penyakit cikungunya

Mengetahui Penyakit Chikungunya dan Cara Penanggulangannya

Chikungunya merupakan salah satu penyakit virus yang proses penyebarannya melalui sengatan nyamuk Aedes aegepty atau Aedes albopictus.

Dalam proses penyebarannya, Aedes aegepty menjadi media perantara virus ini dengan mengantarkan melalui tubuhnya tanpa terjangkiti.

Nyamuk Aedes aegepty ini juga merupakan nyamuk yang menyebabkan penyakit demam berdarah bagi manusia.

Oleh karena media penyebarannya yang sama, gejala penyakit Chikungunya menjadi sangat mirip dan sulit dibedakan dengan gejala penyakit demam berdarah.

Nyamuk Aedes aegepty sendiri banyak berkembang biak pada wilayah beriklim tropis dan subtropis. Sedangkan nyamuk Aedes albopictus lebih banyak ditemukan pada wilayah yang memiliki temperatur sedang dan dingin, dengan waktu aktif mulai beraktifitas saat pagi dan sore hari.

Penyebaran penyakit virus ini diidentifikasi telah menyebar ke 60 negara yang tersebar di Asia, Eropa, Amerika, dan Eropa.

Penyebaran Cikungunya di Indonesia

cikungunya
commons.wikimedia com

Berdasarkan laporan kesehatan, pada tahun 2014 Indonesia pernah terjangkit virus Chikungunya secara masif di 8 kabupaten dan 4 provinsi dimana penyebaran ini Dikategorikan dalam kejadian luar biasa.

Dari laporan kementrian kesehatan RI pada tahun 2014, ditemukan 7300 masyarakat yang terjangkit virus Chikungunya ini.

Penyakit Chikungunya ini telah menjadi masalah yang sering menghantui masyarakat yang bermukim di daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia.

Rendahnya tingkat imunitas masyarakat serta kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan menjadi penyebab utama tingginya tingkat penyebaran nyamuk yang membawa virus Chikungunya ini.

Proses Penyebaran Chikungunya

Penyakit Chikungunya tidak menular melalui kontak langsung antara manusia. Virus ini hanya menular melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Jenis virus Chikungunya termasuk dalam kategori gen alfairus yang masih berhubungan dengan Togaviridae yang banyak berkembang di negara-negara beriklim tropis.

Nyamuk-nyamuk ini beraktifitas sepanjang hari. Namun, aktifitas tertinggi terjadi pada saat dini hari dan sore hari.

Nyamuk Aedes Aegepty dapat menggigit manusia baik di ruang terbuka maupun di ruang tertutup.

Nyamuk Aedes Aegepty banyak berkembang biak di tempat-tempat yang dekat dengan manusia.

Nyamuk ini sering membuat sarangnya di tempat tergenangnya air seperti penampungan air, bak mandi, hingga pada genangan-genangan yang tak terlihat seperti pot, vas bunga, ban bekas, lubang-lubang pohon, dll.

Tanda-Tanda Penyakit Chikungunya

proses penyebaran cikungunya
wikipedia.org

Umumnya, efek dari gigitan nyamuk ini akan mulai terasa dalam rentang 4-8 hari setelah seseorang ter gigit nyamuk yang membawa virus ini.

Namun, terkadang juga baru terasa hingga hari ke-12 setelah sengatan nyamuk.

Tanda-tanda gejala awal dari virus chikungunya sangat mirip dengan gejala apabila seseorang terserang flu yaitu:

  • Demam. Gejala Chikungunya diawali dengan munculnya demam secara tiba-tiba.
  • Mengalami nyeri sendi. Nyeri sendi bisa bisa diderita hingga berminggu-minggu. Gejala nyeri sendi ini biasanya muncul setelah gejala demam mulai terasa. Pada kasus tertentu gejala nyeri sendi bahkan terasa sampai berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
  • Nyeri otot.
  • Kedinginan.
  • Sakit kepala yang tidak tertahankan.
  • Munculnya binti-bintik merah atau ruam di seluruh tubuh.
  • Merasa lemah dan sering kelelahan.
  • Mual dan muntah-muntah.

