Pengertian Epilepsi Adalah Beserta Gejala dan Pengobatan

EPILEPSI ADALAH – Halo selamat datang di portal sehatafiat, yah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang penyakit epilepsi. Mungkin jika kalian searching di Google akan menemukan beberapa informasi terkait penyebab epilepsi, ciri-ciri epilepsi, epilepsi menular dan seterusnya.

Ya semua pertanyaan anda di atas akan kami jelaskan sejelasnya di artikel ini, baiklah berikut tentang informasi terkait epilepsi adalah.

Pengertian Epilepsi Adalah

pengertian epilepsi adalah
starberita.com

Epilepsi atau dikalangan masyarakat umum menyebutnya ayan adalah suatu penyakit yang ditandai dengan kecenderungan untuk mengalami kejang berulang yang bersifat jangka panjang dengan adanya gejala serangan epileptik.

episode Serangan epilepsi ini bisa berkisar dari serangan cepat dan sulit tidak terdeteksi sampai guncangan yang kuat untuk waktu yang lama. Pada epilepsi, serangan cenderung terulang kembali, dan sementara serangan disebabkan oleh sebab khusus mengesampingkan agen epilepsi.

tidak ada sebab pasti dalam terjadinya epilepsi ini, mungkin disebabkan karena cedera otak, stroke, kanker otak, penyalahgunaan obat atau penyebab lainnya. Penyebab dari kejang epileptik adalah berlebihannya aktifitas sel saraf kortikal yang tidak normal.

Epilepsi tidak dapat dipulihkan, namun serangan bisa ditangani dengan pengobatan. Bagi mereka yang  tidak bereaksi terhadap pengobatan, perawatan bedah, maka stimulasi saraf atau penyesuaian konsumsi makanan dapat dipertimbangkan lagi.

Tidak semua gejala epilepsi berlangsung seumur hidup, dan juga banyak individu mengalami perbaikan juga sampai terapi tidak lagi dibutuhkan. Epilepsi selain perawatan konsumsi harus teliti, meski nampak sehat dan seimbang. Akan dihentikan Dalam pengobatan epilepsi satu tahun setelah serangan terakhir.

Sekitar 1% populasi dunia (65 juta) mengalami epilepsi, dan hampir 80% kasus terjadi di negara yang berkembang. Epilepsi menjadi jauh lebih umum dikenali seiring bertambahnya usia. Di negara-negara maju, tanda-tanda awal kasus baru muncul paling teratur di antara anak-anak dan orang tua.

Untuk negara yang masih berkembang, korbannya adalah kalangan anak-anak yang lebih tua dan juga orang muda, Karena perbedaan frekuensi bisa menjadi alasan yang mendasarinya. Kira-kira 5-10% dari semua individu pasti akan mengalami kejang tanpa sebab sebelum mencapai usia 80, dan juga kesempatan mengalami serangan kedua adalah antara 40 dan juga 50%.

Dibanyak wilayah di dunia, mereka yang berjuang dengan epilepsi dibatasi mengemudi atau tidak dizinkan semua, namun sebagian besar dapat kembali mengemudi setelah durasi serangan benar-benar hilang.

Tanda dan Gejala Epilepsi

gejala epilepsi
sunatgemuk.com

Epilepsi dapat diidentifikasi resiko terjadinya serangan berulang ulang dalam jangka panjang. Serangan penyakit epilepsi dapat terjadi dengan berbagai cara bergantung pada bagian otak yang bermasalah dan usia penderitanya.

Pada umumnya sekitar 60% seseorang yang terkena penyakit epilepsi serangannya ialah berupa kejang-kejang. Sedangkan 40% tidak ada kejang-kejang bagi beberapa penderita. Penderita tidak kejang, namun tingkat kesadarannya menurun.

Serangan epilepsi fokal biasanya dimulai dengan pengalaman spesifik, yang disebut suasana hati. Ini mungkin terdiri dari fenomena sensoris (pandangan, pendengaran atau bau), psikis, bebas, atau motorik.

Kekejangan pada umumnya dimulai dengan kumpulan jaringan otot tertentu dan menginfeksi otot-otot sekitarnya yang disebut serangan epilepsi Jacksonian. Otomatisme dapat terjadi seperti aktivitas yang tidak disadari dan aktivitas yang paling berulang seperti bermain bibir atau bahkan gerakan yang lebih rumit seperti mencoba meraih sesuatu.

Tanda dan gejala epilepsi bergantung pada tingkat keparahan serta semacam epilepsi itu sendiri. Penyakit ini bisa terjadi sekaligus dijumpai pada setiap komponen tubuh, sehingga rasanya bisa beragam.

Saat serangan epilepsi, kedua mata akan tetap menatap, biasanya berkedip, serta berkedut kelopak mata dan juga lengan, kaki, dan anggota badan lainnya. Ditambah lagi, orangnya mengalami pusing bahkan bisa tidak sadarkan diri, dan ketika sudah sadar tidak ingat apa-apa. Tanda-tanda lainnya juga seperti gigi yang bergertak, berkerutnya jari, miringnya posisi bibir, dan keluar air liur.

Penyebab Epilepsi

penyebab epilepsi
sinarharian.com

Sebenarnya epilepsi sendiri adalah komplikasi dari beberapa gangguan yang ada dalam tubuh penderita. Seseorang yang semulanya normal, tiba-tiba tanpa sebab secara spontan dia kejang-kejang.

Namun berdasarkan penelitian dokter, pada umumnya seseorang terkena penyakit epilepsi diantaranya yaitu genetik seperti cacat dari lahir, gangguan perkembangan, sindrom, komsumsi racun dan masalah metabolisme.

Berikut kami rangkum beberapa sebab terjadinya penyakit epilepsi.

  1. Adanya kelainan pada janin semasa kehamilan ibu. Penyebabnya mungkin ibu entah sengaja atau tidak sengaja menelan bahan kimia yang bisa merusak otak janin, meminum minuman keras atau alkohol, kurangnya oksigen yang masuk ke janin
  2. Adanya cidera di bagian kepala yang mana bisa membuat otak rusak
  3. Penderita mengalami tumor otak
  4. Pembuluh darah di otak tersumbat, atau adanya kecacatan pada pembuluh darah di otak
  5. Penyakit keturunan
  6. Bawaan penyakit lainnya seperti stroke, sindrom dan penyakit otak lainnya.

Cara Pencegahan dan Pengobatan Epilepsi

pengobatan epilepsi
odhaberhaksehat.org

Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh perawat untuk mencegah dan mengobati epilepsi yang kambuh pada penderita, diantaranya adalah:

  1. Disediakan obat setiap kali muncul kejang yang kedua, namun bagi penderita yang sudah dalam fase kritis bisa langsung diobati setelah kejang baru terjadi.
  2. Pemberlakuan diet khusus bagi penderita
  3. Pasien diberi obat antikonvulsan

Demikianlah beberapa informasi tentang penyakit epilepsi, beserta gejala dan cara pencegahan atau pengobatan epilepsi, semoga artikelnya bermanfaat. Terima kasih banyak