Prosedur dan Proses Pembuatan Bayi Tabung yang Benar

BAYI TABUNGFertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro atau pada umumnya kita kenal sebagai bayi tabung adalah salah satu proses pembuahan pada sel telur yang dilakukan oleh sel sperma yang terjadi di luar tubuh sang ibu. In vitro jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “di dalam gelas kaca”.

Pada proses tersebut meliputi pengamatan dan stimulasi pada proses ovulasi seorang calon ibu, mengambil sel telur dari indung telur atau ovum dari calon ibu, kemudian sperma dibiarkan membuahi sel-sel tersebut di dalam suatu medium cair di laboratorium.

Selanjutnya Sel telur yang sudah dibuahi (zigot) dikultur dalam durasi 2–6 hari di dalam suatu wadah pertumbuhan dan lalu ditempatkan rahim sang calon ibu yang sama atau bisa calon ibu yang lainnya yang bertujuan mencapai kesuksesan kehamilan.

Penggunaan Teknik-teknik IVF atau bayi tabung dapat diterapkan dalam bermacam macam kondisi dan teknik ini sendiri termasuk dari diantara teknik dalam teknologi reproduksi dengan bantuan untuk penanganan infertilitas. Teknik-teknik IVF juga dipakai pada surogasi kehamilan.

Pada surogasi kehamilan sel telur yang sudah dibuahi ditaruh pada rahim ‘titipan’ wanita lain, maka bayi yang dilahirkan secara genetik tidak berhubungan dengan calon ibu itu. Pada kondisi tertentu, sel-sel sperma atau sel-sel telur sumbangan dari pihak lain bisa dipakai.

Beberapa negara tidak memperbolehkan atau sebaliknya menjalankan peraturan ketersediaan penjalanan IVF sehingga menyebabkan wisata fertilitas.

Pembatasan atas ketersediaan IVF semisal disebabkan dan dan umur untuk bisa menghasilkan kehamilan yang sehat dalam durasi waktu yang normal. Disebabkan biaya prosedur tersebut, ketika pilihan lain dengan harga terjangkau sudah tidak bisa dilakukan maka pengupayaan IVF pun dijalankan.

Sejarah Bayi Tabung

sejarah bayi tabung
Prosedur dan Proses Pembuatan Bayi Tabung yang Benar (sehatisme.com)

kelahiran bayi tabung yang sukses terjadi pada tahun 1978. adalah Luise Brow,n merupakan seorang bayi tabung pertama kali kali sukses. Hebatnya, kelahiran Louise Brown merupakan hasil dari siklus alami IVF tanpa stimulasi.

Karena keberhasilan dalam melakukan percobaan bayi tabung pertama kali di dunia, akhirnya pada tahun 2010 Robert G. Edwards menerima penghargaan tertinggi dalam bidang ilmu pengetahuan yaitu Nobel Fisiologi atau Kedokteran.

Adapun pihak lain yang terlibat dalam eksperimen Robert G. Edwards adalah fisiolog yang bernama Patrick Steptoe. Sayangnya Steptoe tidak memenuhi syarat untuk dimasukkan disebabkan pemberian Nobel tidak dilakukan lebih dari 2 orang. Dengan sumbangan berupa sel telur dan IVF, seorang perempuan yang sudah habis masa reproduktifnya atau sudah masuk fase menopause tetap bisa hamil.

Adapun wanita yang memegang rekor sebagai wanita paling tua yang melahirkan dengan menjalankan IVF dan sel telur dari donasi adalah Adriana Iliescu, di tahun 2001 pada saat dia melahirkan tepat di usia 66 tahun, sebelum akhirnya rekornya dipecahkan pada tahun 2006.

Dari situ dapat disimpulkan bahwasanya dengan adanya IVF, kemungkinan banyak pasangan bisa hamil tanpa perawatan kesuburan. Sekitar tahun 2012, sudah ada data tentang lima juta anak sudah lahir di seluruh dunia melalui pemakain teknik IVF dan teknik reproduksi berbantu lainnya.

Penggunaan Medis

penggunaan medis bayi tabung
Prosedur dan Proses Pembuatan Bayi Tabung yang Benar (maupunyaanak,com)

Beberapa masalah seperti yang terjadi pada tuba fallopi yang merupakan penyebab dari kesulitan dalam fertilisasi in vivo bisa jadi alasan dari penggunaan IVF. Selain masalah yang terjadi pada wanita, bisa juga ada masalah pada pria seperti infertilitas. Dalam kondisi tersebut ada teknik lain yang bisa dipakai yaitu dengan injeksi sperma intrasitoplasmik (ICSI). Caranya adalah dengan menginjeksi suatu sel sperma secara langsung pada sel telur.

