Bakteri Streptococcus – Pengertian, Penyebab, Gejala serta Cara Pengobatannya

BAKTERI STREPTOCOCCUS PNEUMONIAE– Saluran pada pernafasan sering terkena infeksi oleh patogen, karena ada hubungan langsung dengan lingkungan sekitar dengan cara terus menerus terhampar dengan mikroorganisme yang diperoleh didalam udara yang dihirup. Mikroorganisme yang dijumpai di udara bisa berasar dari air, tanah, hewan, dan sumber-sumber lain sebagainya.

Adanya lingkungan pada saluran pernafasan yang hangat dan lembab adalah tempat yang optimal untuk perkembangan mikroorganisme, dan salah satu bakteri-bakteri yang mengakibatkan terjadinya infeksi pada saluran pernafasan adalah Streptococcus Pneumoniae 

Berikut ini akan ada pembahasan-pembahasan lebih dalam lagi tentang bekteri Streptococcus.

Pengertian Bakteri

bakteri Streptococcus
editiontruth.com

Bakteri ialah merupakan suatu kelompok yang jumlahnya sangat banyak dan beredar luas dibandingkan dengan kelompok-kelompok lainnya di bumi. Pada umumnya bakteri itu adalah kelompok bersel tunggal (Uniseluler) prokariot/prokariota, tidak mempunyai kandungan klorofil, dan memiliki ukuran sangat kecil/ mikroskopik.

Bakteri, awalnya bakteri berasal dari kata bahasa lain yang mana arti dari kata bahasa lain itu bacterium. Bakteri ini bisa mempunyai jumlah jenis yang mana jumlah dan jenis-jenisnya bisa mencapai ratusan ribu atau lebih dari ratusan ribu.

Dalam perkembangan bakteri maupun melewati peningkatan-peningkatan jumlah atau penambahan jumlah-jumlah pada sel-sel sangat berpengaruh dari beberapa faktor, yaitu seperti suhu temperatur, seperti ph, kandungan pada garam, sumber gizi/nutrisi, zat kimia, dan zat-zat sisa metabolisme.

Pengertian Streptococcus Pneumoniae

Bakteri Streptococcus
obatalternatifpenyakitsinusitis.wordpress.com

Streptococcus pneumoniae ialah penunggu dibagian saluran pernapasan pada manusia dan dapat mengakibatkan pneumonia, otitis, sinustis, bronchitis, meningitis, bakteremia, dan proses-proses terjadinya infeksi pada saluran-saluran lainnya.

Streptococcus pneumoniae ini berbentuk seperti koloni bulat kecil, yang pada awalnya berbentuk seperti kubah lalu tumbuh lekukan-lekukan pada bagian tengahnya dan bagian pinggiran yang semakin tinggi dan a-hemolisis pada darah.

Perkembangan pada bakteri pun ditinggikan dengan tinggi 5 sampai 10 persen CO2. Kekuatan yang didapat kebanyakan dari fermentasi glukosa yang diiringi oleh proses pembentukan asam laktat, dan yang membatasi pada pertumbuhan.

Setelah di teliti lebih jelas lagi, ternyata tidak hanya dari bakteri dan virus saja yang menjadi akibat datangnya penyakit sinusitis, tapi terdapat juga beberapa hal lainnya yang bisa memaksa terjadinya penyakit sinusitis yaitu terjadinya infeksi jamur yang dapat mengakibatkan sinusitis pengidap gangguan sistem pada kekebalan tubuh.

Reaksi alergi yang mengakibatkan rangsangan produksi kelebihan lendir-lendir yang menghadang pada saluran untuk menguras lendir ke dalam hidung dan bisa juga mengakibatkan peradangan pada hidung dan sinus, dengan anatomi cacat yang menyebabkan di bagian hidung seperti polip.

Penyebab Bakteri Positif Streptococcus

Bakteri Streptococcus
sahabatbelajar1.blogspot.co.id

Bakteri streptococcus pemicu penyakit pada manusia, dan bakteri tersebut dikelompokkan menjadi 4 kelompok, dan masing dari bakteri tersebut akan dijelaskan pada tulisan dibawah ini:

1. Streptococcus kelompok A

Bakteri streptococcus kelompok A ini bakteri yang paling mematikan pada manusia walaupun manusia itu adalah tuan rumah alaminya. Streptococcus ini dapat mengakibatkan infeksi pada tenggorokan, infeksi amandel/infeksi tonsilitis, infeksi pada kulit, infeksi pada darah, demam scarlet, peradangan pada ginjal, kelainan pada saraf, penumonia, demam rematik, dan lain sebagainya.

