Pengertian Ovulasi beserta Cara Untuk Menghitung Masa Subur

OVULASI ADALAH – Bagi wanita istilah ovulasi ini pastinya sudah tidak asing lagi. Dalam bahasa sehari-hari Ovulasi diartikan sebgai masa subur. Biar lebih jelasnya terkait dengan ovulasi ini. Simak penjelasan berikut.

Pengertian Ovulasi

Pengertian Ovulasi
masasuburwanita.com

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur (ovum) dari indung telur (ovarium). dalam proses ovulasi ini, folikel yang matang pecah dari rahim, mengeluarkan ovum (sel telur) kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk dibuahi.

Jika bertemu dengan sel sperma, terjadilah proses kehamilan. Akan tetapi jika tidak terjadi pembuahan, wanit akan mengalami menstruasi.

Ovulasi dimulai pada saat pubertas dan terus berlangsung setiap bulanannya pada masa usia subur. Dan disaat masa kehamilan, proses ovulasi ini berhenti.

Tanda Terjadinya Ovulasi

Tanda masa subur
pinterest.com

Walaupun tanda-tanda ovulasi di setiap wanita itu tidak sama, akan tetapi ada beberapa cara untuk mengetahui kapan mengalami ovulasi dengan melihat beberapa tanda terjadinya ovulasi berikut ini:

Suhu basal tubuh. Ovulasi bisa menaikan suhu basal tubuh. Suhu basal tubuh itu ialah suhu tubuh ketika sedang beristirahat. Anda dapat mengukur suhu basal tubuh dengan menggunakan termometer khusus.

Setelah mengetahui perubahan pada suhu basal Anda, Anda bisa mengira-ngira kapan masuk masa ovulasi serta mengetahui kapan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan.

Setelah 2 sampai 3 hari sesudah Anda mengalami ovulasi ini, hormon yang turut dalam proses ovulasi akan meningkatkan suhu basal tubuh Anda menjadi 0.1 sampai 0.2 derajat Celcius.

Keputihan. Keputihan dalah lendir yang berasal dari leher rahim yang bisa menjadi pertanda bahwa Anda memasuki masa subur. Setelah masa menstruasi selesai, lendir pada leher rahim Anda meningkat secra perlahan serta teksturnya juga berubah.

Pada saat Menjelang ovulasi, lendir akan menjadi lebih cair yang mana nantinya akan mempermudah sperma masuk ke dalam tuba falopi untuk bertemu dengan sel telur. Jadi masa-masa subur Anda adalah ketika lendir itu mulai nampak agak jernih seperti putih telur mentah.

Merasa lebih bergairah. Pada masa ovulasi, biasanya Anda akan merasa lebih bergairah dalam melakukan hubungan seks, Anda juga biasanya merasa lebih menarik.

Selain itu juga, Anda juga akan terlihat lebih menarik bagi pasangan Anda, tubuh Anda nantinya secara alami akan mengeluarkan wangi yang beda tanpa Anda sadari.

Merasakan Sakit pada perut. Di masa ovulasi biasanya ada Rasa sakit atau kram di bagian perut. ini sering diesbut sebagai mittelschmerz.

Kebanyakan wanita yang ovulasi, mereka merasakan sakit pada di ovarium yakni di perut bagian bawah. Rasa sakit itu juga dapat muncul di bagian salah satu punggung di saat ovulasi.

Cara Menghitung Masa Ovulasi

cara mengetahui masa subur
HelloSehat.com

Dengan menggunakan kalender : cara menghitung masa ovulasi ini ialah dengan menggunakan cara penghitungan kalender. Jika siklus haid anda teratur maka ovulasi (masa subur) anda adalah pada hari ke-12 sampai hari ke-16 pada siklus haid.

Dan jika siklus haid anda tak teratur maka masa subur anda akan sulit untuk diprediksi. Harus melakukan pencatatan jumlah hari dalam siklus haid yang itu dilakukan sedikitnya enam kali siklus haid.

Jumlah hari siklus haid terpendek pada enam siklus dikurangi dengan angka 18 dalam menentukan hari pertama ovulasi (masa subur). dan untuk jumlah hari siklus haid terpanjang dalam enam siklus dikurangi dengan angka 11 untuk menentukan hari terakhir ovulasi (masa subur).

Dengan mengukur suhu tubuh basal : seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, cara ini dilakukan dengan mengukur suhu basal tubuh.

Proses ovulasi (masa Subur) tentunya menjadikan suhu basal tubuh mengalami peningkatan 0,4 sampai 1,0 derajat celcius. Suhu basal tubuh dapat diukur dengan menggunakan termometer pada vagina.

Dan ovulasi ini terjadi pada saat suhu basal tubuh menglami peningkatan yang awalnya 35,5 hingga 36 derajat celcius menjadi 36,5 hingga 37 derajat celcius.

Dengan cara mukosa serviks : cara ini dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap lendir rahim. Proses ovulasi ini biaanya akan menyebabkan perubahan pada lendir leher rahim.

Ovulasi (masa subur) diperkirakan akan terjadi saat lendir yang ada pada leher rahim yang tadinya telihat kental dan melekat seperti permen karet, mengalami perubahan menjadi tampak licin dan tidak melekat, seperti putih telur.

Dengan cara simptothermal : cara ini dilakukan dengan menggabungkan ketiga metode yang ada pada sebelumnya yaitu dengan menggunakan penghitungan kalender, pengukuran suhu basal, serta pengamatan lendir pada leher rahim. Dengan memakai metode ini tentunya anda bisa menghitung masa ovulasi dengan lebih akurat.

Fase-fase Ovulasi

Fase-fase Ovulasi
HelloSehat.com

Proses ovulasi itu sendiri dapat dibagi menjadi tiga tahap:

Fase folikuler (Periovulatory): Fase dimana Lapisan sel yang terdapat pada sekitar sel telur tampak mengental dan lapisan rahim mulai menebal.

Fase ovulasi (Ovulasi): fase dimana Enzim dilepaskan serta membentuk lubang yang nantinya menjadi jalan keluar bagi ovum dan untuk keluar dari folikel masuk menuju ke tuba fallopi. Ini merupakan periode tersubur dan biasanya hanya berlangsung selama 24 sampai 48 jam.

Fase luteal (Postovulatory): fase dimana Hormon yang disebut juga luteinizing hormone (LH) dilepaskan. Sel Telur (ovum) yang sudah dibuahi akan ditanamkan ke dalam rahim (implantasi), sedangkan telur yang tidak dibuahi perlahan berhenti memproduksi hormon.

Apabila tidak terjadi pembuahan, telur tersebut mulai rusak dan bersiap untuk dibuang ke luar tubuh melalui proses yang dikenal sebagai menstruasi.

Itulah tadi penjabaran singkat tentang ovulasi, tanda-tanda ovulasi dan cara menghitung masa ovulasi. Semoga dapat memberikan pengetahuan lebih tentang masa subur pada wanita. Jangan lupa shere ini untuk berbagi ke lainnya. Terimakasih.

Leave a Comment