Apa Itu Bakteri Staphylococcus Aureus dan Macam-macam Bahayanya

BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS – adalah bakteri coccus gram positif, bentuknya bergerombol dan tidak teratur ibarat grombolan anggur.

Bakteri Staphylococus Aureus tumbuh pada media padat dan cair seperti BAP (Blood Agar Plate) dan NA (Nutrien Agar) dan aktif melakukan metabolisme, bisa fermentasi karbohidrat dan memproduksi bermacam-macam pigmen dari putih sampai kuning.

Bakteri Staphylococcus Aureus

Bakteri Staphylococcus Aureus
kampuskesehatan.com

Bakteri Staphylococus Aureus bisa didapati pada permukaan kulit yang berfungsi sebagai flora normal, terutama pada sekitar mulut, hidung, sekitar anus dan alat kelamin. Bisa menimbulkan infeksi pada luka, biasanya berupa abses yang merupakan kumpulan nanah atau cairan pada jaringan yang ditimbulkan oleh infeksi.

Jenis-jenis abses yang jelas diantaranya radang akar rambut (folliculitis), dan bengkak (boil). Infeksi oleh bakteri staphylococus aureus bisa menimbulkan sindroma kulit. Infeksi staphylococus aureus bisa menular selagi ada nanah yang keluar dari hidung atau lesi.

Selain itu juga jari jemari dapat membawa Infeksi staphylococus aureus dari satu bagian tubuh yang luka ke bagian tubuh yang lainnya.

Penemuan Bakteri Staphylococcus Aureus

Staphylococcus aureus adalah nama spesies yang termasuk bagian dari genus Staphylococcus. Bakteri ini pertama kali diteliti dan dikembangkan oleh Pasteur dan Koch, kemudian diamati secara lebih rinci oleh Ogston dan Rosenbach pada era 1880-an.

Nama genus Staphylococcus diciptakan oleh Ogston karena bakteri ini, dalam pengamatan mikroskopis bentuknya seperti setangkai anggur, sedangkan nama spesies aureus diciptakan oleh Rosenbach karena dalam biakan murni, koloni bakteri ini terlihat memiliki warna kuning-keemasan.

Rosenbach juga mengatakan bahwa staphylococus aureus adalah penyebab infeksi terhadap luka dan furunkel. Sejak itu staphylococus aureus dikenal secara luas menjadi penyebab infeksi terhadap pasien pneumonia dan pascabedah terlebih lagi pada musim dingin/hujan.

Ciri Khas Infeksi yang Disebabkan Oleh Staphylococus Aureus

Ciri khas infeksi yang disebabkan oleh staphylococus aureus adalah radang supuratif (bernanah) di jaringan lokal dan biasanya menjadi abses. Manifestasi klinis yang paling umum ditemukan ialah impetigo pada anak-anak dan furunkel pada kulit.

Infeksi superfisial ini bisa menyebar (metastatik) pada jaringan yang lebih dalam menimbulkan artritis, osteomielitis, endokarditis dan abses terhadap otak, ginjal, paru-paru, serta kelenjar mammae. Pneumonia yang penyebabnya staphylococus aureus biasanya merupakan suatu infeksi sekunder sesudah infeksi virus influenza.

staphylococus aureus dikenal sebagai bakteri yang paling sering timbul pada luka pasca bedah sehingga menyebabkan komplikasi.

Sumber komplikasi pada infeksi pasca bedah ini diantaranya berawal dari penderita carrier yaitu perawat, petugas kesehatan atau bisa juga dokter yang terlibat dalam pembedahan dan perawatan pasien dan peralatan medis yang tercampur bakteri atau kuman. Bila terjadi bakteriemia, infeksi bisa bermetastasis pada berbagai organ.

Kenali Bahaya Bakteri Staphylococcus Aureus

Bakteri Staphylococcus Aureus
jellygamatgoldgasli.web.id

Sekitar 30% orang mempunyai bakteri jenis staphylococus aureus dalam hidungnya . Bakteri ini, sebenarnya tidaklah menyebabkan bahaya apa pun, cuma terkadang bakteri staphylococcus aureus ini bisa mengaibatkan infeksi, dan infeksi tersebut bisa serius dan akibatnya bisa fatal.

Dapat Menyebabkan Penyakit Serius

Staphylococcus adalah kelompok bakteri yang dapat menimbulkan sejumlah penyakit sebagai sebuah akibat dari infeksi dalam jaringan tubuh Anda.

Beberapa infeksi yang ditimbulkan aikibat bakteri Staphylococcus aureus adalah:

1. Infeksi Kulit

Siapa pun bisa mengalami infeksi kulit yang ditimbulkan oleh jenis bakteri Staphylococcus aureus. Orang yang memiliki resiko besar terkena infeksi kulit, disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus adalah orang yang mempunyai luka atau sekedar goresan terbuka, dan bisa juga karena melakukan kontak langsung dengan seseorang yang terkena infeksi kulit ini.

Penyakit kulit yang ditimbulkan akibat bakteri ini di antaranya selulitis, bisul, impetigo, dan Staphylococcal scalded skin syndrome. Biasanya, infeksi ini akan menjadikan kulit Anda memerah, sakit, bengkak, dan terkadang terdapat nanah.

2. Penyakit Bakteremia (Sepsis)

Tidak sekedar kulit, bakteri staphylococcus aureus juga bisa menimbulkan penyakit bakteremia. Penyakit bakteremia ialah penyakit yang mana ditemukan bakteri menyebar terhadap sirkulasi darah Anda. Bakteri yang mengakibatkan penyakit ini ialah streptococcus pneumoniae, Salmonella, dan staphylococcus aureus.

Beberapa gejala dan tanda jika Anda terinfeksi penyakit ini ialah demam dan tekanan darah menjadi rendah. Bakteri ini bisa membuat perjalanan yang cukup jauh terhadap tubuh Anda untuk menimbulkan infeksi pada organ dalam, misal jantung, otak, atau paru-paru.

Selain itu juga, bakteri ini bisa menyerang otot dan tulang, serta perangkat implan operasi (semisal alat pacu jantung atau sendi buatan).

3. Osteomielitis

Osteomielitis merupakan penyakit infeksi tulang. Infeksi ini ditimbulkan karena bakteri atau kuman seperti staphylococcus aureus yang awalnya menginfeksi kulit, tendon atau otot, kemudian merayap ke tulang. tersebarnya Infeksi ini melalui darah atau sehabis Anda melakukan operasi pada tulang.

Beberapa orang yang mempunyai risiko besar mengidap penyakit ini ialah cuci darah, penderita diabetes, mengalami gangguan pada peredaran darah, pengguna narkoba suntik, dan orang yang mempunyai sistem kekebalan tubuhnya lemah.

Gejalanya mencakup keringat berlebih, rasa nyeri pada tulang, menggigil dan demam, muncul perasaan gelisah, sakit, sampai pembengkakan, dan ditemukan luka terbuka yang bernanah.

Penyakit yang Ditimbulkan Oleh Bakteri Staphylococcus Aureus

Terlihat mengerikan, tapi beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri staphylococcus aureus itu bisa diobati dengan melalui beberapa cara. Di antaranya yaitu:

  • Dengan antibiotik yang tepat, termasuk juga antibiotik oral.
  • Operasi untuk pengangkatan dari jaringan mati yang sudah terinfeksi.
  • Menghilagkan benda asing, seperti implan dan jahitan yang kira-kira bisa menjadi penyebab terjadinya infeksi.
  • mengobati penyakit kulit sedari awal yang bisa menyebabkan, misalnya penyakit eksim atopik.