2. Streptococcus Kelompok B

Bakteri streptococcus kelompok B ini lebih kerap mengakibatkan terjadinya infeksi yang berbahaya pada bayi yang baru saja lahir kedalam dunia, dan infeksi-infeksi tersebut yaitu, infeksi pada sendi-sendi, dan yang terakhir infeksi pada bagian jantung.

3. Streptococcus Kelompok C

Bakteri Streptococcus kelompok C ini kerap ditemukan pada binatang-binatang, namun bakteri tersebut bisa juga hidup dan berkembang biak didalam tubuh seseorang (Manusia), bakteri streptococcus apabila tumbuh di dalam tubuh manusia, mereka semua akan tumbuh di bagian tenggorokan, usu, kulit, dan vagina.

Streptococcus kelompok C ini dapat mengakibatkan infeksi yang sangat berat, misalkan seperti infeksi pada tenggorokan, infeksi kulit, infeksi pneumonia, infeksi ketika sesudah melahirkan, sepsis neonatroim, artritis septik, dan endorkaditis.

Apabila didalam organ tubuh kita sudah terkena infeksi dari bakteri-bakteri ini, maka dampak kedepan yang akan terjadi bisa mengakibatkan peradangan pada ginjal.

 4. Streptococcus Kelompok D dan Enterococcus

Bakteri streptococcus Kelompok D dan Enterococcus akan hidup dalam kondisi yang normal pada saluran pencernaan pada bagian bawah, yaitu pada vagina dan kulit. Bakteri-bakteri tersebut juga bisa mengakibatkan infeksi pada luka, kandungan kemih, perut, peredaran darah, dan katup jantung.

Gejala Infeksi Bakteri Streptococcus

bakteri streptococcus
anekainfounik.net

Infeksi akibat bakteri streptococcus yang paling kerap dijumpai adalah infeksi pada tenggorokan. Gejalanya sering muncul secara tiba-tiba, misalkan seperti terasa nyeri pada tenggorokan, merasa demam, sakit kepala, mual-mual, muntah, detak jantung meningkat, dan merasa tidak enak badan.

Bukan hanya itu saja, bakteri-bakteri streptococcus seperti ini itu bisa membuat tenggorokan nampak merah, pembengkakan pada amandel, dan kelenjar getah bening yang terdapat di bagian leher semakin membesar.

Anak-anak dapat mengalami kejang-kejang, padahal untuk anak yang berusia kurang dari 4 tahun usianya, maka gejala-gejala tersebut hanya seperti hidung meler, batuk-batuk, peradangan laring, dan hidung mampet/tersumbat, tidak biasa dijumpai pada infeksi streptococcus ini. Gejala-gejala ini lebih menuju kepada sebab lain yaitu seperti pilek atau alergi.

Bakteri streptococcus juga mengakibatkan beberapa infeksi pada kulit yang jarang mengakibatkan/menimbulkan abses. Infeksi tersebut lebih menyondong penyebaran ke lapisan-lapisan bawah kulit, mengakibatkan selulitis dan kadang-kadang mengakibatkan erupsi kulit kemerahan atau sering disebut dengan sebutan erisipelas.

Pengobatan Infeksi Bakteri Streptococcus

bakteri streptococcus
cara-menyembuhkan.com

Infeksi yang diakibatkan dari bakteri streptococcus lainnya misalkan seperti seluitis, nekrotisasi, fasitis, dan endokarditis itu sangat serius dan membutuhkan pengobatan penisilin intravena yang kadang-kadang dicampurkan dengan antibiotik-antibiotik lainnya.

Bakteri streptococcus kelompok A biasanya dapat ditangani dengan penisilin, dan bakteri streptococcus kelompok D terutama sepeti enterococcus, resisten terhadap penisilin dan kebanyakan menggunakan antibiotik, tidak ada pengobatan-pengobatan andalan untuk enterococcus.

Gejala-gejala penyakit seperti demam, sakit kepala, terasa nyeri di bagian tenggorokan bisa ditangani dengan obat pereda rasa sakit, dan penurun panas. Pasien (orang sakit) perlu menjalani tirang baring dan isolasi.

Demikianlah pembahasan tentang Bakteri Streptococcus, mudah-mudahan pembahasan ini bermanfaat bagi kita semua.