Bahaya Perokok Pasif Beserta Dampaknya

BAHAYA PEROKOK PASIF Konsumsi rokok dan tembakau adalah salah satu faktor risiko utama yang menyebabkan terjadinya bermacam-macam penyakit tidak menular seperti kardiovaskuler, stroke, kanker paru, kanker mulut, dan penyakit kelainan kehamilan. Karena penyakit-penyakit tersebut menyebabkan terjadinya banyak kematian, termasuk di negara indonesia ini.

Bahaya Perokok Pasif

Bahaya Perokok Pasif Beserta Dampaknya
http://3.bp.blogspot.com/
Konsumsi tembakau membunuh satu orang tiap detiknya.Global Youth Survey(GYTS) Indonesia pada tahun 2006 melaporkan bahwa lebih dari 1/3 (37,3%) pelajar biasa mengkonsumsi rokok, anak laki-laki lebih tinggi dari perempuan, yaitu pada anak laki-laki dengan persentase 61,3% pengguna, sementara pada anak perempuan sebesar 15,5% pengguna.
Tidak ada cara yang aman untuk mengkonsumsi rokok kecuali dengan menghentikannya sama sekali. Meskipun dipasar banyak tersedia rokok dengan kandungan nikotin yang rendah namun hal tersebut tidak benar, bahwa rokok yang rendah nikotin tidak berdampak pada kesehatan tubuh. Pendapat bahwa rokok dengan kadar nikotin yang rendah tidak berbahaya hanyalah untuk membenarkan tindakan semata.
Satu hal jika ingin hidup dengan sehat dan tidak ingin merasakan gangguan kesehatan, tidak ada kompromi,yakni berhenti dan jangan pernah mengkonsumsi rokok.Dalam sebuah penelitian penentuan kadar nikotin dalam sebatang rokok sangatlah banyak.
Perbedaan ini selain disebabkan karena adanya perbedaan dalam pembentukannya, ditambah juga dikarenakan asap rokok arus samping yang terus menerus dihasilkan selama rokok menyala walaupun tidak sedang dihisap.
bisa dikatakan bahwa kadar nikotin yang dilepaskan ke atas udara lebih besar dari yang dihisap oleh perokok. Hal ini memberikan buktikan bahwa perokok pasif sendiri lebih berbahaya dari perokok aktif (Susanna dkk, 2003).
Dalam sebuah penelitian lain oleh Nasution dari Universitas Sumatera Utara tentang perihal perilaku merokok pada remaja, dan mendapat kesimpulan bahwasannya perokok pada umumnya dimulai pada saat usia remaja (diatas 13tahun). Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pemicu para remaja merokok, yaitu disebabkan oleh faktor psikologis juga dalam mengatasi rasa stres.
Semakin banyak stres yang didapatkan, maka semakin banyak rokok yang mereka gunakan. Menurut penelitian di Indonesia, terdapat 31% responden mulai merokok yang berusia 10-17 tahun, 11% responden pada usia 10 tahun atau kelas lima dan enam SD. Di Jakarta tepatnya bagian Selatan yang mengonsumsi kisaran anak berusia 12-18 tahun, 80%-nya telah menjadi perokok.
Persentase pada penduduk  yang memiliki umur >15 tahun adalah 35,4persen aktif merokok(65,3 persen laki-laki dan 5,6 persen wanita), ini artinya 2 diantara 3 orang laki-laki adalah perokok aktif.
Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 prevalensi penduduk yang pertama kali mulai merokok tiap hari pada kelompok umur 5-9 tahun di Sulawesi Utara yaitu 1,1%. Pada kelompok umur 10-14 tahun yaitu 16,6%danpada kelompok umur 15-19 tahun yaitu 44,7% (Riskesdas, 2010).
Hal ini menunjukkan pada anak usia sekolah Menegah Pertama dengan umur berkisar  11-15 tahun sudah tercatat ada yang sudah merokok. Adanya pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat berperan penting untuk dapat terbentuknya tindakan seseorang.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Seseorang Merokok

Bahaya Perokok Pasif Beserta Dampaknya
http://hitput.com

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa perilaku merokok seseorang sangat dipengaruhi oleh perilaku merokok keluarga, terutama perilaku merokok ayah. Seseorang juga akan terdorong untuk merokok ketika ada teman atau rekan yang juga merokok, karena merokok adalah salah satu cara bersosialisasi dan menjalin pertemanan.

Konsumsi rokok per hari masyarakat Indonesia adalah 12,3 batang rokok, dan jika dihitung lagi, dalam satu bulan seseorang akan menghabiskan uang sekitar Rp. 375.000 untuk membeli rokok. Ketika merokok, seseorang akan merasakan dampak positif, diantaranya adalah merasakan kenikmatan, merasa tenang, dan merasa puas.

Meskipun seseorang merasakan dampak positif dari merokok, namun tidak menutup kemungkinan jika seseorang tersebut memiliki keinginan untuk berhenti merokok, karena pada dasarnya seorang perokok mengetahui efek yang berbahaya dari merokok.

Faktor yang mendorong seseorang untuk berhenti merokok pun bermacam-macam, yang pertama faktor kesehatan, lalu pengeluaran yang berlebih untuk membeli rokok, dan faktor lingkungan sekitar. Salah satu cara yang digunakan seseorang untuk membantu berhenti merokok adalah menggunakan rokok elektrik.

Rokok elektrik akan memberikan sensasi rasa yang lebih enak daripada rokok tembakau. Rokok elektrik juga akan membuat seseorang merasa tenang sebagaimana rokok tembakau. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan seorang perokok tembakau beralih ke rokok elektrik dikelompokkan menjadi dua, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal mencakup persepsi dan pengetahuan seseorang mengenai rokok tembakau. Ketika seseorang mencoba rokok elektrik untuk pertama kali, rata-rata mereka akan merasakan rasa yang lebih enak daripada rokok tembakau dan aroma yang lebih wangi dari rokok tembakau.

Hal ini akan membentuk persepsi positif seseorang terhadap rokok elektrik, dan ketika seseorang sudah memiliki persepsi positif terhadap sesuatu, seseorang tersebut akan merasa tertarik dengan hal yang dipersepsikan positif tersebut.

Faktor internal lain yang mempengaruhi pengambilan keputusan seorang perokok tembakau beralih ke rokok elektrik adalah pengetahuan seseorang tersebut.