Gejala Chikungunya pada dasarnya terasa ringan sehingga sulit terdeteksi di awal-awal oleh kemunculannya, sehingga penderitanya atau dokter yang menangani terkadang melakukan kesalahan diagnosa terhadap penyakit ini.

Dalam keadaan tertentu komplikasi dari penyakit Chikungunya ini bisa menyebabkan gangguan saraf, gangguan mata, jantung dan saluran pencernaan.

Keadaan seperti ini terkadang di derita oleh orang lanjut usia. Namun, Kasus ini jarang terjadi dan termasuk kasus yang langka.

Cara Melakukan Diagnosa Penyakit Virus Chikungunya

Melakukan diagnosa Chikungunya dapat dilakukan melalui diagnosa darah. Diagnosa dilakukan dengan mengambil darah penderita kemudian dilakukan pengujian di laboratorium.

Pengujian sampel darah di laboratorium dilakukan dengan tes serologi dan virologi. Selanjutnya dilakukan tes ELISA untuk memastikan keberadaan antibodi yang menjadi indikasi utama infeksi Chikungunya.

Bagaimana Menangani Chikungunya?

Hingga saat ini belum ada obat khusus yang digunakan untuk menangani penyakit Chikungunya ini.

Obat-obatan yang umumnya digunakan adalah obat anti peradangan untuk meredakan peradangan yang diderita.

Penderita biasanya diberikan obat penurun demam dan analgesik yang bertujuan untuk meredam nyeri otot serta nyeri-nyeri yang lain yang dirasa.

Terkadang juga ada diantara penderita yang mengalami kekurangan cairan akibat kurangnya asupan makanan dan minuman. Untuk mengatasinya maka penderita akan diberikan cairan oralit atau infus untuk mencegah dehidrasi.

Bagaimana Menghindari Gigitan Nyamuk Pembawa Virus Chikungunya

membersihkan sarang chikungunya
flickr.com

Sampai saat ini, belum ditemukan vaksin yang dapat melindungi manusia dari inveksi Chikungunya.

Pencegahan penularan Chikungunya hanya dapat dilakukan dengan menghindarkan diri dari gigitan Chikungunya.

Caranya, dengan memberantas langsung ke sarang-sarang nyamuk yang ada di lingkungan sekitar kita. Sebagaimana pemerintah Indonesia mencangkan program 3M-Plus yaitu:

Program 3M

  • Menguras dan membersihkan bak air. Baik yang di kamar mandi maupun penampungan air di rumah.
  • Mentup rapat-rapat tempat air tertampung.
  • Melakukan daur ulang pada barang-barang bekas yang berpotensi menyebabkan genangan air hujan seperti ban bekas, botol-botol bekas, dll.

Program Plus

  • Membalik wadah-wadah yang sedang tidak terpakai untuk menghindari genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya nyamuk.
  • Memelihara ikan yang memakan jentik.
  • Taburkan pembunuh larva atau jentik kedalam tempat-tempat menampung air yang sulit untuk dikuras setiap hari.
  • Bersihkan genangan-genangan kecil seperti vas bunga, akuarium, serta tempat-tempat minuman hewan apabila anda memelihara hewan dirumah.
  • Memastikan penampungan septic tank tertutup dan menghindari kebocoran yang dapat menjadi jalan masuknya nyamuk.
  • Mengalirkan air yang tergenang pada talang atap rumah.
  • Pasang kasa anti nyamuk di jendela-jendela dan ventilasi.
  • Hindari membuka pakaian di tempat terbuka.

Selain menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga agar terhindar dari gigitan nyamuk pembawa virus Chikungunya ini perlu dilakukan juga pada diri kita secara langsung diantaranya dengan cara:

  • Menggunakan pakaian tertutup dan menggunakan lotion anti nyamuk saat sedang berada di ruang terbuka yang sangat berpotensi banyak nyamuk seperti di perkebunan.
  • Dianjurkan menggunakan pakaian yang mencolok dan berwarna cerah sebab nyamuk tidak menyenangi warna yang seperti itu.
  • Gunakan semprot anti nyamuk pada padi dan sore hari namun hindari penggunaan semprot anti nyamuk saat bersama bayi atau lansia.
  • Gunakan kelambu saat tidur bila perlu.
  • Lakukan pengasapan atau Fogging pada waktu-waktu tertentu.

Leave a Comment