Ciri-ciri usus buntu

Gejala Usus Buntu, Pencegahan, dan Cara Mengobatinya

GEJALA USUS BUNTU – Usus buntu dalam istilah kedokteran dikenal sebagai penyakit radang usus buntu. Gejala ini terjadi pada daerah usus berbentuk jari yang posisinya melekat pada usus besar yang berada di kanan bawah rongga perut. Usus berbentuk jari tersebut umumnya disebut usus buntu.

Usus buntu dapat mengalami peradangan yang dapat menyebabkan peritonitis atau peradangan selaput perut. Hal itu diakibatkan oleh terbuka atau pecahnya usus buntu. Artikel kali ini akan membahas secara lengkap mengenai gejala usus buntu, pencegahan, dan cara mengobatinya.

Penyebab Usus Buntu

Penyebab Usus Buntu
youtube.com

Penyakit usus buntu yang memiliki istilah apendisitis sebenarnya belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Akan tetapi, pada umumnya dokter memeperkirakan penyakit usus buntu terjadi karena ‘pintu masuk’ ke arah usu buntu tersumbat oleh hal-hal berikut:

  • Kelenjar getah bening yang membengkak di dalam dinding usus. Pembengkakan tersebut umumnya berkembang setelah terjadinya infeksi saluran pernapasan atas.
  • Tinja.

Penyumbatan yang terjadi pada usus buntu dapat memicu terjadinya inflamasi dan pembengkakan di sekitar usus. Tekanan yang diakibatkan oleh penyumbatan tersebut dapat memicu usus buntu pecah.

Gejala Usus Buntu

Gejala Usus Buntu
shutterstock.com

Penyakit usus buntu atau yang biasanya disebut apendisitis kebanyakan di derita oleh kalangan muda dengan usia antara 10 hingga 30 tahun. Akan tetapi, penyakit ini masih berpotensi menyerang siapa saja dengan tingkatan umur yang tidak ditentukan.

Penyakit usus buntu dapat dikenali dean ditanggulangi lebih cepat dengan mengetahui gejala usus buntu yang dapat dirasakan oleh pribadi ataupun diamati pada perilaku penderita. Berikut ini beberapa contoh gejala-gejala usus buntu:

  • Demam
  • Diare atau konstipasi
  • Hilangnya nafsu makan
  • Muntah dan mual-mual
  • Perut kembung
  • Tidak bisa buang angin
  • Terjadi pembengkakan di sekitar area perut
  • Rasa nyeri terasa di sekitar ulu hati hingga menyebar ke bagian perut bawah
  • Terasa nyeri pada perut ketika batuk, bergerak, bahkan ketika berjalan
  • Demam yang disertai susah buang air kecil dan besar

Beberapa gejala penyakit usus buntu di atas sering kali diidentifikasi sebagai penyakit lain. Contohnya, jika ada orang yang mual dan muntah-muntah diperkirakan keracunan makanan. Jika ada orang yang diare diperkirakan karena infeksi saluran kemih, dan lain-lain.

Padahal beberapa gejala seperti mual dan muntah-muntah juga dapat menjadi pertanda orang tersebut menderita penyakit usus buntu. Oleh karena itu, ada baiknya langsung menghubungi dokter atau mengunjungi kantor pelayanan kesehatan terdekat untuk memastikan penyakit yang diderita.

Salah satu gejala usus buntu yang paling umum adalah jika seseorang mengalami sakit perut yang pada awalnya hanya sedikit terasa sakit. Kemudian sakitnya terus bertambah seiring waktu dan justru semakin parah dalam beberapa minggu kemudian.

Cara Diagnosa Penyakit Usus Buntu

diagnosis bell's palsy
medicalnewstoday.com

Gejala usus buntu sebenarnya tidak dapat dirasakan oleh sebagian besar penderita apendisitis. Hal ini dapat mengakibatkan penyakit tidak dapat dikenali sejak awal dan baru terasa ketika usus buntu sudah mulai menjadi kronis di dalam tubuh. kemiripan gejala dengan penyakit lain juga menyulitkan diagnosa usus buntu.

Selain sulit didiagnosis karena gejalanya sangat umum, penyakit usus buntu juga sulit di diagnosa karena letak usus buntu pada manusia berbeda-beda. Beberapa lokasi yang umumnya menjadi lokasi usus buntu adalah di bawah organ hati, di belakang usus besar, dan pada rongga panggul.

