Infeksi Akibat Cacing Tambang dan Gejala-gejala Penyakit Cacingan

CACING TAMBANG – Infeksi akibat cacing tidak hanya diderita oleh anak-anak, tetapi juga dialami oleh orang dewasa.  Salah satu penyebabnya adalah lingkungan yang terkonntaminasi karena dapat menjadi tempat berkembangbiaknya cacing yang dapat menginfeksi manusia.

Tanda-tanda infeksi akibat cacing biasanya terlihat kurang jelas. Tetapi bila tidak segera diambil tindakan, maka akan menimbulkan penyakit. Terdapat berbagai jenis cacing yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Salah satunya adalah cacing tambang.

Ketika cacing tambang dalam tahap larva dan dewasa bisa hidup di dalam usus kecil manusia. Bahkan juga bisa menginfeksi hewan peliharaan, termasuk juga anak kucing dan anjing.

Secara umum kita dapat terinfeksi oleh cacing tambang karena interaksi dengan tanah panas dan lembab terdapat terdapat telur atau cacing tambang. Anak-anak adalah yang paling renatan terinfeksi karena keebiasaan bermain dan berjalan di atas permukaan tanah yang tercemar.

Ukuran cacing dewasa dapat mencapai ukuran 5-13 milimeter dan dapat menembus kulit kuki yang tidak mengenakan alas kaki. Selnjtnya cacing tambang masuk ke dalam peredaran darah dan terbawa hingga ke paru-paru dan tenggorokan, jika ditelan, maka cacing akan memasuk ke dalam usus.

Penyakit Infeksi Akibat Cacing Tambang

Cacing Tambang
thespruce.com

Cacing tambang yang biasa menginfeksi manusia yaitu Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Kedua jenis cacing tersebu tbiasa disebut sebgai hookworm. Jenis cacing Ancylostoma duodenale bisa ditemukan di benua Eropa, Afrika Uatra, dan Asia Utara. Sedangkan jenis Necator americanus hidup bumi bagian barat serta Afrika tengah.

Kedua jenis cacing tersebut juga bisa temukan di daerah tropis, seperti kawasan Asia Tenggara. Masih ada lagi cacing tambang jenis lainnya yang terkadang juga menginfeksi manusia, yaitu Ancylostoma canumAncylostoma malayanum, dan Ancylostoma braziliensis.

Masalah kesehatan ini biasa ditemukan di kawasan iklim tropis dan subtropis. Gejala penyakit ini tergantung pada jumlah cacing yang menyerang usus, dibutuhkan setidaknya 500 cacing untuk menimbulkan gejala klinis dan anemia pada orang dewasa.

Ketika jumlah cacing sedikit, gejala klinis tidak akan terlihat jelas. Hal tersebut biasanya disebut infeksi tanpa gejala (asimtomatik) atau infeksi tanpa gejala klinis. Oncelostoma dua belas dan Nikator Omracanos menginfeksi sekitar 576.000.000-740.000.000 orang dan menyebabkan anemia pada 10% dari mereka yang terinfeksi.

Pada tahun 2005, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 198 juta orang di Afrika, sub-Sahara Afrika telah terinfeksi, 149 juta orang telah infeksi di Asia Timur dan Asia Pasifik, 71 juta orang di India, dan 59 juta orang di Asia Selatan, 50 juta orang di Amerika Latin dan Karibia, dan 39 juta di Cina, dan 10 juta di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Infeksi ini berhubungan erat dengan kemiskinan, sanitasi yang buruk, jeleknya konstruksi rumah, kurangnya akses ke pelayanan kesehatan.

Gejala Terinfeksi Cacing Tambang

Gejala Infeksi Cacing Tambang
wikihow.com

Orang dewasa yang terinfeksi biasanya membawa lebih banyak cacing tambang dibandingkan dengan anak kecil dan juga karena alasan tersebut berisiko lebih besar terkena penyakit. Wanita muda, khususnya wanita hamil, dan juga pekerjaadalah  yang paling rentan terserang anemia.

Sekitar 30-54% anemia sedang sampai ekstrim pernah terjadi di Afrika Timur dan juga Afrika dipicu oleh infeksi cacing tambang. Penyakit anemia serius pada anak-anak dapat menghambat pertumbuhan serta perkembangannya dan pada kinerja otaknya.

Gejala klinis yang timbul berkaitan dengan banyaknya cacing yang menginfeksi. Tanda klinis yang bisa terjadi adalah:

  1. Gatal di kaki (ground itch) atau gatal di kulit tempat cacing masuk.
  2. Cacing dalam bentuk larva di paru-paru bisa mengakibatkan gejala batuk, meludah bersamaan dengan darah, terkadang pada infeksi ekstrem terdapat tanda-tanda seperti pneumonia, yang dibarengi dengan demam dan tubuh yang menajdi lemas.
  3. Jika ada cacing tambang yang berkembang di saluran usus kecil akan menimbulkan gejala nyeri pada perut, kembung, terus menerus buang angin, mual, muntah, dan diare. Gejala infeksi pada saluran usus kecil baru terlihat setelah 2 minggu sejak cacing masuk melalui kulit.
  4. Gejala anemia akan  terasa setalah 10-20 minggu sejak masuknya cacing. Gejala anemia meliputi tubuh menjadi lemah, pusing, atau palpitasi jantung, kuku tampak pucat dan juga permukaan kuku tampapk cekung ke dalam, dan sulit bernapas.
  5. Masalah tambahan dari kondisi ini adalah pembengkakan kulit yang serius (dermatitis), khususnya pada orang yang memilki kulit sensitif. Anemia yang parah dapat menghambat perkembangan, kemajuan psikologis, dan serangan jantung.

Diagnosis medis yang jelas dari penyakit ini adalah ditemukannya telur cacing tambang pada feses pasien. Dalam beberapa kasus ditemukan darah pada tinja. Selain tinja, pemeriksaan ludah juga bisa digunakan untuk menegtahui keberadaan larva. Jumlah leukosit akan meningkat pada bulan pertama sejak terinfeksi cacing tambang.