Ataksia – Pengertian, Penyebab, Jenis, Gejala dan Cara Pengobatannya

ATAKSIA ADALAH – Apakah kamu mengetahui tanggal 25 September itu peringatan hari apa? Ya, tanggal 25 September adalah itu diperingati sebagai Hari Kesadaran Ataxia (Ataksia), Internasional. Hal ini bertujuan untuk lebih mewaspadai dan semua orang akan sadar akan penyakit ataksia ini.

Sebelumnya, apakah kalian pernah mengetahui atau setidaknya mendengar istilah penyakit ataksia ini?

Pengertian Ataksia

Ataksia adalah
doktersehat.com

Ataksia adalah sebuah kondisi neurologis yang berdampak pada masalah serta kecacatan dengan koordinasi fisik. Kecacatan koordinasi fisik ini dapat berupa pengelihatan, berjalan, menelan, berbicara atau keseimbangan tubuh. bahkan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti menulis atau makan pun para penderita ataksia akan merasa kesulitan.

Ataksia juga terjadi ketika bagian dari sistem yang mengendalikan gerakan mengalami kerusakan. Pada saat ini lah penderita ataksia akan mengalami kesulitan bahkan kegagalan dalam mengendalikan otot-otot kaki dan tangan.

Akibatnya, penderita ataksia akan mengalami gangguan keseimbangan, koordinasi dan gangguan GAIT (Glucosamine/chondroitin Arthritis Intervention Trial). Bahkan yang paling parah penyakit ataksia ini akan menyebabkan jantung.

Pada tahun 1980 dokter Nicholaus Friedreich berhasil mendeskripsikan penyakit ataksia, menurut beliau penyakit ataksia adalah penyakit yang dapat diturunkan lewat genetic dan tidak dapat dicegah. Berdasarkan penelitian yang tes genetik, ataksia mulai terjadi ketika dewasa.

Pada beberapa kasus yang terjadi, ataksia seringkali muncul pada umur 20 tahun hingga 30 tahun lebih. Bahkan ketika usia 60 tahun bisa terjadi.

Penyebab Ataksia

Ataksia adalah
medicalnewstoday.com

Penyebab dari penyakit ataksia adalah terdapat kerusakan pada bagian otak yang disebut cerebellum atau terdapat pula kerusakan lain pada sistem saraf tubuh. Sel saraf di otak kecil ini akan mengali kerusakan atau terjadinya degenerasi yang mengarah pada spinocerebellar ataxia.

Beberapa penyebab dari penyakit ataksia adalah sebagai berikut.

Keracunan

Jangan pernah mengkonsumsi obat tanpa resep atau anjuran dari dokter. Penggunaan obat tertentu bisa menyebabkan terjadinya keracunan. Jika terjadi keracunan maka penderita bisa mengalami ataksia ini.

Selain dikarenakan konsumsi obat yang salah, mengkonsumsi barbiturate, alcohol, keracunan logam berat, narkoba dan pengencer cat juga bisa menimbulkan keracunan.

Cerebral Palsy

Cerebal Palsy adalah gangguan yang terjadi dapat mengakibatkan otak bayi sehingga koordinasi gerakan tubuh akan hilang dan tidak berfungsi dengan baik.

Multiple Sclerosis (MS)

Multiple Sclerosis adalah sebuah penyakit yang dapat mempengaruhi sarat pusat dan bisa menjadi penyebab penyakit ataksia.

Transient Ischemic Attack (TIA)

Transient Ischemic Attack merupakan kondisi dimana terjadinya penurunan sementara aliran darah ke otak yang mengakibatkan koordinasi dalam beberapa saat. Meskipun Transient Ischemic Attack hanya mengganggu beberapa menit, namun jika kondisi ini sering terjadi bisa mengakibatkan penyakit ataksia.

Pasokan Oksigen dan Darah Terganggu

Penyakit yang dapat mengganggu pasokan oksigen dan darah adalah stroke. Jika pasokan oksigen dan darah terganggu maka otak akan kurang nutrisi serta oksigen. Akibat fatalnya adalah otak akan mengalami kematian sel-selnya.

Trauma Otak dan Saraf Tulang Belakang

Berhati-hatilah dalam menjaga kepala dan tulang belakang, biasanya jika terjadi cedera atau kerusakan pada bagian otak dan sistem saraf pusat maka ada kemungkinan terjangkitnya ataksia ini. Biasanya kondisi ini dinamakan serebal akut.

Penyebab terjadinya serebral akut ini adalah benturan pada kepala akibat kecelakaan atau terhantam benda tumpul atau keras yang cuku serius.

Selain itu, terdapat pula penyebab ataksia, yakni;

  • Infeksi bakteri termasuk meningitis atau ensefalitis
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif
  • Kanker
  • Paparan racun atau pestisida
  • Beberapa obat, termasuk benzodiazepin untuk kecemasan atau gangguan tidur
  • Kondisi autoimun, termasuk lupus
  • Epilepsi

Diganosis Ataksia

Ataksia adalah
dishyhealth.com

Untuk mengetahui penyakit ini maka harus dilakukan diagnosis terlebih dahulu. Akan dilihat seberapa cepat gejala ataksia yang berkembah serta riwayat penyakit pada masa lalu. Pemeriksaan akan lebih jelas jika dilakukan oleh dokter ahli saraf.

Tes yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ataksia adalah pengujian genetic, fungsi serta pencitraan otak dengan MRI atau CT-Scan. Berikut ini tes dalam mendiagnosis ataksia;

  1. Elektromiogram (EMG), bertujuan untuk mengukur seberapa banyak aktivitas listrik sel-sel otot.
    Studi penghantaran saraf, bertujuan untuk mengukur kecepatan saraf dalam meneruskan rangsangan.
  2. Elektrokardiogram (EKG), bertujuan untuk memberikan grafik aktivitas listrik dan pola denyut jantung.
  3. Ekokardiogram, bertujuan untuk merekam posisi dan gerakan otot jantung.
  4. Magnitec Resonance Imaging (MRI) atau Computed Tomography (CT) Scan, bertujuan untuk membuat pencitraan otak dan saraf tulang belakang.
  5. Spinal tap bertujuan untuk mengevaluasi cairan serebrospinal.
  6. Pemeriksaan darah dan urin bertujuan untuk mengetahui apakah kadar glukosa meningkat.
  7. Pemeriksaan genetik bertujuan untuk mengidentifikasi gen yang di pengaruhi.

Jenis-jenis Ataksia

Ataksia adalah
nationwidechildrens.org

Hingga saat ini telah tercatat sebanyak 50 jenis penyakit ataksia, tiap jenis dari ataksia ini memiliki spesifik. Dari 50 jenis ataksia yang ada, terdapat 3 jenis yang paling banyak menjangkit banyak orang.

Idiopathic Late Onset Cerebellar Ataxia (ILOCA)

Penyakit ataksia ini dimana otak kecil mengalami kerusakan progresif secara perhalan dari waktu ke waktu tanpa adanya faktor genetis yang menyertainya.

Herediter Ataxia (Ataksia Keturunan)

Penyakit ataksia ini dimana gejala berkembang secara perlahan dalam waktu bertahun-tahun dan yang menjadi faktor utama dari penyakti ataksia adalah genetik atau keturunan dari orang tua.

Acquired Ataxia (Ataksi Trauma)

Penyakit ataksia ini dimana timbul gejala ataksia karena mengalami trauma, stroke, multiple sclerosis (MS), kekurangan gizi, tumor otak, keracunan atau kendosi lain yang dapat menggangu sitem kerja saraf pusat.

Gejala Ataksia

Ataksia adalah
livestrongcdn.com

Jika terjadi gejala seperti dibawah ini maka waspada lah. Gejala penyakti ataksia adalah sebagai berikut.

  • Kehilangan kesimbangan tubuh.
  • Koordiansi otot tangan dan kaki hilang.
  • Terjadi masalah dalam menelan.
  • Gerakan mata yang tidak terkoordinasi (Nystagmus).
  • Terjadinya masalah dalam berbicara, agak terbata-bata dan sulit.
  • Tersandung ketika berjalan, menjadi tidak fokus.
  • Berjalan menjadi tidak kokoh atau goyah.
  • Hilangnya koordinasi antar anggota tubuh.
  • Mengalami berbagai masalah ketika melakukan aktifitas motorik halus seprti menulis, makan, memakai sepatu dan menggenggam barang.

Pengobatan Ataksia

Ataksia adalah
rsa.ugm.ac.id

Saat seseorang mengalami gejala diatas maka segeralah untuk menghubungi dokter. Sangat dianjurkan penderita ataksia ini mendapat terapi fisik untuk membantu membangunkan oto serta meningkatkan mobilitas.

Lalukan juga terapi okupasi untuk membantu penderita ataksia dalam belajar kembali mengerjakan aktivitas motorik halus. Jika penderita mengalami kesulitan berjalan yang cukup parah, maka berikanlah tongkat agar bisa belajar kembali.

Perawatan dokter menjadi sangat penting saat menangani kasus ataksia ini. Sebaiknya penderita ataksia terus diajak berkomunikasi agar mereka tidak merasa kesepian dan sambil berlatih berkomunikasi.