Oleh karena itu, dokter perlu mendapatkan data yang jelas supaya dapat menganalisa seseorang yang terkena penyakit usus  buntu. Data kesehatan pasien dapat diketahui oleh dokter dengan melakukan beberapa proses pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan fisik, manfaatnya untuk mengetahui gejala awal usus buntu. Biasanya dokter menanyakan tentang rasa sakit yang di derita. Apakah ada rasa sakit di sekitar perut atau daerah usu buntu dengan cara menekannya secara perlahan-lahan. Umumnya apendisitis akan semakin oarah ketika tekanan dilepaskan oleh dokter.
  • Tes darah dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak jumlah sel darah putih. Fungsinya untuk mengetahui apakah terjadi infeksi di dalam tubuh.
  • Tes urine berguna untuk mengetahui apakah gejala disebabkan penyakit lain atau tidak. Contohnya adalah batu ginjal atau infeksi saluran kemih yang dapat terdeteksi melalui tes tersebut.
  • USG atau CT scan adalah salah satu pemeriksaan yang dapat menentukan secara langsung kondisi usus membengkak atau tidak.
  • Pemeriksaan organ inti dan tes kehamilan bagi perempuan yang belum berada pada masa menopause. Tes ini bermanfaat untuk mengetahui apakah pasien menderita penyakit lain yang berhubungan dengan organ kewanitaan.

Pemeriksaan dan tes yang dilakukan di atas dilakukan pada tahapan analisa awal supaya dokter mengetahui dengan pasti penyakit apa yang diderita pasien. Jika pasien positif menderita penyakit usus buntu, maka dokter akan melakukan tahapan penyembuhan yang sesuai dengan tingkatan penyakit yang diderita pasien.

Cara Mengobati Penyakit Usus Buntu

Cara Mengobati Penyakit Usus Buntu
bestcompany.com

Secara umum, solusi utama untuk menyembuhkan penyakit usus buntu adalah dengan melalui tahap operasi. Operasi usus buntu dilakukan dengan mengangkat usus buntu atau yang lebih banyak dikenal dengan istilah apendektomi.

Pengangkatan usus buntu tidak akan mengakibatkan masalah kesehatan karena usus buntu tidak mempunyai fungsi penting bagi tubuh. Operasi usus buntu dilakukan untuk mencegah resiko pecahnya usus buntu. Hal ini dilakukan sebelum terjadinya peradangan usus buntu untuk mencegah penyakit semakin parah.

Meskipun tidak menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang, operasi pengangkatan usus buntu tetap mempunyai resiko pasca operasi. Contohnya adalah adanya infeksi pada luka bekas operasi hingga menyebabkan pendarahan. Akan tetapi, tingkat keberhasilan operasi sangat tinggi dan komplikasi jangka panjang jarang terjadi.

Jenis Operasi Pengangkatan Usus Buntu

Jenis Operasi Pengangkatan Usus Buntu
kekitaan.com

Apendektomi atau operasi pengangkatan usus buntu dapat dilakukan dengan 2 cara. Pertama adalah dengan bedah sayatan terbuka, dan kedua dengan operasi ‘lubang kunci’ atau yang biasa disebut laparoskopi.

Penyakit usus buntu dapat menyebabkan gumpalan atau benjolan pada usus buntu. Benjolan terbentuk karena upaya tubuh mengatasi radang usus buntu secara alami. Jika terdapat benjolan, maka dokter akan menunda operasi yang ingin anda lakukan. Solusinya, dokter memberi antibiotik supaya gumpalan tersebut berkurang sebelum operasi.

1. Operasi Lubang Kunci atau Laparoskopi

Operasi Lubang Kunci atau Laparoskopi
google.com

Operasi laparoskopi untuk mengangkat usus buntu paling banyak dipilih oleh pasien ataupun pengambilan keputusan oleh dokter. Penyebabnya adalah simpel dan lebih mudah dilakukan. Bahkan operasi ini menjadi pilihan utama bagi pasien yang mengalami obesitas atau manula.

Kecilnya sayatan yang diperlukan pada operasi ini memungkinkan pasien untuk mengalami masa pemulihan yang lebih cepat. Hasilnya, pasien dapat segera pulang minimal dalam 1×24 jam atau beberapa hari berikutnya. Tidak semua pasien dapat menjalani operasi dengan cara laparoskopi. Solusinya adalah dengan melakukan bedah sayatan terbuka.

2. Bedah Sayatan Terbuka

Bedah Sayatan Terbuka
google.com

Pengangkatan usus buntu dengan cara bedah sayatan terbuka memerlukan waktu pemulihan yang jauh lebih lama dibandngkan laparoskopi. Biasanya membutuhkan waktu hingga 1 minggu sejak operasi, baru pasien diizinkan pulang.

Setelah diizinkan pulang, pasien masih dianjurkan  untuk tetap menjaga tubuh agar tidak melakukan aktivitas berat selama 1 hingga 2 bulan setelah operasi bedah. Akan tetapi, pasien sudah dapat beraktivitas secara normal setelah 2 hingga 3 minggu pasca operasi.

