Faktor Penyebab Kejang yang Terjadi Kepada Anak

Penyebab Kejang adalah sinyal dari otak yang mengalamu gangguan atau terjadi keabnormalan, otot-otot tubuh dapat berkontraksi secara tidak terkendali.

Setiap orang yang mengalami kejang yang berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung pada bagian otak mana yang mengalami gangguan. Di bawah ini adalah gejala yang dapat muncul secara tiba-tiba.

  • Kehilangan kesadaran sebentar dan merasa binggung pada saat sadar karena tidak ingat apapun.
  • Perubahan pada gerakan bola mata.
  • Mulut berbusa.
  • Perubahan suasana hati, contohnya mendadak marah atau panik.
  • Tubuh terasa gemeteran.
  • Tiba-tiba jatuh.
  • Mulut terasa pahit atau ada sensasi logam di mulut.
  • Kejang otot yang disertai gerakan-gerakan ritmis pada kaki dan tangan.

Kejang-kejang yang dialami oleh penderita sebagian mengalami sensasi aura, yaitu adanya indikasi peringatan sebelum terjadi kejang. Tanda-tanda inilah yang berupa kejanggalan yang dirasakan pada tubuh, mencium aroma tertentu, ataupun mengecap rasa tertentu.

Di sisi lain, sebagian penderita hanya mengalami tangan gemetar dan tanpa kehilangan kesadaran. Bahkan ada juga yang kehilangan kesadaran dan terlihat seperti bengong untuk sesaat, namun tanpa mengalami gemetaran. Nah, inilah kenapa kondisi kejang-kejang kadang sulit untuk dideteksi.

Durasi kejang-kejang juga berbeda antara penderita satu dengan lainnya. Ada yang mengalaminya selama beberapa detik atau beberapa menit. Jika melihat teman atau saudara yang mengalami kejang segera bawa penderita ke rumah sakit untuk menjalani penangan darurat, terutama saat terjadi:

  • Kejang pertama yang dialami penderita.
  • Penderita tidak sadarkan diri kurang lebih selama 10 menit.
  • Durasa kejang melebihi 5 menit.
  • Kejang kembali terulang.

Pemicu Penyebab Kejang

Penyebab Kejang
intisari-online.com

Penyebab kejang adalah gangguan aktivitas sinyal listrik di dalam otak. Sekitar satu dari sepuluh orang yang mengalami kejang akan memiliki kondisi medis tertentu.

Pemicu utama dari gejala ini adalah epilepsi, namun masih ada faktor lainnya yang mungkin dapat menyebabkan gejala ini. Di antaranya:

  • Akibat cedera, contohnya luka di kepala.
  • Pengarruh kondisi kesehatan tertentu, contohnya seperti demam (hal ini terjadi terutama kepada anak-anak), gula darah yang reendah, mengitis, eklamsi, ataupun stroke.
  • Pengatuh pada obat-obatan, contohnya tramadol ataupun baclofen.
  • Pola hidup yang kurang sehat, contohnya terlalu banyak mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan terlarang. Nah, akibat dari putus obat atau alkohol ini dapat memicu terjadinya kejang.
  • Racun akibat gigitan hewan, contohnya ular.

Walaupun demikian, ada juga penyebab kejang yang terjadi tanpa akibat yang jelas. Nah, kondisi ini disebut dengan idiopatik dan kejang ini dapat terjadi pada semua umur. Namun, kebanyakan kejang ini terjadii pada anak-anak dan remaja.

Penanganan Penyakit Kejang

Penyebab Kejang
hellosehat.com

Hampir semua penderita kejang-kejang akan sembuh dengan sendirinya tanpa adanya penanganan khusus. Namun, selama mengalami reaksi otot yang tidak terkendali, penderita mungkin saja dapat terluka.

Nah, tujuan utama dalam penanganan kejang adalah untuk mencegah terjadinya cidera kepada para penderiita. Di bawah ini langkah sederhana yang dapat kamu ambil ketika penderita mengalami kontraksi:

  • Kamu dapat membaringkan penderita agar tidak jatuh, namun jangan dipindahkan.
  • Letakkan alas yang empuk di bawah kepala penderita, contohnya bantal atau jaket, jika memungkinkan.
  • Jangan pernah memasukkan sesuatu ke dalam mulut penderita, contohnya sendok atau jari.
  • Jauhkan benda-benda yang dapat membahayakan penderita, contohnya benda tajam.
  • Jangan menggunakan kekerasan untuk menahan geraka penderita.
  • Longgarkan pakaian penderita, terutama sekitar leher dan perut.
  • Miringkan kepala penderita, posisi ini dapat mencegah penderita untuk menelan muntahnya.
  • Temani penderita hingga kejangnya berhenti atau sampai petugas medis datang.

Setelah kejang berhenti, kamu dapat memastikan pernapasan penderita, memberikan napas buatan jika sangat diperlukan, memantau tanda-tanda vital penderita (contohnya detak jantung), serta mencatat durasi kejang yang terjadi.

Khusus untuk bayi atupun anak-anak yang mengalami kejang karena demam, jangan pernah sekali-kali memandikannya dengan air dingin. Sebaiknya gunakan air hangat sebagai kompres untuk mendinginkan tubuh mereka secara perlahan-lahan. Kamu juga dapat memberik parasetamol setelah kejang berhenti.

Kejang dan Epilepsi

Orang dewasa ataupun anak-anak yang pernah mengalami kejang sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Langkah ini diambil untuk mendiagnosis kemungkinan terjadinya epilepsi. Dengan demikian, pengobatan sedini mungkin dapat terjadi jika positif didiagnosis epilepsi.