Mata Minus, Penjelasan Penyebab dan Cara Sederhana Mencegahnya

Mata Minus – Jika Anda kesulitan melihat seseorang yang berada dalam jarak jauh atau ketika melihat benda dari jarak jauh, maka boleh jadi Anda terkena miopia. Istilah lain dari miopia adalah mata minus atau rabun jauh.

Proses mata dapat melihat dikarenakan sinar yang direfleksikan dari sebuah objek masuk ke mata melalui kornea, kemudian difokuskan oleh lensa mata ke retina. Pada mata normal, kornea dan lensa mata membiaskan cahaya yang masuk sehingga bayangan objek benda difokuskan tepat di retina.

Tetapi pada mata minus, cahaya yang masuk tidak focus di retina mata, namun jauh didepannya. Penyebabnya karena kornea terlalu cembung atau panjang bola mata yang terlalu besar. Sehingga orang yang memiliki mata minus pada saat melihat objek dari jarak jauh, objek tersebut akan terlihat tidak fokus.

Adapun besaran keparahan mata minus ditandai dengan ukuran dioptric (D). Berdasarkan level keparahannya, mata minus dikelompokkan menjadi tiga yakni miopia rendah (minus 0.5D hingga minus 3D), sedang (minus 3D hingga 6D), dan berat (diatas 6D).

Penyebab Mata Minus
Sumber Gambar: http://caramengobatitradisional.web.id

Bagaimana Cara Agar Terhindar dari Mata Minus

Mata minus tidak dapat dicegah, namun dapat diperlambat laju perkembangannya. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan mata dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Istirahatkan mata secara periodik waktu tertentu. Saat Anda tengah bekerja dengan komputer atau membaca dalam jangka waktu yang tidak singkat, beristirahatlah dengan melihat objek jauh dalam periodik waktu tertentu.
  • Jagalah konsumsi makanan yang sehat. Sudah menjadi rahasia umum jikalau mengonsumsi makanan sehat dapat menjaga organ tubuh menjadi sehat, termasuk pula kesehatan mata.
  • Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran terutama yang banyak mengandung vitamin A seperti wortel, kuning telur, dan susu. Selain itu juga ikan yang kaya omega 3 seperti tuna, salmon dan makarel juga sangat baik untuk menjaga kesehatan mata.
  • Hindari merokok karena dapat mengganggu kesehatan mata.
  • Pakailah kacamata hitam dengan UV protector. Jangan pula menyepelekan sinar matahari karena selain menjadikan kulit menjadi lebih gelap, cahaya matahari juga dapat menganggu kesehatan mata. Senantiasa pakailah kacamata hitam yang memiliki perlindungan sinar UV.

Lalu Bagaimana Gejala Mata Minus

Jika Anda memiliki beberapa gejala seperti beberapa point berikut ini, maka sebaiknya Anda perlu memeriksakan mata Anda ke dokter. Adapun gejala mata minus seperti:

  • Mata sering berkedip
  • Sakit kepala
  • Sering mengucek mata
  • Mata terasa tegang
  • Mata terasa lelah
  • Suka menonton televise dalam jarak dekat agar terlihat lebih jelas
  • Perlu duduk dekat dengan papan tulis agar dapat membaca lebih jelas
  • Kesulitan melihat ketika mengendarai kendaraan
  • Memicingkan mata ketika melihat objek dalam jarak tertentu
  • Kesulitan melihat sesuatu dalam jarak jauh tetapi tidak kesulitan untuk objek dalam jarak dekat.
Terapi Mata Minus
Sumber Gambar: http://berkatsehat.com

 

Kapan Harus Memeriksakan Kesehatan Mata

Pada usia belia seperti anak anak, sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan mata sebelum sekolah. Pada saat mulai memasuki masa sekolah, lakukan pemeriksaan kesehatan mata secara rutin tiap satu atau dua tahun sekali.

Semakin bertambahnya usia, maka ketajaman mata akan semakin berkurang. Jika Anda memiliki beberapa gejala diatas, maka ada kemungkinan Anda mengalami gangguan kesehatan mata, oleh karena itu sebaiknya periksakan mata Anda ke dokter.

Dan jika Anda tidak memiliki keluhan penglihatan, orang dewasa tetap dianjurkan untuk pemeriksaan kesehatan mata mulai usia 40 tahun. Pada rentang usia 40 hingga 54 tahun, pemeriksaan mata bisa dilakukan setiap dua atau empat tahun sekali.

Sedangkan pada rentang usia 55-64 tahun dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan mata setiap satu hingga tiga tahun sekali.

Gangguan Penglihatan pada Mata Minus

Kerusakan pada mata dapat mengganggu aktivitas keseharian dan membuat kualitas hidup berkurang. Ketika Anda memaksakan berkendara dalam kondisi mata minus tanpa memakai kacamata, tentu hal ini akan membahayakan keselamatan Anda dan orang lain.

Terlebih ketika memaksakan melihat dengan mata minus juga akan membuat mata Anda semakin tegang. Kondisi berlebihan akan dapat menimbulkan sakit kepala. Selain itu, mata minus jgua akan meningkatkan resiko penyakit mata serius seperti ablasio retina (terlepasnya retina), kataran dan glaucoma.

Terapi Mata Minus

Jika ternyata mata Anda sudah mengalami gangguan mata minus, maka Anda bisa melakukan beberapa terapi mata seperti menggunakan kacamata atau lensa kontak. Kacamata merupakan salah satu cara paling mudah dan paling aman untuk mengoreksi mata minus.

Namun, pada kacamata untuk minus yang berat, pandangan pada bagian tepi dapat memungkinkan terjadi distorsi penglihatan. Lensa kontak tidak memiliki kekurangan tersebut, akan tetapi memiliki kerumitan dalam pemeliharaan lensa kontak.

Bagi Anda yang menginginkan koreksi mata secara permanen, maka jalur operasi mata merupakan opsi terbaik. Beberapa operasi yang dapat Anda lakukan seperti operasi LASIK, operasi LASEK, dan Photorefractive Keratectomy (PRK). Selain itu implan lensa intraokuler (IOL) dapat menjadi pilihan abg penderita mata minus sedang hingga berat.

Indera penglihatan termasuk salah satu bagian vital dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Lakukan pemeriksaan secara rutin demi mengetahui kondisi mata dan segera koreksi kelainan mata Anda.