Pengertian Analsik Adalah Beserta Kegunaan, Dosis, Efek Sampingnya

PENGERTIAN ANALSIK  – Analsik merupakan obat-obatan antiinfamasi non steroid, obat ini terdiri dari campuran antara dua jenis zat aktif yaitu zat metampiron dan zat diazepam, obat ini berguna untuk menghilangkan rasa kram dan rasa nyeri organ dalam diwaktu yang bersamaan.

Pada artike kali ini akan dijelaskan apa yang dimaksud dengan analisik beserta penjelasan rinci lainnya yang perlu andaa ketahui, berikut penjalasan-penjelasan tersebut.

Mengenal Obat Analsik

analsik adalah
Pengertian Analisik Adalah (http://1.bp.blogspot.com)

Metampiron (zat analsik) merupakan obat analgesik-antipiretik, obat analsik adalah derivat metasulfonat dari amidopirin, yaitu mempunyai sifat mudah larut di dalam air, oleh karena itu akan mudah diserap dengan cepat oleh tubuh melalui saluran pencernaan.

Obat ini mempunyai paruh waktu sekitar 1 hingga 4 jam, obat ini memiliki efek mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri sedang hingga berat pada organ dalam yaitu dengan bekerja secara sentral pada otak manusia.

Dengan mempengaruhi hipotalamus untuk menurunkan sensitifitas rasa sakit pada organ dalam, serta termostat yang mampu mengatur suhu tubuh dengan begitu dapat meredakan demam.

Diazepam (zat analsik) merupakan obat jenis benzodiazepine yang dapat memengaruhi sistem saraf pada otak, diazepam juga mempunyai tugas sebagai obat antiansietas, hipnotik, serta mempunyai sifat relaksasi otot rangka.

Diazepam dapat dimetabolisme terutama pada bagian dalam hati, diazepam juga terikat pada reseptornya yang terletak pada daerah spinal cord, serebelum, sistem limbik serta korteks serebral.

Konsentrasi plasma puncak obat ini akan tercapai sekitar 15-19 menit kemudian, waktu paruh obat ini berbeda-beda sekitar 20 hingga 70 jam, sedangkan metabolit aktifnya merupakan desmetil diazepam yang memiliki waktu paruh 30 hingga 100 jam.

biasanya waktu paruh tersebut dapat mengalami peningkatan pada neonatus, usia lanjut dan yang memiliki penyakit atau gangguan fungsi hati yang berat.

Indikasi Analisik

indikasi obat
Indikasi Obat Analisik yang perlu anda ketahui (http://www.apotek-k24.com)

Obat ini dapat digunakan pada beberapa penyakit berikut:

  • Mengobati sakit kepala terlebih yang diakibatkan oleh psikis murni.
  • Mengobati nyeri pada saraf atau neuralgia.
  • Mengobati sakit pada pinggang.
  • Mengobati penyakit rematik dan rasa nyeri pada otot dan tulang-tulang sendi.
  • Mengobati kolik ginjal dan kolik bilier.
  • Mengobati rasa nyeri setelah melakukan operasi, namun membutuhkan kombinasi dengan tranquilizer.

Kontraindikasi Analisik

Analisik adalah
kontradiksi obat analsik yang perlu anda ketahui (https://grist.files.wordpress.com)

Obat ini tidak dapat di gunakan pada keadaan-keadaan berikut:

  • Penderita memiliki riwayat alergi terhadap analisik atau sangat sensitif terhadap komponen-komponen obat metampiron maupun diazepam.
  • Penderita memiliki tekanan darah sistolik yang rendah, yaitu dibawah 100 mmHg.
  • Penderita memiliki glaukoma sudut sempit.
  • Penderita mempunyai masalah depresi pernapasan.
  • Penderita yang mempunyai gangguan pulmoner akut (tingkat akhir).
  • Bayi yang berusia di bawah 1 bulan atau yang memiliki berat badan di bawah 5 kg.
  • Wanita yang sedang dalam masa hamil dan ibu-ibu yang menyusui.

Dosis Obat Analsik

Analisik adalah
Dosis obat analisik yang perlu anda ketahui (https://hellosehat.com)

Obat analsik ini tersedia di apotik-apotik terdekat dalam bentuk kaplet, masing-masing kaplet tersebut mengandung metampiron sebanyak 500 mg dan diazepam 2 mg.

Dosis obat analsik yang disarankan yaitu 1 kaplet saja, namun apabila rasa nyeri belum kunjung hilang pemberian dapat dilakukan 1 kaplet lagi dalam jarak waktu 6 – 8 jam, dengan batasan maksimal 4 kaplet perhari.

Efek Samping Obat Analsik

Analisik adalah
Efek samping obat analisik yang perlu anda ketahui (http://i.huffpost.com)

Efek samping yang pernah dirasakan para penggunanya diantaranya sebagai berikut:

  • Sering terasa ngantuk, pusing-pusing, dan rasa lelah yang berlebihan.
  • Depresi, diplopia
  • Hipotensi, perubahan pada libido, tremor.
  • Efek samping lainnya, jarang terjadi reaksi hipersensitivitas terutama reaksi pada bagian kulit.

Cara Penggunaan dan Informasi Keamanan

Analisik adalah
Keamanan dalam penggunaan obat analisik (http://3.bp.blogspot.com)

Hindarilah penggunaan obat analsik dalam waktu jangka lama karena hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kelemahan otot serta ketergantungan fisik dan psikis.

Bagi para pengguna analsik yang pernah menderita peyakit atau gangguan pada pembentukan darah / kelainan darah, diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan darah.

Bagi para pengguna analsik yang mengalami ganggan pada fungsi hati atau ginjal, perlu melakukan pemeriksaan fungsi hati dan ginjal terlebih dahulu.

Walaupun jarang menyebabkan terjadinya agranulositosis, baiknya obat analsik tidak di pakai dalam terapi jangka panjang, karena hal tersebut dapat berakibat fatal.

Hindari mengendarai atau menaiki kendaraan bermotor selama mengkonsumsi obat analsik.

Bagi penderita depresi berat atau memiliki gangguan untuk cendrung bunuh diri, di harapkan hati-hati karena obat ini memiliki efek samping meningkatkan hal-hal demikian, oleh karena itu perlu diwaspadai.

Apabila terjadi reaksi-reaksi paradoksial, contohnya jika terjadi keadaan hipereksitasi akut, ansietas, halusinasi dan gangguan tidur, maka segelah hentikan pengobatan.

Menggunakan obat analsik bersamaan dengan obat depresi SSP maupun alkohol dapat menyebabkan terjadinya peningkatan efek depresi pada tubuh, maka hindarilah menggunakan obat secara berlebihan.