Cara Mencegah Penyakit Campak pada Anak

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus sehingga terjadi infeksi. Penyakit ini menyebabkan bagian tubuh akan muncul ruam dan kondisi ini sangat menular karena virus menyerang sistem pernapasan. Virus ini menular dengan berbagai cara, contohnya bisa melalui bersin, batuk, dan sentuhan.

Umumnya virus ini menyerang anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan bisa menyerang semua umur. Mereka yang sudah terkena campak sangat kebal terhadap virus ini. Resiko terkena penyakit ini di setiap negara sekarang sudah mulai berkurang karena sudah banyak vaksin imunisasi untuk mencegah penyebaran virus ini.

Penyebab Campak

Penyakit ini disebabkan oleh dua jenis virus yaitu rubella dan rubeola. Dua jenis virus ini menimbulkan jenis penyakit yang berbeda. Campak merah yang disebabkan virus rubeola. Penyakit ini bisa disembuhkan, namun penyakit ini bisa menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa contohnya pneumonia dan ensefalitis.

campak yang terjadi pada bayi
akubisamendengar.com

Sedangkan campak jerman disebabkan oleh virus rubella. Kondisi ini tergolong penyakit ringan. Namun pada ibu hamil penyakit ini menyebabkan beberapa kelainan yaitu anak yang dalam kandungan beresiko tinggi memiliki cacat lahir.

Kedua jenis virus ini bersifat sangat menular. Umumnya virus rubeola merupakan virus yang paling cepat menyebar. Kabar baiknya sudah banyak vaksin imunisai yang tersedia, oleh karena itu hampir di seluruh dunia wabah penyakit ini sudah jarang terjadi.

Gejala Campak

Penyakit ini dapat menggangu dan dapat mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Kira-kira 1-2 minggu gejala mulai muncul setelah virus masuk kedalam tubuh. Biasanya gejala yang sering muncul diantaranya:

  • Mengalami mata merah.
  • Mengalami sensitive mata terhadap cahaya.
  • Mengalami hidung tersumbat dan radang tenggorokan.
  • Mengalami demam.
  • Pada mulut dan tenggorokan terdapat bercak putih keabu-abuan.

Kasus Campak di Indonesia

Pada tahun 1982 program imunisasi di Indonesia sudah dimulai. Anak-anak berusia 1-2 tahun di Indonesia sudah mendapat imunisasi mencapai rata-rata 74,4% menurut data Riskesdas pada tahun 2010.

Sedangkan data yang masuk hingga bulan desember tahun 2013 imunisasi yang ada di Indonesia mencapai 90,82%. Namun WHO melaporkan pada tahun 2013 terdapat kira-kira 6300 kasus di Indonesia yang ditemukan.

Mengenal Cara Penyebaran Virus Campak

Virus ini sangat mudah sekali menular, virus ini bisa menular karena percikan cairan yang dikeluarkan penderita saat mereka batuk dan bersin. Percikan cairan ini bisa menimbulkan virus yang akan menulari siapa saja yang menghirupnya.

Virus ini bisa bertahan di permukaan selama beberapa jam dan menempel pada benda-benda. Akibatnya kita bisa terinfeksi karena menyentuh benda yang terkena percikan virus tadi.

pencegahan campak dengan vaksin
ugm.ac.id

Umumnya anak-anak berusia di bawah lima tahun rawan terkena campak. Tetapi semua orang pada dasarnya bisa terinfeksi. Terutama yang belum pernah mendapat vaksin campak dan belum pernah menderita campak.

Cara Pengobatan

Tubuh manusia mempunyai sistem kekebalan secara alami untuk melawan virus ini. Tapi jika infeksi ini menjadi semakin parah dan terjadi komplikasi, disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter. Namun ada beberapa cara untuk mempercepat proses pemulihan sebelum melakukan pengobatan ke dokter diantaranya:

  • Perbanyak minum air putih
  • Menghindari sinar matahari dan istirahat yang cukup
  • Mengonsumsi obat penurun deman dan pereda nyeri

Cara Pencegahan

Cara pencegahan penyakit ini yaitu dengan memberikan vaksinasi MMR. Vaksinasi ini diberikan 2 kali, diberikan vaksin yang pertama ketika anak berusia 15 bulan dan yang ke dua ketika berusia 5-6 tahun. Vaksin ini sangat bermanfaat sekali untuk mencegah penyakit campak.