bahaya bulu kucing, serius?

Bahaya Bulu Kucing, Hoax atau Fakta?

Siapa yang tak tau kucing? hewan lucu nan menggemaskan ini dari dulu selalu menjadi hewan favorit untuk dipelihara. Para pecinta kucing tentu sangat senang berdekatan, bermain main, atau minimal bersentuhan dengan kucing mungil satu ini. Tapi apa pernah tersirat di benak kita, sisi lain dari kucing? yang bukan hanya menggemaskan, tapi bisa mengundang banyak penyakit? Salah satunya adalah penyakit dari bulu kucing. Bagaimana bahaya bulu kucing sebenarnya?

Kebiasaan kucing sering bermain main di luar, di tempat yang kotor, dan berguling guling di tanah membuat bulunya bersinggungan langsung dengan parasit dan kuman-kuman di alam bebas. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kebersihan kucing tersebut, dan dalam beberapa kasus, ibu hamil sangat rentan dengan bulu kucing yang sudah terkontaminasi.

Bahaya Bulu Kucing Terhadap Manusia

bahaya bulu kucing, fakta atau hoax?
kapanlagi.com

Ragam efek samping dan bahaya kucing telah kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya, salah satunya alodokter.
Berikut bahaya bulu kucing untuk kesehatan manusia:

1. Penyakit Ringworm (kurap)

Lebih familiar disebut kurap. Penyakit dengan ciri berwarna coklat, membentuk lingkaran dan bersisik ini ditularkan lewat bulu kucing, dan biasanya menular dengan interaksi semacam belaiain terhadap si kucing

2. Penyakit Cakar Kucing

Penyakit cakar kucing? apa itu? penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae biasanya menyebar ke tubuh manusia lewat cakaran atau gigitan, tapi tidak menutup kemungkinan juga, penyakit ini menyebar lewat sekaan ke mata dengan tangan yang telah terkena bakteri sehabis membelai kucing.

Orang orang yang terkena penyakit ini mempunyai ciri dan gejala khusus, misal: muncul benjolan kecil kecil selama 10 hari yang diiringi dengan muntah, mual, menggigil, gampang lelah, demam, peradangan.

Penyakit ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya dan menimbulkan efek serius terhadap orang yang mempunyai kekebalan tubuh yang bagus. Namun, bagi penderita HIV/AIDS atau gangguan kekebalan tubuh akan berdampak buruk jika terkena penyakit ini.

3. Alergi

Bulu kucing menyebabkan alergi? Sebenarnya bulu bukan penyebab langsung alergi, tapi urine dan liur yang menempel pada bulu kucing, ketika kucing sering menjilati bulunya.

Reaksi alergi dapat menyebaban efek yang berbeda beda pada setiap individu. Tapi reaksi yang umum terjadi adalah bersin, pilek, mata gatal, dan beberapa kasus sering terjadi asma dan tekanan pada sinus

4. Toksoplasma

Penyakit toksoplasma disebabkan oleh Toxoplasma Gondii, parasit yang awalnya hidup di usus kucing. Namun parasit ini dapat menular dan hidup dalam tubuh manusia, dengan perantara penularan melalui feses yang terjangkiti parasit, karena kebiasaan kucing yang suka membersihkan bekas fesesnya dengan lidah sehingga parasit tadi bisa menempel di lidah, dan pada akhirnya lidah yang terinfeksi tadi bersentuhan langsung dengan bulu kucing yang sering kita belai.

Penyakit ini sangat berbahaya untuk ibu hamil, karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin. Jadi sangat disarankan untuk menjauhkan kucing dari ibu hamil.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

bahaya bulu kucing, benarkah?
bintang.com

Sangat perlu bagi kita, terutama pecinta hewan untuk tau sisi positif, negatif, dan cara penanganan yang baik bagi kucing kesayangan.

Hal yang tentu perlu diperhatikan ketika memelihara kucing adalah merawat kesehatan dan menjaga kebersihan kucing, baik dengan selalu memandikannya, memberi makanan sehat, memeriksa kesehatan serta memberi vaksin kucing kesayangan.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah selalu menjaga kebersihan badan, terutama tangan dengan rutin mencuci tangan sehabis bermain main dengan kucing serta selalu mengedukasi keluarga tentang perawatan yang benar terhadap kucing dan kebersihan diri sendiri.

Tentu kita tidak mau kan? Mengorbankan keluarga hanya karena malas atau tidak tau penanganan kucing yang benar. Jadi sebaiknya kita selalu mengedukasi diri dan keluarga, kalau perlu berkonsultasi ke dokter sebelum memelihara kucing.

Alangkah baiknya mencegah sebelum mengobati.

Leave a Comment