Pengertian Hipertensi beserta Cara Mencegah dan Mengobatinya

APA ITU HIPERTENSI? – Seberapa bahayanya jika terjadi hipertensi pada tubuh kita? Pada kesempatan kali ini, Anda akan membaca artikel seputar hipertensi bersama sehatafiat. Pembahasannya meliputi pengertian hipertensi, penyebab terjadinya hipertensi, gejala-gejala yang timbul, diagnosis, komplikasi hipertensi, cara mencegah dan mengobati hipertensi.

Kesehatan tubuh kita merupakan suatu hal yang sangat berharga dan tidak bisa dibeli dengan apapun. Jadi, jagalah kesehatan tubuh kita dengan cara menerapkan pola hidup sehat yang baik dan benar. Meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat, pengecekan kesehatan juga tetap perlu dilakukan demi mencegah terjadinya serangan penyakit yang berbahaya.

Penyakit berbahaya bisa menyerang tubuh kita kapan saja dan dimana saja. Salah satu penyebab tubuh kita mudah diserang oleh penyakit-penyakit berbahaya adalah tekanan hipertensi. Apa itu hipertensi?

Pengertian Hipertensi

Hipertensi
Sumber: sahabatginjal.com

Tekanan darah tinggi atau bahasa kedokterannya adalah hipertensi merupakan suatu kondisi di mana tekanan darah pada pembuluh darah bersih/dinding arteri mengalami peningkatan. Keadaan seperti ini tidak bisa terdeteksi dengan kasap mata, dan bahkan tidak memiliki gejala-gejala yang jelas. Tidak heran jika dunia kesehatan menyebutnya dengan “pembunuh diam-diam”.

Satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi tekanan darah adalah dengan mengukur atau mengecek tekanan darah di puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat. Karena kondisi hipertensi tidak memiliki gejala-gejala yang jelas, maka sebaiknya lakukan pengecekan secara terstruktur.

Maksud dari terstruktur adalah lakukan pengecekan secara teratur dengan batasan waktu yang dianjurkan. Menurut dunia kedokteran, pengecekan tekanan darah bagi orang dewasa bisa dilakukan setiap lima (5) tahun sekali. Tekanan darah yang ideal adalah di bawah angka 120/80 mmHg.  Apabila hasil pengukuran masih di bawah angka 130/90 mmHg, juga masih terhitung normal.

Berdasarkan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) yang dilakukan pada tahun 2013, penderita hipertensi mencapaii angka 25,8% dialami oleh orang di usia 18 ke atas di seluruh Indonesia. Dari data tersebut menyatakan bahwa penderita hipertensi perempuan lebih banyak 6% dari penderita hipertensi laki-laki.

Namun yang terdiagnosis oleh kedokteran hanya 9,6% saja. Artinya masih banyak orang yang terkena tekanan darah tinggi tidak terjangkau oleh kedokteran entah karena tidak menjalani pengobatan yang dianjurkan oleh kedokteran. Oleh karena itu wajar apabila sekarang hipertensi merupakan penyumbang hilangnya nyawa tertinggi di Indonesia.

Ada banyak faktor yang mendukung terjadinya hipertensi pada tubuh seseorang. Menurut dunia kedokteran ada beberapa faktor pemicu yang mempengaruhi peningkatan tekanan darah tinggi pada seseorang. Faktor tersebut yaitu:

  • Usia yang sudah di atas 65 tahun.
  • Terlalu banyak konsumsi garam.
  • Obesitas.
  • Keturunan.
  • Kurang makan sayur dan buah-buahan.
  • Kurang olahraga.
  • Terlalu sering minum kopi/minuman mengandung kafein.
  • Terlalu sering minum minuman keras.

Faktor di atas merupakan sebagian dari pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui dan menerapkan pola hidup sehat di keseharian kita. Dengan begitu setidaknya kita sudah memperkecil kemungkinan terkena serangan tekanan darah tinggi.

Penyebab Terjadinya Hipertensi

Penyebab Hipertensi 1
Sumber: modalfm.co

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwasannya tekanan darah tinggi tidak bisa diketahui secara pasti apa penyebab dari tekanan darah tinggi menyerang seseorang. Selama ini kedokteran hanya menyimpulkan faktor-faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah meningkat.

