BABY BLUES

Baby Blues: Ketika Istri Butuh Perhatian Lebih, Suami Wajib Tahu!

BABY BLUES – Melahirkan bayi adalah suatu peristiwa sangat penting yang dinantikan oleh sebagian besar kaum perempuan. Dengan berperan sebagai seorang ibu, seorang perempuan dapat merasakan hidupnya menjadi lebih berarti dan bermakna. Namun tidak demikian halnya dengan sebagian kecil perempuan yang justru merasa sedih, jengkel, lelah, ingin marah saja, putus asa dalam mengerjakan tugasnya sebagai seorang ibu, inilah fonomena depresi pasca melahirkan.

Pasca melahirkan atau post partum, akan muncul perasaan pada diri sendiri seorang ibu merasa senang, haru sekaligus lega karena perjuangan selama 9 bulan masa kehamilan dan proses melahirkan telah terlewati dengan selamat. Kini hadir buah hati yang akan senantiasa menemani hari-hari ibu. Namun beberapa hari kemudian, justru perasaan senang yang dihinggapi kini berubah menjadi penuh kesedihan dan khawatir. Kondisi ini dinamakan sebagai Baby Blues Syndrome.

Sebagian wanita dapat menyesuaikan diri dengan baik, setelah melahirkan, istri biasanya bersemangat dalam mengasuh bayinya, namun sebagian lagi gagal menyesuaikan diri dan mengalami gangguan psikologis seperti merasa sedih, jengkel, lelah, marah dan putus asa dan perasaan-perasaan itulah yang membuat seorang ibu enggan mengurus bayinya, yang oleh para ahli disebut Postpartum Blues atau Baby Blues.

Apa itu Baby Blues?

Apa itu Baby Blues
clickinmoms.com

Baby Blues Syndrome (BBS) adalah depsresi ringan yang dialami ibu setelah melahirkan. Baby Blues dipengaruhi oleh ketidaksiapan ibu untuk melahirkan, termasuk kesulitan menyusui, ketidakmampuan memandikan bayi, dan kekurangan pengetahuan tentang cara-cara menangani bayi.

Menurut National Mental Health Association pada tahun 2009, Baby Blues biasanya dialami oleh ibu selama 3 – 4 hari setelah melahirkan, namun menghilang setelah beberapa minggu. Baby Blues disebut juga maternity blues atau postportum blues (PPB)

Gejalanya berupa gangguan emosi seperti sering menangis, murung, panik, mudah marah dan disertai gejala depresi seperti mood swing, gangguan tidur dan selera makan, serta gangguan konsentrasi yang terjadi akibat perubahan hormonal. Gejala PPB yang berlangsung lebih dari dua minggu dan menetap pada ibu post partum dapat berkembang ke arah PPD

Faktor Penyebab Baby Blues

Faktor Penyebab Baby Blues
getsy.lk

Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya Baby Blues. Faktor hormon seringkali  disebut menyebabkan ibu mengalami baby blues syndrome. Penurunan secara drastis kadar hormon estrogen, prolaktin dan progesteron serta hormon lainnya yang diproduksi oleh kelenjar tiroid yang akan menyebabkan ibu sering mengalami rasa lelah, depresi dan penurunan mood. Kadar Hormon prolaktin dan progesteron secara signifikan berhubungan dengan depresi.

Selain faktor hormonal tersebut, dukungan keluarga khususnya suami merupakan faktor terbesar untuk memicu terjadinya Baby Blues. Hal ini dikarenakan perhatian dan dukungan suami adalah strategi yang penting buat sang istri ketika merasa stress. Dukungan suami begitu pentingnya dan perhatian serta kerelaan untuk melakukan kerjasama dalam mengurus rumah tangga dari suami selama proses mengandung dan melahirkan.

Sebuah hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukan,  diketahui bahwa ada hubungan dukungan suami dengan kejadian Postpartum Blues pada ibu, meski pada penelitian tersebut tidak disebutkan apakah tingkat pendidikan, usia, status kehamilan, pekerjaan memengaruhi ibu Postpastum Blues.

