Proses Pembekuan Darah Mulai dari Awal Hingga Akhir

PROSES PEMBEKUAN DARAH – Ketika terjadi suatu cidera tau luka, pembuluh darah bisa rusak dan terjadilah pendarahan. Selanjutnya tubuh akan menjalankan sebuah mekanisme untuk bisa menghentikan pendarahan itu.Mekanisme tubuh untuk bisa menghentikan pendarahan tersebut dikenal dengan hemostasis.

Ada beberapa fase penting dalam mekanisme ini, salah satunya yaitu pembentukan sumbatan oleh keping darah atau platelet dan fase proses pembekuan darah. Proses pembekuan darah atau juga disebut dengan koagulasi yaitu proses yang kompleks dimana darah membentuk suatu gumpalan atau bekuan darah yang berguna untuk menutup serta memulihkan luka dan menghentikan pendarahan.

Beberapa Unsur Dalam Proses Pembekuan Darah

gambar darah
wonderfulengineering.com

Suatu proses pembekuan darah tidak akan terjadi tanpa adanya ‘aktor’ yang berperan. Dalam proses koagulasi tersebut melibatkan trombosit serta komponen fakto koagulasi.

Trombosit

Trombosit atau bisa dikenal dengan keping darah merupakan suatu elemen yang memiliki bentuk seperti cakram yang berada di dalam darah. Mereka tersebut berkumpul secara berdempatan selama proses pembekuan darah normal. Trombosit tergolong sebagai sel darah, namun sebenarnya trombosit ialah bagian dari sel-sel sumsum tulang yang besar atau disebut dengan megakaryocytes.

Faktor Koagulasi atau Faktor Pembekuan

Faktor koagulasi merupakan protein, dan sebagian besarnya diproduksi oleh hati. Ada banyak faktor koagulasi, sekitar 13 diantaranya diberi nama dengan menggunakan huruf romawi. Pada saat ini banyak protein-protein baru yang telah ditemukan, namun tidak diberi nama dengan angka romawi.

Proses Pembekuan Darah dari Awal Hingga Akhir

pembekuan darah
intipslagi.blogspot.com

Dalam siklus pembekuan darah normal itu melewati serangkaian interaksi yang cukup kompleks. Berikut ini proses pembekuan darah mulai dari awal sampai akhir.

Trombosit Membentuk Suatu Sumbatan

Trombosit melakukan reaksi pada saat ada luka atau pembuluh darah rusak. Mereka akan menempel pada dinding daerah yang  luka dan secara bersamaan membentuk sumbatan.

Sumbatan dibentuk berfungsi untuk menutup bagian yang rusak agar dapat menghentikan darah yang keluar. Trombosit juga melepaskan bahan kimia agar bisa menarik lebih banyak trombosit dan sel-sel yang lainnya agar dapat melanjutkan langkah berikutnya.

Pembentukan Bekuan Darah

Faktor-faktor pembekuan tersebut memberikan sinyal terhadap satu sama lain untuk melakukan reaksi berantai yang cepat. Reaksi tersebut dikenal sebagai kaskade koagulas. Di tahapan akhir ini kaskade ini, faktor koagulasi yang disebut trombin mengubah fibrinogen menjadi helai-helai fibrin.

Fibrin akan menempel pada trombosit guna membuat jaring yang menjebak lebih banyak sel dan trombosit. Bekuan atau gumpalan pun menjadi lebih tahan lama dan lebih kuat.

Penghentian Proses Pembekuan Darah

Beberapa protein lainnya akan menghentikan faktor pembekuan supaya gumpalan tidak berlanjut lebih jauh dari yang dibutuhkan.

Tubuh Perlahan-lahan membuang sumbatan

Pada saat jaringan kulit yang telah rusak menjadi sembuh, otomatis sumbatan tidak dibutuhkan lagi. Helai fibrin juga hancur dan darah mengambil kembali trombosit dan sel-sel dari bekuan darah,

Kelainan dalam Proses Pembekuan Darah

Kelainan dalam Proses Pembekuan Darah
http://reps-id.com

Dalam proses pembekuan darah dapat terjadi suatu kelainan. Contohnya pada penyakit hemofilia, dimana penderita kekurangan faktor koagulasi VIII atau IX. Pada penyakit ini, pendarahan yang terjadi akan sulit untuk dihentikan.

Pembekuan darah pun dapat terbentuk, walaupun tidak dibutuhkan kondisi ini bisa menyebabkan stroke, serangan jantung atau masalah medis lainnya yang bersifat serius. Maka dari itu disarankan untuk tidak duduk dalam waktu yang lama, rajin bergerak, tidak merokok, berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat lainnya.

Pembekuan Darah pada Kaki

Pembekuan Darah pada Kaki
http://situsmedia.net

Pembekuan darah yang terjadi pada kaki menjadi sumber rasa sakit yang dapat menyebabkan gangguan dalam tidur serta rasa sakit yang memancar. Bekuan darah ini mampu menghentikan aliran darah di daerah yang terkena, yang menimbulkan rasa sakit yang cukup parah. Dan juga ada pula kemungkinan bahwa bekuan darah di kaki bisa berpindah tempat ke organ tubuh lainnya yang akhirnya dapat merusak kesehatan lebih parah.

Seperti yang telah diketahui, pembuluh darah yang terdapat pada kaki memiliki fungsi sebagai jalur untuk aliran darah normal dari kaki ke jantung dan paru-paru. Beberapa pembulu darah dekat kulit, sedangkan yang lain berada di atas tulang. Istilah medis yang dipakai untuk menggambarkan pembekuan daraih ini dikenal sebagai trombosis.

Dalam banyak kasus bekuan terdeteksi di dalam vena, keadaan ini disebut dengan trombosis vena dalam. Di sisi yang lain, apabila bekuan darah terjadi pada pembuluh darah yang dekat dengan kulit, keadaan ini disebut dengan tromboflebitis. Dalam keadaan ini, sirkulasi darah tak hanya terganggu, namun juga menimbulkan peradangan pada pembuluh darah atau varises yang dapat terlihat jelas karena berada tepat di bawah kulit.

Tips Agar Tidak Terjadi Pembekuan Darah Pada Kaki

Tips Agar Tidak Terjadi Pembekuan Darah Pada Kaki
www.l-men.com

Pada dasarnya kondisi ini dapat terjadi pada setiap orang tidak banyak bergerak. Dengan gaya hidup yang aktif bisa menjaga kesehatan menjadi lebih terawat. Cara yang paling mudah untuk mencegah permasalahan suplai darah ke kaki atau organ tubuh lainnya yaitu dengan mengikuti gaya hidup sehat yang berupa olahraga rutin harian.

Olahraga kardiovaskular misalnya jogging dan berjalan bisa meningkatkan aliran darah yang baik di dalam tubuh. Hal tersebut dapat mengurangi resiko adanya pembentukan bekuan darah yang terdapat dalam tubuh.

Sekian pembahasan mengenai proses pembekuan darah serta pembekuan darah pada kaki, semoga dapat bermanfaat. Terima kasih.