Seperti yang sudah dibahas di atas yaitu mengenai faktor-faktor penyebab meningkatnya resiko terkena tekanan darah tinggi yaitu pola hidup yang tidak sehat. Faktor paling tinggi yaitu:

  • Usia, seiring bertambahnya usia seseorang akan semakin tinggi terkena tekanan darah tinggi.
  • Keturunan, faktor terbesar kedua yaitu turunan dari keluarga terdekat yang mengalami tekanan darah tinggi.
  • Merokok, faktor ketiga adalah rokok. Merokok dapat menyebabkan tekanan darah meningkat dan menyempitkan dinding arteri.
  • Obesitas, faktor terbesar ke-4 adalah obesitas atau kelebihan berat badan. Obesitas membuat seorang membutuhkan oksigen dan nutrisi yang lebih banyak, oleh karena itu volume darah yang dibutuhkan juga lebih banyak. Semakin volume darah banyak maka semakin meningkat tekanan darah.
  • Kurang Olahraga, olahraga menjadi aktifitas yang sangat penting bagi semua orang. Seseorang yang jarang berolahraga akan cenderung mengalami detak jantung yang lebih cepat dari normalnya. Sehingga kerja jantung pun meningkat dan tekanan darah otomatis juga akan meningkat.
  • Kadar Garam Tinggi, faktor tertinggi berikutnya yaitu kadar garam tinggi. Garam yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan menumpuknya cairan di tubuh, apabila cairan menumpuk maka tekanan darah bisa meningkat.
  • Minuman Keras yang Berlebihan, minuman keras sangat tinggi kandungan alkoholnya, yang mana alkohol jika dikonsumsi secara berlebihan akan membahayakan tubuh. Salah satunya adalah menyebabkan meningkatnya tekanan darah di dalam tubuh.
  • Stress, seorang yang mengalami stress berat juga memicu terjadinya tekanan darah yang tinggi di dalam tubuhnya.

Ada dua jenis hipertensi yang dikenal oleh dunia kedokteran. Pertama adalah hipertensi primer, yaitu hipertensi yang tidak bisa diketahui penyebabnya sama sekali. Dan yang kedua adalah hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang terjadi karena beberapa faktor-faktor seperti faktor di atas.

Gejala-gejala Hipertensi

Hipertensi gejala
Sumber: oupremedclub

Kebanyakan orang yang mengidap tekanan darah tinggi tanpa sepengetahuannya. Hal ini dipicu oleh tidak adanya gejala-gejala yang signifikan. Artinya seseorang yang terkena tekanan darah tinggi bisa saja terjadi ketika sudah hipertensi sudah mengundang penyakit berbahaya seperti penyakit jantung, ginjal, dan penyakit bahaya lainnya.

Oleh karena itu pengecekan yang terstruktur dan teratur perlu dilakukan untuk mencegah bahaya yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Karena tekanan darah tinggi ini bisa menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian seseorang.

Jadi, untuk gejala-gejala tekanan darah tinggi tidak bisa diketahui dengan pasti. Namun, jika kita ingin selamat dari serangan tekanan darah tinggi, langkah yang paling utama adalah menerapkan pola hidup sehat dan langkah kedua yaitu lakukan pengecekan maksimal 5 tahun sekali.

Diagnosis Hipertensi

Diagnosis Hipertensi
Sumber: viva.co.id

Seseorang bisa didiagnosa mengalami tekanan darah tinggi apabila pengukuran tekanan darah berada di angka lebih dari 130/90 mmHg. Namun, sebenarnya batas ideal tekanan darah seseorang adalah 120/80 mmHg dan batas paling maksimal adalah 130/90 mmHg. Alat untuk mengukur tekanan darah adalah Sfigmomanometer. Alat ini ada yang manual dan ada juga yang sudah digital.

Perlu diketahui dan diperhatikan bahwa pengecekan tekanan darah dengan batas maksimal 5 tahun sekali adalah dituju untuk orang yang tidak memiliki resiko hipertensi. Namun untuk seseorang yang memiliki resiko terkena hipertensi lebih tinggi disarankan untuk melakukan pengecekan tekanan darah sesering mungkin.

Seseorang yang memiliki resiko lebih tinggi terkena hipertensi adalah seseorang yang mendapati faktor-faktor penyebab terjadinya hipertensi, seperti faktor usia, faktor keturunan dan faktor lainnya.

Perlu diketahui juga bahwa hasil pengecekan dengan hasil tekanan darah tinggi dalam sekali belum bisa dijadikan patokan seseorang terkena hipertensi. Kenapa? Karena tekanan darah bisa berubah-ubah dalam keadaan tertentu.

Pengukuran tekanan darah tidak harus dilakukan di puskesmas, klinik, ataupun rumah sakit. Namun tekanan darah bisa saja dilakukan di rumah sendiri dengan catatan kita harus memiliki alat untuk mengukur tekanan darah tinggi. Selain itu, kita juga harus bisa membaca alat untuk mengukur tekanan darah tinggi.