Metode ini dipakai pada saat sperma mempunyai masalah untuk menjalankan penetrasi ke dalam sel telur. Serta juga pada kasus semacam ini dapat juga memakai sperma dari pihak lain atau donor. ICSI bisa dipakai pada saat ketersediaan sel sperma sangat sedikit. Disaat  terindikasi, ICSI dipakai dalam upaya meningkatkan tingkat kesuksesan bayi tabung.

Berdasarkan daftar petunjuk NICE Britania, pemakaian IVF termasuk tepat pada masalah infertilitas yang tak bisa diteliti bagi wanita yang belum hamil semenjak 2 tahun melakukan hubungan suami istri secara teratur tanpa pemakaian alat kontrasepsi.

IVF juga kemungkinan bisa sesuai pada beberapa kasus yang mana perluasannya menjadi kepentingan, maksudnya suatu prosedur yang pada umumnya tidak dibutuhkan dalam prosedur IVF itu sendiri, namun dianggap hampir tidak bisa atau secara teknis sulit menerapkannya tanpa secara bersamaan melakukan teknik IVF.

Contoh Perluasan tersebut diantaranya yaitu diagnosis genetik praimplantasi (PGD) untuk mencegah peluang terjadinya kecacatan genetik, donasi sel telur dan surogasi yang mana wanita yang memiliki sel telur dalam jumlah banyak tidak persis dengan wanita yang akan menjalankan kehamilan dalam jangka waktu normal.

Tingkat Keberhasilan Bayi Tabung

tingkat keberhasilan bayi tabung
Prosedur dan Proses Pembuatan Bayi Tabung yang Benar (hellosehat.com)

Persentase dari setiap prosedur IVF yang memberikan hasil sesuai keinginan adalah Tingkat kesuksesan IVF. Hal tersebut berdasarkan pada jenis kalkulasi yang dipakai, hasil tersebut mungkin mewakili jumlah kehamilan yang terkonfirmasi, disebut tingkat kehamilan, atau jumlah kelahiran hidup, disebut tingkat kelahiran hidup.

Ada beberapa faktor yang menjadi tingkat keberhasilan dari melakukan bayi tabung diantaranya adalah usia maternal, penyebab infertilitas, status embrio, riwayat reproduksi, dan faktor-faktor gaya hidup.

Berikut beberapa penjelasannya:

-Usia maternal (maternal age): Calon  IVF yang berusia lebih muda kemungkinan berpeluang besar untuk hamil. Sedangkan Wanita yang berusia diatas 41 tahun kemungkinan bisa hamil jika memakai suatu sel telur donor.

-Riwayat reproduksi. Wanita yang dalam durasi sebelumnya pernah hamil dalam berbagai kasus kemungkinan berpeluang sukses memakai metode IVF dibandingkan dengan wanita yang belum sama sekali menjalankan kehamilan.

Serangkaian Prosedur Bayi Tabung

Prosedur dan Proses Pembuatan Bayi Tabung yang Benar (http://1.bp.blogspot.com)

biasanya prosedur bayi tabung dilaksanakan setelah mengkonsumsi obat-obatan, inseminasi buatan atau tindakan bedah tidak bisa menyelesaikan masalah ketidak suburan. Metode bayi tabung tersusun dari serangkaian prosedur sebagai berikut:

  • Memberikan rangsangan kepada tubuh wanita dengan menyuntikkan hormon agar dapat memproduksi beberapa sel terus sekaligus.
  • Untuk dapat menentukan kesiapan pengambilan telur pengujian dilaksanakan lewat ultra sound atau tes darah. Sebelum itu untuk membantu mematangkan sel telur yang berkembang pihak wanita akan diberikan suntikan dan setelah itu mulai proses ovulasi.
  • Dokter akan mencari folikel dalam rahim selama prosedur pengambilan sel telur dengan menggunakan metode ultra sound. Dengan menggunakan jarum khusus yang mempunyai rongga sel telur dapat diambil.
  • Berlangsungnya prosedur ini kisaran waktu 30 menit hingga 1 jam, Obat pereda rasa nyeri akan diberikan kepada wanita sebelum dilakukannya prosedur tersebut, atau juga bisa menggunakan obat penenang ringan.
  • sperma pasangan akan segera dipertemukan dengan sel telur, keduanya harus diambil pada waktu yang sama, agar perkembangannya maksimal keduanya disimpan di dalam klinik.
  • pembuahan dari sel telur dan sel sperma menghasilkan embrio yang natinya setelah cukup matang akan dimasukkan ke dalam rahim. Dokter akan menyediakan tabung penyalur yang nantinya akan dimasukkan ke dalam vagina hingga sampai ke dalam rahim.
  • Umumnya tiga embrio ditransfer atau disalurkan sekaligus untuk memperbesar kemungkinan hamil.
  • Pihak wanita akan diminta melakukan tes kehamilan setelah dua minggu kemudian.

