Penjelasan Bayi Tabung, Solusi Bagi Pasangan Mandul

Penjelasan Bayi Tabung – Ketika Anda pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan sampai sekarang ini, terlebih ketika mendapatkan diagnosis mandul oleh dokter. Anda tidak perlu berkecil hati, karena metode bayi tabung dapat menjadi solusi yang dapat diambil. Lalu, mari simak penjelasan bayi tabung┬átersebut.

Definisi bayi tabung secara medis disebut dengan in vitro fertilization (IVF), yakni kehamilan yang terjadi diawali dengan sel telur dibuahi sperma di luar tubuh (dalam sebuah tabung).

Penjelasan Bayi Tabung Ilmiah
Sumber Gambar: https://i.ytimg.com

Penjelasan Bayi Tabung Terkait Waktu Pelaksanaan

Mayoritas wanita yang berusia diatas 40 tahun sangat dianjurkan sebagai metode untuk mengatasi ketidaksuburan mereka. Selain itu, beberapa kondisi yang memungkinkan untuk menggunakan prosedur bayi tabung seperti:

  • Gangguan tuba falopi (rahim) yang berupa kerusakan atau sumbatan jalur sel telur.
  • Gangguan ovulasi sehingga produksi sel telur kurang.
  • Endometrioisis
  • Produksi sperma dengan kuantitas yang rendah.
  • Alasan dari masalah ketidaksuburan yang belum diketahui.
  • Sperma yang tidak mampu melewati cairan leher rahim.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh yang mempengaruhi sel telur atau sperma.
  • Memiliki resiko penyakit keturunan, dengan metode IVF sel telur yang sudah dibuahi dapat diskrinning kode genetiknya untuk mencari masalah genetic tertentu. Setelah embrio dinyatakan tidak memiliki resiko penyakit yang menurun, maka prosedur bayi tabung dapat ditanam pada rahim.

Penjelasan Bayi Tabung secara Terperinci

Pada umumnya prosedur bayi tabung dilakukan setelah mengonsumsi obat-obatan, tindakan bedah atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan. Metode bayi tabung terdiri dari serangkaian prosedur seperti:

  • Merangsang tubuh wanita dengan injeksi hormon yang berguna untuk memproduksi sel telur dalam jumlah banyak.
  • Pengujian melalui ultrasound atau tes darah guna menentukan kesiapan pengambilan sel telur. Pihak wanita sebelumnya juga akan diberikan suntikan yang membantu mematangkan sel telur berkembang dan memulai proses ovulasi.
  • Selama pengambilan sel telur berlangsung, dokter akan mencari folikel dalam Rahim dengan menggunakan ultrasound. Selanjutnya sel telur akan diambil menggunakan jarum khusus yang berongga. Prosedur ini memakan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebagian wanita diberikan obat Pereda nyeri sebelum prosedur tersebut dilakukan, namun bisa juga diberikan obat penenang ringan hingga dibius total.
  • Sel telur segera dipertemukan dengan sperma pasangan yang harus diambil pada hari yang sama. Lantas kemudian disimpan di dalam klinik untuk pengamatan perkembangan yang maksimal.
  • Setelah embrio hasil pembuahan sel telur dan sperma tersebut dianggap cukup matang, maka embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Lantas dokter akan memasukkan semacam tabung penyalur (kateter) ke dalam vagina hingga sampai ke dalam rahim. Guna memperbesar kehamilan, maka tiga embrio umumnya di transfer sekaligus.
  • Setelah dua minggu transfer embrio, maka pihak wanita akan diminta untuk melakukan tes kehamilan, apakah prosedur bayi tabung sukses atau tidak.
Bayi Tabung Ilmiah
Sumber Gambar: http://1.bp.blogspot.com

Penjelasan Bayi Tabung Terkait Resiko yang akan Dihadapi

Proses bayi tabung bukan berarti tidak memiliki resiko sama sekali. Salah satu resiko yang dihadapi pasangan suami istri adalah terjadi infeksi, pendarahan atau menyebabkan gangguan pada usus ataupun organ lain.

Ada pula resiko dari obat-obatan yang digunakan dalam stimulasi ovarium yakni sindrom hiperstimulasi ovarium. Efek yang dirasakan berbeda-beda, mulai dari kembung, kram atau nyeri ringan, penambahan berat badan sehingga menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan pada perut.

Efek yang berat sebaiknya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit hingga gejala tersebut hilang. Selain itu prosedur bayi tabung juga memiliki resiko sebagai berikut:

  • Resiko keguguran
  • Kehamilan kembar jika embrio yang ditanam lebih dari satu.
  • Bayi lahir dengan cacat fisik
  • Kehamilan ektopik atau di luar rahim
  • Stres karena prosedur bayi tabung sangat menguras tenaga, emosi dan keuangan

Penjelasan Bayi Tabung Terkait Faktor Keberhasilan

Ada beberapa faktor yang sangat menentukan keberhasilan prosedur bayi tabung. Usia wanita merupakan faktor utama. Usia optimal yang disarankan untuk melakukan bayi tabung adalah berkisar antara 23-29 tahun.

Selain faktor usia, faktor lainnya yang dapat mempengaruhi bayi tabung seperti berat badan, kebiasaan merokok, kandungan alkohol dalam darah, kandungan kafein, tingkat stres, riwayat kehamilan, kualitas embrio dan jumlah embrio yang ditanam.

Selain itu juga perlu kesiapan finansial yang cukup mengingat biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pembuatan bayi tabung ini relatif tinggi.