Endometriosis Penebalan Dinding Rahim, Beberapa Aspek yang Harus Diperhatikan Wanita

Endometriosis Penebalan Dinding Rahim – Setiap bulan, tubuh wanita akan melepaskan hormon yang merangsang penebalan dinding rahim atau dikenal dengan bahasa medis endometrium. Proses ini merupakan persiapan untuk menerima sel telur yang sudah dibuahi.

Apabila belum terjadi kehamilan, dinding rahim akan mengalami peluruhan dan keluar dari tubuh dalam bentuk darah yang keluar dari vagina. Endometriosis terjadi pada saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim.

Ketika Anda mengidap endometriosis, jaringan itupun akan mengalami proses penebalan dan peluruhan yang terjadi bersamaan dengan siklus menstruasi. Tetapi, darah tersebut pada akhirnya mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim.

Endapan itu pula akan mengiritasi jaringan yang berada di sekitarnya. Seiring berjalannya waktu, jaringan parut atau bekas iristasi akan nampak terbentuk.

Endometriosis Penebalan Dinding Rahim
Sumber Gambar: permataindonesia.ac.id

Mengapa Terjadi Endometriosis Penebalan Dinding Rahim pada Wanita

Penyebab penebalan jaringan endometrium di luar rahim belum diketahui medis secara pasti. Tetapi ada suatu teori yang mengatakan bahwa endometriosis terjadi karena dinding rahim yang luruh saat menstruasi gagal dikeluarkan dari dalam tubuh (menstruasi retrograde) dan pada akhirnya melekat pada organ dalam panggul.

Kelemahan dari teori ini belum bisa menjelaskan mengapa endometriosis juga terjadi pada wanita yang sudah menjalani pengangkatan rahim atau dikenal dengan histerektomi.

Adapun faktor risiko yang memiu timbulnya endometriosis adalah hormon estrogen. Hormon estrogen dalam kandungan yang tinggi terbukti mampu memparah kondisi endometrium.

Hal tersebut yang menyebabkan endometriosis pada umumnya menyerang wanita pada usia produktif. Adapun beberapa faktor risiko selain estrogen adalah faktor keturunan, system kekebalan tubuh wanita, faktor adaptasi sel dan faktor paparan lingkungan.

Apa saja gejala Endometriosis Penebalan Dinding Rahim

Pada umumnya endometrium tidak tergolong mematikan, tetapi penyakit menahun ini dapat menyebabkan gejala yang mengganggu aktivitas sehari hari wanita yang mengalami penyakit ini. Gejala endometriosis umumnya adalah sakit yang luar biasa pada saat menstruasi.

Selain gejala tersebut, beberapa penderita endrometriosis juga merasakan sakit saat buang air besar dan kecil ataupun saat berhubungan badan. Disamping itu, pengidap endometriosis akan mengalami pendarahan saat menstruasi berlebihan, dapat pula terjadi pendarahan pada urine.

Pengaruh endometriosis pada setiap wanita berbeda, dan terkadang pula ada wanita yang tidak merasakan gejala sama sekali. Oleh karena itu sangat penting bagi wanita untuk tidak meremehkan rasa sakit yang mendadak muncul atau melebihi dari biasanya pada saat menstruasi.

Konsultasikan ke dokter jika sudah merasakan gejala yang tidak seperti biasanya. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Penyebab Terjadinya Endometriosis
Sumber Gambar: wikipedia.org

Bagaimana Proses Diagnosis Endometriosis pada Wanita

Sama seperti halnya dengan penyakit pada umumnya, diagnosis endometriosis meliputi konsultasi dengan dokter serta melakukan pemeriksaan organ-organ panggul. Dokter akan menanyakan beberapa gejala yang dialami pasien secara mendetail, terutama yang berkaitan dengan lokasi, frekuensi, serta waktu kemunculan rasa sakit.

Kemudian Anda akan menjalani proses pemeriksaan guna memastikan keberadaan endometriosis. Adapun langkah ini meliputi pemeriksaan organ intim, USG dan laparoskopi.

Pada proses laparoskopi, dokter akan mengambil sampel jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim agar dapat diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Lalu, adakah Langkah Pengobatan Endometriosis

Penyebab penebalan dinding rahim (endometriosis) pada wanita yang belum diketahui pasti secara medis, maka langkah penanganan endometriosis yang akurat pun juga belum ada. Tujuan pengobatan endometriosis adalah berguna untuk mengurangi gejala agar tidak mengganggu rutinitas keseharian.

Rasa sakit yang luar biasa pada saat menstruasi yang menjadi gejala utama endometriosis ini dapat dikurangi dengan obat pereda rasa sakit ataupun melalui terapi hormon.

Penanganan melalui operasi juga dapat dilakukan guna mengangkat jaringan endometriosis, terutama untuk pengidap endometriosis yang berencana memiliki keturunan di masa mendatang.