Indikasi Obat Antibiotik Azithromycin Beserta Efek Sampingnya

AZITHROMYCIN Azithromycin adalah obat antibiotik yang berguna untuk mencegah pertumbuhan bakteri di tubuh kita. Obat ini akan membuat bakteri tidak bisa berkembang biak karena terganggunya sintesis protein bakteri. Biasanya digunakan untuk mengobati infeksi akibat bakteri yang terjadi di telinga, kulit, dan lain-lain.

Zat azithromycin akan mengikat subunit 50S pada organel sel ribosom bakteri, sehingga akan mengganggu proses penerjemahan mRNA. Ribosom merupakan tempat menyalin kode genetik bakteri, apabila informasi genetik tidak dapat disalin maka bakteri tidak akan bisa membelah diri atau berkembang biak.

Agar bakteri tidak menjadi kebal terhadap obat ini dan semakin menyebar luas, sebaiknya mintalah saran ke dokter. Hal itu akan mencegah bakteri menjadi kebal, karena dokter akan benar-benar memastikan terlebih dahulu bahwa bakteri masih sensitif terhadap azithromycin.

Dikarenakan azithromycin termasuk obat antibiotik, sehingga obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus, seperti flu atau pilek. Obat ini bisa dibeli di apotek dan dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, sirup, dan cairan injeksi dengan berbagai merk dan nama generik.

Indikasi Obat Azithromycin

azithromycin
hecpharm.de

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa obat ini bekerja dengan cara mencegah perkembangbiakan bakteri. Sehingga azithromycin biasa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit infeksi akibat bakteri. Berikut beberapa penyakit yang bisa diobati oleh azithromycin.

  1. Mencegah dan mengobati eksaserbasi kronis pada penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang disebabkan oleh bakteri H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae. Dampak dari profilaksis jangka panjang harus dipertimbangkan sesuai dengan keadaan pasien. Karena berisiko menyebabkan kardiovaskular dan lainnya.
  2. Penyakit sinusitis akut yang disebabkan oleh bakteri H. influenzae, M. catarrhalis, atau S. pneumoniae.
  3. Community-acquired pneumonia karena C. pneumoniae, H. influenzae, M. pneumoniae, atau S. pneumoniae.
  4. Otitis media akut karena bakteri H. influenzae, M. catarrhalis atau S. pneumoniae. Azitromisin bukan obat yang dikhususkan untuk kondisi ini. Biasanya lebih sering digunakan amoxicillin atau antibiotik beta laktam lainnya.
  5. Mengobati faringitis atau tonsilitis karena bakteri S. pyogenes. Obat ini adalah pilihan kedua jika pengobatan menggunakan pilihan utama tidak bisa digunakan.
  6. Mengobati infeksi kulit dan struktur kulit tanpa komplikasi karena S. aureus, S. pyogenes, atau S. agalactiae.
  7. Uretritis dan servisitis yang disebabkan oleh C. trachomatis atau N. gonorrhoeae.
  8. Mengobati penyakit kelamin ulkus (chancroid) atau sifilis pada pria karena H. ducreyi.
  9. Azithromycin yang dicampur dengan ceftriaxone bisa digunakan untuk mengobati penyakit kelamin gonore atau raja singa.
  10. Dalam kombinasi dengan ceftriaxone, Azithromycin adalah bagian dari pengobatan gonore atau ‘raja singa’. Zat aktif dalam obat ini berfungsi sebagai monoterapi dalam banyak pengobatan, tetapi kombinasi dengan ceftriaxone atau cefixime disarankan karena kecilnya hambatan bakteri menjadi resisten.

Efek Samping Azithromycin

azithromycin
drug-testing-kits.com

Seperti halnya obat-obatan lain, azithromycin juga memiliki efek samping. Adapun efek samping yang biasa terjadi yakni diare (5%), mual (3%), nyeri perut (3%), dan muntah. Selama ini hanya kurang dari 1% orang yang berhenti mengonsumsi obat ini akibat timbulnya efek samping.

Segera cari pertolongan medis darurat secara langsung jika Anda mengalami salah satu dari gejala-gejala berikut:

  • Sakit dada
  • Kejang
  • Pembengkakan kaki atau pergelangan kaki
  • Radang usus besar (tandanya adalah sakit perut, diare akut, dan lemas)
  • Tertimbunnya cairan antara paru-paru dan dinding dada (gejala termasuk nyeri dada atau berat, atau susah bernapas)
  • Sel darah putih rendah. Hal ini umumnya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan darah, gejala yang dapat diamati adalah tubuh menjadi lemah, lelah, sesak napas, atau mengalami infeksi yang sulit disembuhkan.

Peringatan dan Perhatian

peringatan azithromycin
barrons.com

Agar tidak timbul efek samping yang tidak diinginkan, sebelum menggunakan obat ini sebaiknya Anda memperhatikan beberapa peringatan berikut ini.

  1. Obat ini bisa mengakibatkan implus listrik ke jantung menjadi tidak stabil, sehingga detak jantung menjadi tidak teratur. Oleh karena itu sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter apabila sebelumnya pernah mempunyai riwayat penyakit jantung.
  2. tidak dianjurkan untuk meminum alkohol ketika menggunakan obat ini. Dikarenakan dapat meningkatkan resiko timbulnya efek samping yang disebabkan oleh azithromycin, seperti pusing dan sakit perut.
  3. Azithromycin biasanya aman digunakan oleh ibu hamil. Akan tetapi sebaiknya Anda meminta saran terlebih dahulu ke dokter jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil sebelum mengonsumsi obat ini.
  4. Meskipun masih belum diketahui apakah azithromycn terkandung dalam air susu ibu, sebaiknya beritahu dokter jika Anda sedang menyusui sebelum menggunakannya.
  5. Obat ini kemungkinan dapat menyebabkan kontraindikasi jika digunakan secara bersamaan dengan obat-obatan lainnya. Oleh karena itu beritahu dokter atau apoteker apabila Anda sedang mengonsumsi obat lainnya.

Demikian penjelasan mengenai indikasi azithromycin beserta efek samping dan peringatan yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya. Terakhir jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Semoga bermanfaat dan berguna bagi Anda. Salam.