Kapan Dibutuhkannya Proses Bayi Tabung?

Prosedur dan Proses Pembuatan Bayi Tabung yang Benar (http://www.otcdigest.id)

Untuk mengatasi ketidaksuburan sebagian wanita berusia di atas 40 tahun disarankan menggunakan bayi tabung, selain itu ada juga beberapa kondisi yang memungkinkan wanita berusia dibawah 40 tahun disarankan menggunakan bayi tabung antara lain:

  • Adanya kerusakan, sumbatan, gangguan jalur sel telur pada tuba falopi.
  • Produksi sel telur sedikit karena adanya gangguan ovulasi.
  • Sperma dengan kuantitas produksi yang rendah.
  • Sel telur atau sperma yang mengalami gangguan karena adanya masalah sistem kekebalan tubuh.
  • Sperma tidak mampu melalui cairan leher rahim.
  • Adanya masalah ketidaksuburan yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Adanya resiko penyakit keturunan.

Mempertimbangkan Resiko Bayi Tabung

Prosedur dan Proses Pembuatan Bayi Tabung yang Benar (https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com)

Proses bayi tabung harus dipertimbangkan oleh pasangan suami istri karena tetap memiliki resiko yang tinggi, contoh resiko yang akan di dapatkan seperti terjadi infeksi saat melakukan proses pengambilan sel telur, atau juga bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada usus, pendarahan dan resiko lainnya.

Obat-obatan yang digunakan juga dapat beresiko yaitu saat digunakan untuk menstimulasi ovarium, efek dari obat tersebut beragam-ragam mulai dari nyeri ringan, kembung, kram, terjadinya penambahan berat badan hingga rasa sakit pada perut, meskipun efek-efek tersebut akan segera hilang ketika siklus ovarium selesai hal ini perlu di pertimbangkan.

Masih ada lagi resiko lainnya jika menggunakan prosedur bayi tabung:

  • Adanya resiko keguguran.
  • Jika rahim ditanamkan embrio lebih dari satu berpotensi terjadinya kehamilan kembar.
  • bayi lahir dengan berat yang rendah dan terjadinya kelainan prematur.
  • Terjadinya kehamilan di luar rahim.
  • Bayi memiliki kecacatan fisik ketika lahir.
  • Keuangan, stress, emosi bisa di dapatkan karena prosedur bayi tabung dapat menguras tenaga.

Faktor Penentu Keberhasilan Bayi Tabung

Prosedur dan Proses Pembuatan Bayi Tabung yang Benar (http://www.hellodoctor.co.id)

Keberhasilan prosedur bayi tabung dapat ditentukan dengan beberapa faktor sebagai berikut:

  • Usia wanita menjadi faktor utama keberhasilan bayi tabung.
  • Keberhasilan bayi tabung umumnya wanita yang berumur kisaran 23 – 39 tahun.
  • Berat badan juga menjadi salah satu faktor keberhasilan.
  • Kebiasaan merokok.
  • Asupan alkohol juga kafein.
  • Tingkat stress wanita.
  • Riwayat kehamilan sebelumnya.
  • Jumlah embrio yang ditanam serta kualitas embrio.

Perlu memperhatikan berbagai macam faktor secara medis untuk dapat menjalankan prosedur bayi tabung demi terjadinya kehamilan, biaya untuk dapat melakukan prosedur bayi tabung juga reltif tinggi untuk itu kesiapan secara finansial sangatlah penting. Berkonsultasi dengan tim medis dan juga dokter supaya mendapatkan solusi terbaik.

Kehamilan Pasca Menopause

Prosedur dan Proses Pembuatan Bayi Tabung yang Benar (https://www.ibudanbalita.com)

Walaupun menopause menjadi penghalang alami bagi wanita yang berusia lanjut, wanita yang berusia 50-an dan 60-an telah diberikan kemungkinan oleh IVF untuk dapat hamil kembali. Embrio – embrio yang berasal dari sel telur donor sudah dipersiapkan untuk diberikan kepada rahim kaum wanita yang terkendala seperti menopause, meski sang anak nantinya tidak memiliki hubungan genetik dengan wanita, mereka tetap mempunyaihubungan emosional melalui persalinan dan kehamilan.