Bagaimana Penanganan Baby Blues

Bagaimana Penanganan Baby Blues
clickinmoms.com

Penanganan Baby Blues salah satunya berupa dukungan sosial. Dukungan sosial yang dimaksud adalah keberadaan atau kemampuan seseorang dimana individu dapat bergantung padanya, yang menunjukkan kalau dia peduli terhadap individu, bahwa individu ini berharga dan dia mencintai atau menyayangi individu yang bersangkutan. Dukungan sosial dapat diberikan dalam berbagai bentuk, yaitu dukungan emosional, dukungan berupa penghargaan, dukungan berupa bantuan langsung dan dukungan informasional.

Beragam masalah yang didapatkan oleh ibu yang terkena Baby Blues Syndrome pada masa ini sangat dibutuhkan bantuan atau dukungan sosial dari orang-orang terdekat terutama dukungan suami untuk meringankan beban stress yang dialaminya. Dukungan sosial dideskripsikan sebagai suatu kesenangan, perhatian, penghargaan atau bantuan yang dirasakan oleh orang lain, atau kelompok yang dapat berfungsi sebagai alat bantu untuk melakukan penyesuaian diri terhadap stress

Ibu yang mengalami Baby Blues membutuhkan dukungan sosial terutama dari pasangannya yaitu suaminya. Suami adalah orang pertama dan utama dalam memberikan perhatian, cinta kasih, perasaan melindungi secara jasmani dan rohani. Dukungan yang dirasakan istri dari suaminya akan mengurangi kerisauan, kekhawatiran, kepanikan, kegelisahan dan ketakutan yang dialami istri.

Peranan Suami dalam Mengatasi Postpartum Depression Istri

Peranan Suami dalam Mengatasi Postpartum Depression Istri
clickinmoms.com

Dukungan suami atau orang terdekat memberi cinta dan perasaan berbagi beban, dengan dukungan tersebut dapat melemahkan dampak stress atau tekanan yang disebut efek penyangga (buffering effects) dan secara langsung mengokohkan mental individu. Dukungan sosial suami dapat diwujudkan antara lain; dukungan emosi,dukungan finansial dan dukungan penilaian serta dukungan informasi,.

Perhatian dan dukungan suami ini akan menumbuhkan kepercayaan diri istri dan harga diri sebagai seorang istri. Ia merasa yakin bahwa ia tidak hanya tepat sebagai istri, tapi juga akan  bahagia menjadi calon ibu bagi anaknya. Perasaan yakin dan bahagia ini membuat jiwa calon ibu lebih matang dan stabil.Sebaliknya, calon ibu yang tidak bahagia dan tidak mempunyai keyakinan karena kurang mendapatkan perhatian dan dukungan dari suaminya dapat menyebabkan ketidakstabilan emosi dan malah menjadi pemicu timbulnya Baby Blues.

Melihat dari uraian di atas, pengenalan Baby Blues Syndrome sebagai bentuk gangguan emosional yang berisiko terjadinya depresi pospartum dengan berbagai dampak yang menyertainya sangatlah penting. Bagi para ibu, kelahiran seorang anak sebetulnya tidak sederhana seperti yang terlihat. Sebaliknya, kelahiran buah hati biasanya membanjiri seorang ibu dengan sejumlah peristiwa baru, terutama yang berkaitan dengan perubahan peran dan gaya hidup dalam kehidupan rumah tangga, bersuami istri, serta perubahan identitas sebagai ayah dan ibu.

Bagi perempuan, pengalaman menjadi seorang ibu adalah hal yang seringkali diimpikan, selalu dinantikan. Namun pada kenyataannya, perubahan peran tersebut tidak selamanya membawa perasaan-perasaan yang menyenangkan sehingga sangat dibutuhkan dukungan sosial suami.

So, buat Anda kaum ayah, ini adalah waktu pembuktian cinta terhadap pasanganmu, berikan perhatian lebih pada istrimu untuk melewati masa-masa sulitnya.

Leave a Comment