Biasanya dokter meminta anggota keluarga pasien untuk ikut mengawasi perkembangan pasca operasi. Hal ini dilakukan sebagai pengawasan untuk memantau kondisi pasien saat masa pemulihan. Beberapa hal yang biasanya terjadi setelah operasi adalah terasa panas pada luka operasi, muntah-muntah, rasa nyeri, atau pembengkakan semakin parah pada area operasi.

Komplikasi Usus Buntu Pecah

Komplikasi Usus Buntu Pecah
wijayarayaherbal.com

Penyakit usus buntu akan sangat berbahaya jika tidak segera dioperasi. Penyakit usus buntu akan semakin parah dan membuat penderita merasa kesakitan. Salah satu tandanya adalah sakit perut yang terasa semakin parah dan menyebar ke seluruh perut. Hal ini adalah tanda usus buntu pecah dan menyebabkan komplikasi seperti:

  • Abses, merupakan kumpulan kantong nanah yang terasa sakit. Komplikasi abses  muncul karena tubuh mempunyai sifat untuk mengatasi infeksi yang diakibatkan usus buntu pecah. Penanganan dapat dilakukan dengan antibiotik dan menyedot nanah dari abses.
  • Peritonitis, yaitu peradangan peritoneum. Peritoneum adalah jaringan tipis yang melapisi bagian dalam dinding perut dan organ-organ di area dalam rongga perut. Peradangan peritonitis disebabkan bakteri di dalam usus buntu yang pecah dan keluar. Gejala penyakit ini seperti sakit perut parah, demam, muntah, wilayah perut membengkak, napas pendek dan terengah-engah, serta detak jantung cepat. Penanganan komplikasi ini adalah dengan memberi antibiotik hingga tahapan operasi pengangkatan usus buntu tergantung tingkat penyakit.

Obat Alami Usus Buntu

Obat Alami Usus Buntu
pixabay.com

Selain melalui jalan operasi, usus buntu juga dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi obat tradisional yang alami. Hal ini dapat ditempuh bagi penderita penyakit usus buntu yang belum terlalu kronis. Penyakit usus buntu akan mudah disembuhkan jika sakitnya belum terlalu parah.

Adapun jika infeksi sudah semakin parah dan menyebar ke sebagian bear perut, maka operasi tetap menjadi alternatif pengobatan satu-satunya. Akan tetapi, jika geja usus buntu terdeteksi sejak awal, beberapa obat tradisional untuk penyakit usus buntu dapat menjadi solusi kesembuhan anda.

1. Mengkudu dan Madu

Mengkudu dan Madu
youtube.com

Mengkudu yang dicampur dengan madu berkhasiat membantu mengurangi gejala bahkan menyembuhkan usus buntu. Dosis yang dapat digunakan adalah sebanyak 1 sdm madu dan 1 buah mengkudu matang. Cara pembuatannya, cuci dan bersihkan buah mengkudu hingga bersih.

Setelah dicuci, parut dan peras air mengkudu. Kemudian ambil perasan air mengkudu dan campur dengan 1 sdm madu. Minumlah ramuan tersebut 2 kali sehari. Satu kali ramuan perasan dapat dihabiskan selama 2 hari konsumsi.

2. Temulawak

Temulawak
timthumb.com

Selain menggunakan mengkudu, usus buntu juga dapat disembuhkan dengan menggunakan temulawak. Caranya adalah dengan menyiapkan 30 gram temulawak dan 25 gram kunyit yang dicampur dengan 500 ml air putih.

Cara mengolahnya adalah dengan merebus campuran temulawak dan kunyit dengan air. Kemudian biarkan mendidih hingga air tersisa 250 ml. Kemudian habiskan air rebusan tersebut dengan meminumnya 2x sehari.

3. Sambiloto

 Sambiloto
andrographis.com

Cara mengobati usus buntu dengan daun sambiloto adalah dengan menyiapkan 30 gram daun sambiloto, 1 sdm madu, dan 400 ml air. Prosesnya hampir sama dengan membuat obat dari temulawak. Didihkan air, masukan ramuan dan biarkan mendidih hingga air tersisa setengahnya.

Setelah itu, masukkan 1 sdm madu ke dalam air rebusan. Tunggu hingga dingin, minum obat tradisional tersebut 3 kali dalam sehari. Konsumsi terus ramuan untuk beberapa hari hingga terasa khasiatnya. Jika obat tradisional tidak membuat penyakit berkurang, lebih baik segera hubungi dokter untuk diagnosa lebih lanjut.

Leave a Comment