Dengan memiliki alat pengukur tekanan darah tinggi sendiri sebenarnya akan sangat membantu, terutama bagi yang memiliki resiko terkena hipertensi lebih tinggi. Namun, alangkah lebih baik jika tetap melakukan pengecekan pada ahlinya. Selain bisa mendapat kepastian, kita juga bisa meminta rujukan atau juga saran.

Komplikasi

Hipertensi Komplikasi
Sumber: jualproduktiens.com

Tekanan darah yang tinggi akan memicu dan membebani kinerja jantung dan pembuluh darah. Maka dari itu sangat penting dan sangat perlu untuk melakukan penanganan yang serius apabila hipertensi sudah mulai menyerang.

Jika hipertensi dibiarkan dan dianggap remeh maka hipertensi bisa menimbulkan komplikasi. Jenis-jenis komplikasi yang bisa terjadi yaitu:

  • Serangan jantung dan stroke, hipertensi sangat berpotensi menyebabkan terjadinya penebalan dan juga pengerasan pada dinding arteri yang mengakibatkan serang jantung dan juga stroke.
  • Aneurisme, hipertensi bisa memicu terjadinya aneurime atau pelebaran dinding pembuluh darah. Jika terjadi pelebaran/pengembungan pembuluh darah maka dinding arteri akan melemah saat menahan tekanan darah. Hal ini bisa memicu pecahnya dinding arteri yang akan menyebabkan kematian.
  • Ginjal Rusak, hipertensi bisa menyebabkan rusaknya fungsi ginjal yang mana kondisi seperti itu bisa menyebabkan pembengkakan kedua tungkai bawah. Sehingga mudah buang air kecil pada malam hari namun dengan urine yang sedikit atau berkurang.
  • Sindrom Metabolik, yaitu suatu keadaan dimana munculnya sejumlah maslah kesehatan secara bersamaan. Seperti lingkar pinggang meningkat, rendahnya kadar kolesterol baik, kadar gula yang tinggi, kadar trigliserdia meningkat tinggi, dan disertai hipertensi membuat peningkatan resiko terjadinya sindrom metabolik. Sindrom ini juga biasa dikenal dengan kondisi dimana tubuh gagal menggunakan insulin dengan efektif yang mengakibatkan penyakit diabetes dan kardiovaskuler.

Jenis-jenis komplikasi di atas sangat berbahaya dan sangat mengancam nyawa seseorang. Maka dari itu pencegahan sebelum terjadi komplikasi karena hipertensi menjadi hal yang sangat penting.

Cara Mencegah Hipertensi

mencegah-hipertensi
Sumber: necturajuice.com

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Jadi sebelum hipertensi menyerang sebaiknya ketahui cara mencegahnya. Bagaimana cara mencegahnya? Cara mencegah hipertensi sama dengan mencegah jenis serangan penyakit lainya, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat.

Kunci kesehatan tubuh kita ada pada diri sendiri. Bagaimana seseorang mengatur waktu kesehariannya. Entah waktu makan, waktu istirahat, waktu beraktifitas, dan waktu istirahat.

Pola hidup yang sehat yaitu pola hidup yang tidak berlebihan. Makan yang baik 3 x sehari, olahraga yang baik setiap hari, istirahat yang baik di malam hari, dan masih banyak pola hidup sehat lainnya. Maka dari itu berusahalah untuk selalu menjalankan pola hidup sehat.

Berikut ini adalah contoh-contoh penerapan pola hidup yang sehat yang bisa dilakukan setiap hari.

  • Makanan, mengkonsumsi makanan yang sehat seperti makanan rendah lemak, kaya serat, kaya vitamin, dan kaya nutrisi penting untuk kesehatan tubuh. Makanan rendah lemak seperti beras merah, roti dari biji-bijian, buah-buahan, dan sayur-sayuran hijau.
  • Berat Badan, menjaga berat badan dan mengurangi berat badan ketika badan mulai terpenuhi dengan lemak-lemak jahat merupakan salah satu usaha penerapan pola hidup sehat.
  • Olahraga, olahraga yang rutin akan membantu peredaran darah sempurna sehingga detak jantung akan berdetak dengan normal.
  • Terapi Refleksi, manfaat terapi adalah untuk mengendalikan pikiran yang terlalu banyak memikirkan urusan/stress.
  • Minuman Keras, usahakan untuk menghindari yang namanya minuman keras. Meskipun meminum minuman keras diperbolehkan dengan dosis yang terkendali.
  • Merokok, rokok bisa menyebabkan hipertensi secara perlahan, karena merokok bisa menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah.
  • Kafein, mengurangi minuman yang mangandung kafein. Karena jika terlalu sering mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein akan memperbesar atau meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Itu adalah sebagian dari aktifitas pola hidup sehat yang perlu diterapkan. Masih banyak pola hidup sehat lainnya yang perlu diterapkan supaya kesehatan tubuh selalu terjaga. Menjalankan atau menerapkan pola hidup sehat memang tidak mudah, namun jika kita sadar akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat, tentu akan timbul rasa semangat untuk menerapkan pola hidup sehat setiap hari.

