Penjelasan Endometriosis pada Sistem Reproduksi Wanita

ENDOMETRIOSIS ADALAH Penyakit yang hanya terjadi pada wanita, karena penyakit endometriosis merupakan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi wanita. Kaum wanita perlu mengetahui tentang penyakit ini, baik dari gejala-gejalanya maupun hal lainnya yang berhubungan dengan penyakit ini.

Seorang wanita memang harus dihargai dan dihormati, karena wanita adalah seorang ibu yang memiliki perjuangan yang luar biasa untuk kehidupan keturunannya. Termasuk masalah penyakit endometriosis yang hanya bisa dirasakan oleh kaum wanita. Di artikel ini akan menjelaskan apa itu penyakit endometriosis.

Penyakit Endometriosis

endometriosis adalah penyakit...
Sumber: medicalnewstoday.com

Penyakit endometriosis adalah suatu penyakit yang terjadi pada sistem reproduksi kaum perempuan yang sudah dewasa. Penyakit ini adalah suatu kelainan yang terjadi, yang mana jaringan dari lapisan bagian dalam tumbuh di bagian luar rongga rahim.

Setiap bulan tubuh kaum wanita akan melepas suatu hormon yang memicu terjadinya penebalan dinding rahim (Endometrium). Hal ini merupakan suatu persiapan untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

Jika hal ini tidak berbuah kehamilan, maka akan terjadi keluruhan dinding rahim yang keluar melalui alat kelamin wanita dalam bentuk darah atau yang biasa disebut dengan menstruasi.

Apabila anda seorang yang mengidap endometriosis, siklusnya sama seperti yang terjadi pada menstruasi. Namun, darah tidak keluar melalui alat kelamin wanita, melainkan darah tersebut mengendap dikarenakan terletak di luar rahim.

Dan jika dibiarkan lama kelamaan endapan tersebut akan mengiritasi jaringan lain yang berada disekitarnya dan bekas iritasi tersebut akan berbentuk.

Penyebab Endometriosis

endometriosis
Sumber: mayoclinic.com

Ada beberapa penjelasan tentang penyebab endometriosis yang bersumber dari alodokter.com. Bahwasanya penyebab tumbuhnya penyakit ini pada sistem reproduksi wanita belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang menjelaskan bagaimana edometriosis terjadi dan tumbuh. Hal tersebut yaitu :

  • Perpindahan sel endometrium ke bagian lain yang pada tubuh.
  • Gangguan yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh seseorang yang menyebabkan sel-sel endometrium bisa tumbuh bukan pada tempatnya yaitu di luar rahim.
  • Gangguan pada menstruasi, yaitu darah yang mengandung sel endometrium mengalir berbalik arah sehingga naik ke tuba falopi dan akhirnya masuk ke rongga perut.

Selain itu ada alasan dari pakar yang khusus menangani masalah ini, mereka mempercayai beberapa faktor yang menyebabkan endometriosis bisa tumbuh. Beberapa faktor tersebut yaitu:

  • Faktor keturunan.
  • Faktor belum pernah mengalami kehamilan.
  • Mengidap suatu kelainan yang menyebabkan darah menstruasi terhalangi.
  • Banyak menkonsumsi minuman beralkohol.
  • Menstruasi dini.
  • Jarak menstruasi yang terlalu dekat yaitu kurang dari 27 hari.
  • Menopause pada usia di atas batas usia tua.
  • Keabnormalan rahim.

Namun, dari faktor-faktor yang sudah ada, para pakar belum bisa memberikan kepastian tentang penyebab yang paling berpengaruh terhadap tumbuhnya endometriosis. Dengan adanya penjelasan di atas, apabila ada salah satu faktor yang anda rasakan atau alami, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Gejala Endometriosis

gejala endometriosis
Sumber: magwuzz.com

Pada umumnya endimetriosis bukan suatu penyakit yang mematikan. Akan tetapi kondisi seseorang yang terkena penyakit ini sangat tidak nyaman. Di antara gejala yang terjadi jika anda terkena endometriosis yaitu rasa sakit yang luar biasa.

Rasa sakit tersebut berada pada bagian sekitar pinggul dan perut. Rasa sakit ini bisa datang saat penderita endometriosis sedang buang air kecil dan besar, bahkan bisa datang juga saat atau setelah berhubungan seks.

Gejala selain itu bisa berupa pendarahan yang terjadi di luar waktu menstruasi dan volume darah menstruasi yang berlebihan. Dan ada beberapa gejala lainnya lagi seperti diare, mudah lelah, dan mual saat sedang menstriuasi.

Mengobati Endometriosis adalah Langkah Pertama

mengobati endometriosis
Sumber: translatemedia.com

Cara mengobati endometriosis bisa dengan jenis obat-obatan penghilang rasa sakit atau nyeri. Pelu diketahui, sampai saat ini penyebab endometriosis belum diketahui secara pasti. Sehingga untuk menangani secara pasti dan akurat belum tersedia.

Akan tetapi untuk menangani rasa sakit akibat endometriosis bisa dilakukan dengan cara-cara yang sudah direkomendasikan oleh dokter. Berikut beberapa cara untuk menangani rasa sakit yang disebabkan oleh endometriosis.

Memakai Obat Pereda Rasa Sakit

Ketika sedang datang rasa sakit yang disebabkan oleh endometriosis, berusahalah untuk mengurangi rasa sakit tersebut dengan memakai obat-obatan pereda rasa sakit. Seperti obat pereda rasa sakit semacam anti inflamasi non steroid contohnya naproxen dan ibuprofen.

Obat-obatan jenis anti inflamasi non steroid ini selain terjangkau mudah juga didapat. Karena tersedia di apotek-apotek umum. Selain obat jenis anti inflamasi non steroid, ada juga obat seperti paracetamol. Namun tidak seefektif obat jenis anti inflasi non steroid.

Terapi Hormon

Terapi hormon merupakan salah satu cara untuk mengurangi gejala endometriosis. Proses terapi hormon dapat mencegah pertumbuhan sel-sel endometriosis. Beberapa cara untuk melakukan terapi hormon, yaitu sebagai berikut:

  • Hormon kontrasepsi, cara ini bertujuan untuk mencegah penebalan lapisan endometrium. Cara ini bisa mengurangi rasa sakit saat menstruasi. Contohnya penggunaan pil KB.
  • Terapi progestin, cara ini bertujuan menghambat siklus menstruasi, mencegah pertumbuhan endometrium. Hal ini akan mengurangi rasa sakit.
  • Analog hormon pelepas gonadotropin, cara ini akan menyerang endometriosis sehingga ukurannya mengecil dan akan berpengaruh baik pada menstruasi.

Operasi Mengangkat Jaringan Endometrosis

Operasi ini merupakan jalan keluar terakhir jika pengobatan lainnya tidak menghasilkan efek yang membaik. Karena endometriosis bisa menyebabkan seseorang tidak bisa hamil. Selain itu jika tidak dilakukan penanganan atau dibiarkan saja, gejala-gejala endometriosis akan terus mengganggu.

Demikian penjelasan seputar endometriosis. Pada dasarnya endometriosis adalah penyakit yang tidak terlalu berbahaya, karena kecil kemungkinan menyebabkan kematian. Namun, derita yang dirasakan akan selalu menyiksa.