penyakit hiperhidrosis

Waspada Penyakit Hiperhidrosis, Ini Penjelasannya

HIPERHIDROSIS – Berkeringat adalah hal normal dan sehat yang dialami oleh tubuh. Umumnya tubuh akan mengeluarkan keringat saat sedang berolahraga, demam, sedang merasa cemas atau bahkan saat anda sedang stres.

Tapi, bagaimana jika keringat yang keluar dari tubuh berlebihan? atau tubuh mengeluarkan keringat tanpa sebab?. Hal tersebut sebaiknya tidak disepelekan, sebab bisa jadi anda sedang mengalami masalah dengan kesehatan anda.

Munculnya keringat yang berlebihan pada tubuh tidak hanya mengganggu penampilan dan menurunkan percaya diri tapi juga bisa berarti ada yang tidak beres dengan kesehatan anda.

Hiperhidrosis adalah suatu kondisi yang terjadi pada seseorang dimana orang tersebut mengeluarkan keringat secara berlebihan tanpa sebab.

Banyaknya keringat yang dikeluarkan oleh seorang penderita bahkan dapat menembus pakaian yang dikenakan atau hingga menetes ke tangan.

Keringat berlebihan pada tubuh akan sangat berdampak pada kondisi fisik maupun psikis, seperti timbulnya rasa malu, depresi, gelisah, bahkan stres.

tanda-tanda hiperhidrosis
job-like.com

Jika hal tersebut tidak segera ditangani dengan baik, seorang penderita akan memungkinkan terkena komplikasi penyakit yang lebih serius seperti:

Infeksi

Keringat yang berlebih akan menyebabkan bakteri cepat berkembang sehingga memudahkan terjadinya infeksi, khususnya pada kulit.

Bau Badan

Memang tidak selamanya seseorang yang menderita Hiperhidrosis memiliki bau badan. Akan tetapi, keringat yang berlebih akan memudahkan berkembangnya bakteri.

Munculnya bau tidak sedap di tubuh umumnya terjadi akibat bercampurnya keringat dengan bakteri.

Dampak Psikologis

Tubuh yang basah akibat keringat berlebih akan menimbulkan perasaan malu khususnya apabila penderita sedang berada di tempat-tempat umum.

Hal yang demikian akan sangat berdampak pada kondisi psikologis penderita.

Tanda-Tanda Seseorang yang Menderita Hiperhidrosis

tanda-tanda hiperhidrosis
abunawaf.com

Umumnya, seseorang yang menderita Hiperhidrosis dapat dilihat dari tanda-tanda yang terlihat pada diri penderita seperti:

  • Banyaknya keringat yang keluar seperti pada telapak tangan sehingga menyulitkan dalam menyelesaikan pekerjaan.
  • Mengalami gangguan saat melakukan aktifitas keseharian seperti menyetir kendaraan yang terganggu akibat tangan yang basah oleh keringat.
  • Banyak menghabiskan waktu untuk mengatasi permasalahan keringat seperti sering mandi karena gerah atau sering mengganti pakaian yang basah oleh keringat.
  • Berusaha menghindari sentuhan secara langsung dengan seseorang seperti berjabat tangan, sebab tidak percaya diri akibat telapak tangan yang berkeringat.
  • Lebih memilih menyendiri daripada bergabung dalam kegiatan-kegiatan sosial.
  • Menghindari aktifitas-aktifitas yang dapat mengeluarkan keringat seperti berolahraga, atau berdansa. Sebab khawatir tubuhnya akan mengeluarkan semakin banyak keringat

Itulah beberapa tanda-tanda seseorang menderita Hiperhidrosis.

Gejala-Gejala yang Menandai Munculnya Hiperhidrosis

Terdapat beberapa gejala-gejala yang dapat di indikasikan menjadi pertanda awal munculnya jenis penyakit ini. Di antaranya adalah:

  • Suhu tubuh meningkat hingga melebihi 40 derajat Celcius.
  • Merasakan sakit kepala atau sebaliknya kepala terasa ringan.
  • Merasakan nyeri pada bagian dada.
  • Muncul perasaan mual.
  • Menggigil.

Penyebab Munculnya Penyakit Hiperhidrosis

penyebab hiperhidrosis
LjekovitoBilje.com

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya Hiperhidrosis.

Berdasarkan penyebabnya, penyakit ini di bedakan menjadi dua golongan yaitu Hiperhidrosis Primer dan Hiperhidrosis Sekunder.

Hiperhidrosis Primer adalah keluarnya keringat dalam jumlah banyak yang terjadi secara tiba-tiba tanpa diketahui secara pasti penyebab kemunculannya.

Meskipun penyebab kemunculannya belum diketahui secara pasti, menurut para ahli munculnya Hiperhidrosis Primer umumnya dipengaruhi oleh saraf simpati dan faktor genetik.

Hiperhidrosis Sekunder adalah Hiperhidrosis yang penyebab kemunculannya telah dapat diidentifikasi.

Munculnya Hiperhidrosis Sekunder umumnya di picu oleh efek obat-obatan yang dikonsumsi, gangguan sel darah, penyakit parkinson, infeksi, gangguan sumsum tulang, kehamilan, hipoglikemia, menopause, obesitas, hipertiroid, gangguan sistem saraf, serta serangan jantung.

Cara melakukan Diagnosa Hiperhidrosis

Untuk mengetahui secara pasti penyakit yang diderita oleh seorang pasien, seorang dokter terlebih dahulu melakukan diagnosa untuk mengidentifikasi tanda-tanda dari penyakit yang diderita oleh pasien.

Berikut beberapa tindakan yang dilakukan oleh seorang dokter untuk melakukan diagnosa terhadap penyakt ini:

1. Diagnosa Secara Fisik

Dalam diagnosa fisik, seorang dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien kemudian mempelajari catan-catatan dari rekam medis nya untuk melihat riwayat penyakit sebelumnya.

2. Melakukan Tes Dara dan Urin

Salah satu bentuk diagnosa yang paling penting adalah melalui tes Darah dan Urin. Sampel darah dan urin pasien akan diambil dan kemudian akan di teliti di laboratorium, untuk mengetahui kandungan yang ada didalam darah dan urin pasien.

3. Melakukan Tes Keringat

Tes keringat dilakukan untuk mengetahui seberapa parah penyakit yang diderita oleh seorang pasien.

Tes keringat yang dilakukan meliputi tes iodine-stratch, tes konduksi kulit, serta tes thermoregulatory sweat.

Cara-Cara Penanggulangan Penyakit Hiperhidrosis

penanggulangan hiperhydrosis
flickr.com

Terdapat tiga macam metode penanggulangan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini yaitu:

1. Iontoforesis

Iontoforesis adalah jenis penanggulangan yang dilakukan dengan cara mengalirkan gelombang listrik lemah ke kulit yang terkena Hiperhidrosis.

Pengaliran arus listrik ini dilakukan dengan menggunakan media air atau bantalan basah.

2. Endoskopi Simpatektomi Dada

Jenis penanggulangan yang satu ini dilakukan melalui jalan pembedahan. Pembedahan ini bertujuan untuk memotong saraf-saraf yang terhubung dengan sistem kontrol keringat.

3. Pengangkatan Kelenjar Keringat

Penanganan dengan cara mengangkat kelenjar keringat biasanya dilakukan untuk menangani Hiperhidrosis yang terletak di sekitar bagian bawah lengan atau pada bagian ketiak.

Selain penanganan secara langsung oleh dokter, seorang pasien juga di himbau untuk mengubah kebiasaan hidup mereka. Guna mencegah penyakit ini menjadi semakin parah.

Kebiasaan-kebiasaan yang harus dirubah diantaranya:

  • Menjauhi jenis konsumsi yang dapat memicu produksi keringat berlebih dalam tubuh seperti makan yang pedas serta minuman keras.
  • Tidak mengenakan pakaian yang sempit atau ketat khsusnya pakaian yang terbuat dari serat buatan.
  • Secara psikologis, penderita disarankan untuk mengenakan pakaian yang berwarna putih agar bekas keringat tidak namapak.
  • Rutin menggunakan Antiperspiran.
  • Menggunakan pelindung keringat pada ketiak yang mampu menyerap keringat yang berlebih.
  • Untuk keringat pada telapak kaki, pasien dianjurkan menggunakan kaus kaki yang dapat menyerap kelembapan dan rutin menggantinya untuk menghindari perkembangan bakteri di kaus kaki.

Demikian penjelasan singkat mengenai penyakit Hiperhidrosis yang bisa terjadi kepada siapa saja.

Semoga informasi diatas dapat membantu anda mengenali, melakukan diagnosa, serta menanggulangi penyakit Hiperhidrosis.

Leave a Comment