Cara Mengobati Hipertensi

Cara Mengobati Hipertensi
Sumber: hellosehat.com

Bagaimana jika tekanan darah tinggi sudah terlanjur menyerang? Bagaimana cara untuk mengobatinya? Merubah pola hidup serta mengkonsumsi obat anti hipertensi dapat dilakukan sebagai langkah pertama untuk menangani jika hipertensi sudah menyerang.

Tingginya tekanan darah serta resiko yang bisa ditimbulkan merupakan yang hal yang akan menentukan pengobatannya. Berikut ini merupakan contoh kondisi yang bisa dijadikan pertimbangan dalam langkah pengobatan.

  • Apabila tekanan darah sangat tinggi yaitu berada di angka 160/100 mmHg atau bahkan lebih, maka harus dilakukan penanganan dokter secepatnya.
  • Apabila tekanan darah mencapai angka 140/90 mmHg atau bahkan lebih, serta memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular, maka perlu mengkonsumsi obat-obatan khusus dan segera untuk merubaha pola hidupnya.
  • Apabila tekanan darah tidak jauh lebih tinggi dari angka 130/80 mmHg serta memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular rendah, maka bisa diobati dengan merubah pola hidup yang salah dan tidak sehat.

Melakukan perubahan pola hidup tidak akan langsung terlihat efeknya. Kurang lebihnya membutuhkan waktu beberapa minggu saja. Bagaimana cara mengawali perubahan pola hidup yang baik.

  • Langkah pertama bisa dilakukan dengan merubah konsumsi makanannya. Mulailah memilih makanan yang rendah lemak untuk dikonsumsi seperti nasi beras merah, buah-buahan, dan sayur-sayuran.
  • Kedua mulailah mengurangi konsumsi garam maksimal sehari satu sendok teh saja.
  • Ketiga mulailah aktif dan rajin berolahraga setiap hari. Seperti lari-lari pagi minimal 15 – 30 menit sehari.
  • Keempat mulailah melakukan program penurunan berat badan apabila berat badan sudah melebihi batas ideal.
  • Kelima mulailah berhenti merokok jika sebelumya merupakan seorang perokok aktif.
  • Keenam mulailah meninggalkan minuman keras apabila sebelumnya merupakan seorang pencandu minuman keras.
  • Ketujuh mulailah mengurangi atau akan lebih bagus meninggalkan minuman yang mengandung kafein.
  • Terakhir mulailah rajin melakukan terapi relaksasi supaya strees bisa terkendalikan.

Itulah langkah-langkah apabila ingin merubah pola hidup kesehariannya dengan pola hidup yang sehat. Disiplin yang tinggi akan memberikan dampak positif yang tinggi juga. Maka, sebaiknya maksimalkan jika ingin merubah pola hidup kita.

Penggunaan Obat-obatan

Ada beberapa kasus tekanan darah tinggi yang memang perlu dilakukan pengobatan dengan mengkonsumsi obat-obatan seumur hidup. Dan boleh berhenti mengkonsumsi obat apabila memang tekanan darah sudah terkendali selama beberapa tahun.

Kasus lainnya, ada juga yang perlu pengobatan dengan mengkonsumsi obat dengan obat yang bermacam-macam jenisnya. Kombinasi jenis-jenis obat dilakukan untuk mengatasi tekanan darah tinggi yang lebih susah dikendalikan. Apa saja jenis obat-obatan untuk tekanan darah tinggi?

  1. Angiotensin-coverting Enzyme (ACE) Inhibitor.
  2. Calcium Channel Blockers.
  3. Diuretik.
  4. Beta-blockers.
  5. Alpha-blockers.

Itulah beberapa jenis obat-obatan untuk menangani hipertensi. Obat-obatan tersebut hanya bisa dibeli dengan rekomendasi dokter. Karena dokterlah yang memiliki keahlian untuk merekomendasikan.

Pada dasarnya semua orang tidak menginginkan hipertensi menyerang dirinya, namun sifat manusia yang lebih condong pada kelalaian membuat seseorang terbiasa dengan pola hidup yang tidak sehat. Akhirnya, resiko terserang hipertensi menjadi lebih tinggi. Jadi, pesan dari kami jagalah kesehatan tubuh Anda dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari.

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment