Gejala dan Penyebab Terjadinya Dislokasi

Dislokasi merupakan cedera pada sendi. Cedera ini terjadi dikarenakan tulang bergeser dan keluar dari posisi normalnya pada sendi. Pada kasus ini sebagai besar terjadi akibat benturan yang dialami oleh sendi. Contohnya seperti saat bermain basket ataupun jatuh dari kendaraan bermotor.

Dislokasi secara umum terjadi pada jari dan bahu. Namun, pada kenyataannya persendian lain seperti lutut, pinggul, siku tangan ataupun pegelangan kaki juga bisa mengalami cedera ini.

Gejala-Gejala Dislokasi

Dislokasi
kiteleys.co.uk

Gejala utama dislokasi biasanya akan terlihat melalui kejanggalan terjadi pada bentuk sendi. Contohnya, muncul benjolan di dekat tempurung atau soket sendi. Nah, Sendi tersebuat akan mengalami pembekakan, lebam, terasa sangat sakit, serta tidak dapat digerakkan. Sensasi geli atau kebas juga sering muncul disekitar atau di bawah sendi yang terkena dilokasi.

Cedera ini adalah jenis kondisi dararut yang membutuhkan penangganan medis yang sangat serius, untuk mengembalikan tulang pada posisi yang seharusnya. Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut segera bawa ke rumah sakit untuk ditanggani.

Diagnosa dan Pengobatan Dislokasi

Asal kamu tahu cedera ini cenderung sulit dibedakan dengan patah tulang loh. Selain memeriksa kerusakan bentuk sendi dan sikulasi darah pada area tersebut, dokter juga akan menganjurkan X-ray serta MRI Scan untuk memastikan diagnosis. Kulit yang di area tersebut juga diperiksa untuk mencari adanya luka yang terbuka.

Setelah kamu positif terkena dislokasi sendi, maka dokter akan menentukan pengobatan yang akan kamu jalani berdasarkan sendi yang mengalami dislokasi dan tingkat keparahannya. Nah, di bawah ini beberapa langkah secara umum untuk penanganan dilokasi sendi.

  • Mengembalikan tulang pada posisi yang sudah seharusnya secara manual atau disebut juga tindakan reduksi.
  • Lakukan imobilisasi atau menghambat gerakan sendi setelah posisi tulang yang dikembalikan. Contohnya kamu dapat menggunakan penyangga sendi, biasanya beberapa minggu.
  • Operasi. Prosedur ini dilakukan jika proses pengembalian tulang manual tidak dapat dilakukan, terjadi komplikasi seperti kerusakan pembuluh darah, saraf, ligamen di sekitar lokasi dislokasi atau dislokasi terjadi berulang kali.
  • Rehabilitasi, rehabilitasi akan dapat dijalani oleh pasian setelah penyangga dilepas dan ini untuk melatih sendi agar mobilitas serta kekuatan sendi yang cedera agar kembali seperti semula.

Selain penanganan di atas kamu dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengobati sendi-sendi setelah diobati oleh dokter, hal ini bertujuan untuk penyembuhan sendi yang cedera. Berikut langkah-langkanya:

  • Kamu dapat mengistirahatkan sendi yang menglami diskolasi, pastikan kamu menghindari gerakan yang dapat memicu rasa sakit atau menyebabkan cedera.
  • Kamu dapat mengompres sendi yang cedera dengan air hangat ataupun es. Kompres dingin dapat mengunragi inflamasi dan rasa sakit, sedangkan kompres air hangat dapat membantu mengendurkan otot yang tegang.
  • Kamu dapat menggunakan ibuprofen untuk pereda rasa sakit, tapi jika memang benar-benar dibutuhkan.
  • Kamu dapat melatih sendi-sendi yang cedera sesuai dengan petunjuk dokter ataupun ahli terapi. Hal ini dilakukan untuk membantu sendi kamu terbiasa dengan gerakan kembali dan tidak kaku.

Komplikasi Dislokasi

Dislokasi
qsota.com

Jika kamu biarkan saja tanpa adanya penangan medis, dislokasi akan semakin parah dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Diantaranya:

  • Kerusakan pembuluh darah atau saraf di sekitar sendi.
  • Sobeknya otot, ligamen, dan tendon pada sendi yang cedera.
  • Munculnya arthritis pada sendi yang cedera seiring bertambahnya usia.
  • Meningkatnya cedera untuk kembali lagi. Komplikasi ini biasanya terjadi saat penderita yang parah ataupun mengalami cedera yang terulang-ulang.

Pencegahan Dislokasi

Kamu harus wasapada dan tetap berhati-hati dalam setiap aktivitas adalah cara yang baik untuk menghindari dislokasi. Nah, langkah di bawah ini dapat kamu lakukan sebagai pencegahan:

  • Menghindari aktivitas gerakan yang menyebabkan dislokasi.
  • Menggunakan pelindung saat berolahraga, contoh helm saat bersepeda.
  • Memastikan bahwa rumah kamu adalah lingkungan ramah anak, contoh tidak membiarkan benda berserakan di lantai agar tidak yang tersandung.
  • Selalu mengawasi anak kamu.
  • Mengarjakan sikap kehati-hatian pada anak kamu, contoh untuk berpegangan pada pagar saat naik ataupun turun tangga.

Mungkin itu saja yang bisa saja jelas tentang dislokasi, semoga kamu tetap berhati-hati dalam menjalankan setiap aktivitas kamu. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment