Lotus Birth, Metode Kelahiran Bayi yang Jadi Trend Kekinian

Lotus Birth – Mahmud (baca: Mamah Muda) umumnya sering mendengar metode lotus birth? Salah satu metode kelahiran yang kini semakin banyak dikenal, walaupun demikian keamanan metode ini sendiri masih belum bisa dipastikan secara medis.

Metode kelahiran lotus birth mulai diminati ibu-ibu hamil karena dianggap lebih alami sehingga membuat bayi memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi. Akan tetapi secara ilmu kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversi serta memiliki risiko untuk bayi.

Proses pemisahan antara tali pusat dan plasenta ditunggu secara alami selang beberapa hari kemudian. Hal tersebutlah yang menjadi pembeda dengan metode kelahiran lainnya.

Lotus Birth Baby
http://www.nascitanaturale.com/

Pemotongan Tali Pusat Bayi

Secara medis, metode ini belum memiliki bukti ilmiah yang valid. Meskipun demikian, ada sebagian penelitian yang menemukan manfaat penundaan pemotongan tali pusat selama beberapa waktu.

Hal yang perlu ditekankan adalah praktik lotus birth yang membiarkan tali pusat berhari-hari hingga putus secara alami tanpa campur tangan dokter ataupun bidan.

Menurut World Health Organization (WHO) proses pemutusan tali pusat yakni sekitar 1-3 menit selepas bayi lahir. Justru sangat tidak disarankan untuk pemotongan tali pusat yang terlalu awal yakni kurang dari 1 menit setelah bayi lahir, terkecuali dalam kondisi-kondisi darurat tertentu.

Pemotongan tali pusat akan “memutus” penyaluran darah dan oksigen tersebut. Sehingga bayi kehilangan kesempatan untuk mendapat sekitar 30 mililiter darah dari plasenta.

Nutrisi dari plasenta tersebut sebanding dengan 600 mililiter darah orang dewasa. Pasokan darah terhitung sekitar 30% lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang tali pusatnya langsung dipotong.

Bayi yang pemotongan tali pusatnya ditunda juga memiliki kemungkinan memiliki sel darah merah lebih tinggi pada 1-2 hari pertama. Serta tingkat zat besi yang lebih tinggi hingga 6 bulan.

Resiko Lotus Birth
http://readmt.com/

Resiko Lotus Birth

Lalu, apakah metode alami lotus birth ini benar-benar aman tanpa resiko sama sekali? Tetap saja ada resiko dalam metode kelahiran ini. Penundaan pemotongan tali pusat terlalu lama memiliki resiko yang patut diwaspadai yakni:

Rentan Infeksi

Plasenta yang mengandung darah sangat rentan terjangkiti infeksi yang bisa ditularkan langsung kepada bayi. Setelah bayi lahir dan tali pusat berhenti berdenyut, plasenta tak ubahnya sebagai jaringan mati karena sudah tidak memiliki sirkulasi darah.

Oleh karena itu sangat dianjurkan bagi orang tua yang memilih melakukan lotus birth, maka sangat direkomendasikan untuk memantau secara hati-hati dan berkala untuk menghindari kemungkinan terjadi infeksi.

Bayi Kuning

Ada juga resiko bayi mengalami bilirubin ataupun mengalami jaundice yang akan membuat bayi berwarna kuning. Hal ini disebabkan pasokan darah ekstra yang diperoleh dari tali pusat. Bayi yang dilahirkan dengan metode lotus birth akan memiliki kemungkinan waktu yang lebih panjang untuk proses penyembuhan.

Penundaan pemotongan tali pusat selama beberapa saat diyakini mendatangkan manfaat. Meskipun demikian, untuk melakukan praktik lotus birth dengan resiko yang ringan, sebaiknya memiliki pertimbangan ulang yang matang.

Manfaat Metode Kelahiran Lotus Birth

Perlu diketahui bahwa proses persalinan merupakan fase transisi dalam hidup bayi. Pada momen persalinan, dalam sekejap lingkungan hidup bayi berubah, dari rahim ke dunia.

Lotus Birth meminimalkan trauma pada fase transisi itu, hal ini karena plasenta tetap terhubung. Hal diyakini akan dapat membuat bayi menjalani awal kehidupannya di dunia dengan lebih familiar dan tenang. Sehingga diharapkan suasana hati bayi yang lebih baik akan mendukung proses bonding antara bayi dengan bunda dan keluarganya.