Keuntungan dan Resiko Melahirkan Normal Dalam Air

MELAHIRKAN NORMAL DALAM AIR – Rasa sakit ketika melahirkan sangatlah wajar. Melahirkan dalam air atau yang biasa dikenal dengan Water Birth disebut sebagai salah satu cara yang bisa mengurangi rasa sakit pada saat melahirkan. Sampai saat ini, metode ini masih menimbulkan pro dan kontra antara keuntungan dan risiko melahirkan normal dalam air ini.

Pada saat proses melahirkan menggunakan metode Water Birth, maka sang ibu akan jongkok, duduk atau pada posisi lainnya yang membuat dirinya nyaman untuk mengejan di dalam air. Cara ini terbilang sangat berbeda dengan operasi sesar atau persalinan norma pada biasanya yang mengharuskan sang ibu menjalani proses melahirkan dengan posisi berbaring atau tidur.

Apakah Melahirkan Normal Dalam Air Dapat Mengurangi Rasa Sakit?

melahirkan di dalam air
http://midwivesofnj.com

Sesuai yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa metode ini masih menimbulkan pro dan kontra antara berbagai kalangan medis sampai saat ini. Suatu penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan metode ini yaitu mengurangi rasa sakit. Sehingga bisa menurunkan kemungkinan memakai obat pereda rasa sakit, semisal epidural.

Hal itu dapat terjadi karena ketika berada di dalam air yang hangat bisa membantu meringankan rasa sakit ketika kontraksi. Seperti halnya mandi air hangat bisa meringankan nyeri punggung ataupun sakit perut.

Keuntungan Lain dari Melahirkan Normal Dalam Air (Water Birth)

melahirkan normal dalam air
media.npr.org

1.Privasi

Proses melahirkan dengan menggunakan metode Water bBrth dapat memberikan lebih banyak privasi. Karena sebagian perempuan merasa lebih mampu mengatur atau mengendalikan tubuhnnya ketika berada di dalam kolam. Efek tersebut pun semakin terasa dengan meredupkan cahaya lampu dan menjaga ruangan tersebut agar tidak terlalu berisik.

2. Lebih Mudah Bergerak

Kondisi ketika mengapung di dalam air akan membuat tubuh menjadi lebih ringan. Sehingga lebih mudah untuk bergerak dan mencari posisi yang nyaman. Dan hal terpenting yaitu posisi itu mampu memberikan kemudahan bayi lahir. Aturan yang perlu diperhatikan yaitu tetap menjaga lutut agar dalam posisi rendah dari pinggul.

3. Dukungan Gravitasi

Posisi duduk atau jongkok di kolam, didukung pula oleh gaya gravitasi, memberikan kemungkinan sang ibu untuk lebih memudahkan ketika proses melahirkan. Mengejan dalam posisi ini di dalam air pun bisa memberikan kemudahan dalam proses persalinan. Jika sang ibu mempunyai kekurangan fisik, dengan menggunakan metode akan mendapatkan keuntungan lebih.

4. Efek Relaksasi

Air mampu memberikan efek relaksasi bagi wanita yang akan melakukan proses persalinan dengan masuk ke dalam kolam yang berisi air hangat. Hal tersebut pun mampu membuat sang ibu bernapas lebih teratur agar dapat mengurangi rasa sakit ketika kontraksi.

Resiko Melahirkan Normal Dalam Air (Water Birth)

resiko melahirkan di dalam air
seruni.id

Walaupun proses persalinan dengan metode water birth mempunyai banyak keuntungan, selain itu metode tersebut juga memiliki resiko, diantaranya:

1. Kerusakan Tali Pusar

Pada saat melahirkan dengan metode water birth, pada umumnya bayi akan segera diangkat dari dalam air ke permukaan. Tetapi gerakan membawa bayi ke atas memiliki resiko merusak tali pusar, dikarena sang ibu atau bayinya bisa terus mengalami pendarahan darah yang bisa menimbulkan anemia.

2. Sindrom Aspirasi Mekonium

Kondisi ini ialah suatu kondisi dimana usus bayi telah melakukan gerakan pertama sebelum lahir dan bayi pun menghirup cairan ketuban yang dapat terkontaminasi sehingga menimbulkan gangguan pernapasan. Dokter dan bidan bisa mengenali hal tersebut pada saat air ketuban pecah serta bercampur dengan mekonium yang pada dasarnya berwarna hijau, lengket dan kental. Maka pada saat itu sangat penting bagi ahli medis untuk segera memberikan pertolongan pada sang bayi.

3. Radang Paru-paru (pneumonia)

Walaupun belum mendapat dukungan dari hasil penelitian yang signifikan, resiko ini masih tetap harus diperhatikan atau dipertimbangkan pada saat akan melakukan persalinan menggunakan metode ini. Penting untuk menjaga air tetap berada pada suhu 35-37 derajat celcius dan bayi harus dengan segara mungkin diangkat ke permukaan setelah lahir.

Penyakit tersebut pada umumnya berkembang pada 24-48 jam pertama yang diantaranya disebabkan oleh bakteri yang berasal dari dalam kolam, sindrom aspirasi mekonium dan kontaminasi tinja.

4. Infeksi

Pada saat sang ibu mengejan untuk melahirkan bayinya, kemungkinan besar akan sekaligus mengeluarkan kotoran. Hal ini sangatlah normal, maka dari bidan akan segera membersihkannya. Tetapi hal tersebut bisa meningkatkan resiko infeksi terhadap bayi.

5. Tenggelam

Ketika berada di dalam air, pasti ada resiko untuk tenggelam. Ada resiko bayi terlalu lama di dalam air atau tenggelam sampai menderita asphyxiation yang merupakan suatu kondisi kekurangan oksigen untuk tubuh yang diakibatkan pernapasan abnormal.

Cara apapun yang kemudian telah dipilih untuk melahirkan, yang terpenting yaitu mendahulukan keselamatan. Lakukan pertimbangan seluruh kemungkinan yang akan terjadi dengan cara konsultasi dengan dokter kandungan serta ahli medis profesional untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Sekian pembahasan mengenai melahirnkan normal dalam air (Water Birth), semoga dapat bermanfaat. Terima kasih.