikarenakan hipertensi portal seperti Budd-Chairi, gagal jantung kongestif dan sirosis yang pada umumnya memiliki SAAG lebih dari 1,1.

Faktor Resiko Asites

resiko asites
pishchevarenie.ru

Sirosis dari hepar merupakan penyebab terbanyak asites. Dan masih banyak faktor lain yang menyebabkan Sirosis dan asites yang serupa. Pada umumnya faktor resikonya yaitu penyalahgunaan alkohol jangka panjang, hepatitis B dan hepatitis C. Faktor resiko yang berpotensial lainnya yang terkait dengan kondisi ini misalnya penyakit ginjal. malingansi, dan gagal jantung kongestif.

Gejala Asites

gejala asites
truestressmanagement.com

Tidak ada gejala yang bisa dikaitkan dengan asites  terutama apabila kasusnya ringan seperti cairan di dalam rongga abdomen kurang dari sekitar 100 sampai 400 ml pada orang dewasa. Semakin banyaknya cairan yang terakumulasi akan terjadi peningkatan ukuran perut serta lingkar perut. Pada saat asites. membesar maka yang akan terjadi yaitu perut terasa nyeri, tidak nyaman dan kembung.

Selain itu sesak napas pun dapat terjadi jika terjadi pembesaran asites. Hal ini dikarenakan tekanan pada diafragma semakin meningkat dan migrasi cairan melintasi diaframa yang menimbulkan cairan di sekitar paru-paru atau biasa disebut dengan efusi pleura.

Terapi Pengobatan Asites

terapi pengobatan asites
Amelia.se

Sebagian besar pengobatan asites tergantung pada penyebab yang mendasari asites itu terjadi. Contohnya malignant ascites atau carcinomatosis peritoneal bisa diobati dengan kemoterapi dan reseksi bedah kanker, sedangkan manajemen ascites yang memiliki hubungan dengan gagal jantung dapat diarahkan untuk mengobati gagal jantung dengan pembatasan diert dan manajemen medis.

Dikarenakan sirosis hati merupakan penyebab utama dari asites, maka itu yang akan menjadi fokus utama di bagian ini. Berikut terapi pengobatan asites:

1. Diet

Dalam mengelola asites pada pasien sirosis pada umumnya melibatkan pembatasan natrium asupan makanan dan resep pil air (diuretik). Pembatasan garam (natrium) menjadi kurang dari 2 gram per harinya adalah langkah yang sangat sukses, praktis dan paling banyak direkomendasikan untuk pasien yang menderita asites.

2. Obat

Obat diuretik akan menimbulkan peningkatan ekskreasi air dan garam dari ginjal. Diuretik yang dianjurkan atau disarankan dalam pengaturan asites hati merupakan kombinasi dari furosemide (lasix) dan spironolactone (aldactone). Penggunaan dosis diuretik bisa ditingkatkan secara perlahan-lahan agar bisa mendapatkan respon yang tepat.

3. Terapi Parasintesis

Terapi paracentesis yaitu suatu terapi yang menempatkan jarum ke daerah perut, di bawah keadaan steril untuk bisa menyedot cairan di cavum peritoneal. Terapi ini bisa dilakukan untuk menghilangkan sejumlah besar cairan jika pasien tidak memberikan respon dengan baik atau tidak bisa mentolerir regimen pengobatan di atas.

4. Operasi

Bagi kasus yang terus berulang dan tidak sembuh, pilihan untuk operasi bedah dibutuhkan untuk bisa mengontrol asites. TIPS (Transjugular Intrahepatik Portosystemacin Shunt (TIPS) merupakan suatu prosedur yang dijalankan melalui vena utama pada leher (vena jugularis interna) dibawah pembiusan lokal oelh seorang ahli radiologi intervensi.

Prosedur ini sudah terbukti dapat mengurangi asites dan juga mengurangi penggunaan diuretik dalam sebagian besar kasus. Tetapi, hal ini terkait dengan komplikasi yang signifikasi contohnya ensefalopati hepatik, bahkan kematian.

5. Transplantasi Hati

Pada akhirnya, transplantasi hati bagi yang menderita sirosis lanjut bisa dianggap sebagai pengobatan untuk asites akibat gagal ginjal. Transplantasi hati dilakukan dengan proses yang amat rumit dan berkepanjangan serta memerlukan pemantauan yang cukup ketat.

Komplikasi Asites

komplikasi asites
www.froehli-therapeutics.ch

Komplikasi asites yang terkait kesulitan bernapas karena penekanan diafragma dan juga karena efusi pleura. Infeksi adalah komplikas seriuts lainnya. Pada pasien asites yang terkait dengan hipertensi portal, bakteri dari usus bisa secara spontan mengkontaminasi cairan asites yang akan menyebabkan infeksi. Hal ini biasa disebut dengan SBP (Peritonitis Bakteri Spontan). Respon imun pada asites sangat sedikit bahkan terbatas sehingga antibodi jarang pada asites.

Semua hal yang tertulis pada artikel ini bertujuan untuk informasi belaka. Senantiasa konsultasikan penyakit Anda ke dokter terdekat untuk kepastian keadaan Anda. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih.