Pengertian Psikopat, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

PSIKOPAT – merupakan sebuah kata yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Tapi tahukah kamu apa itu psikopat? Kali ini kami akan mengupasnya mulai dari pengertian psikopat, penyebab, dan cara mengatasinya.

Apa Itu Psikopat?

psikopat sulit mengendalikan dirisumber: okezone.com

Jadi Apa itu Psikopat sebenarnya? Sebuah penyakitkah? Viruskah? Kemampuan khusus? atau mungkin status sosial?

Psikopat adalah sebuah gejala kelainan pada psikologi seseorang yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau kerugian bagi orang lain. Di dalam dunia kedokteran jiwa, psikopat masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian disosial.

Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit . Psikopat ini tidak sama dengan skizofrenia/ gila, karena seorang psikopat menyadari sepenuhnya atas apa yang ia lakukan.

Menurut penelitian, sekitar 1% dari total seluruh populasi manusia di bumi mengidap psikopat. Beberapa orang ahli memperkirakan 3 dari 10 laki-laki di Amerika Serikat dan 1 dari 30 laki-laki di Inggris merupakan psikopat.

Psikopat ditemukan di berbagai kelas sosial dan profesi , baik laki- laki ataupun perempuan. Di dalam kasus kriminal, psikopat sering terindikasi sebagai pembunuh, pemabuk, pemerkosa,  penipu, pejudi, pelaku kekerasan dalam rumah tangga, pelaku bunuh diri atau koruptor.

Namun, tindakan kriminal tersebut hanya terjadi pada sekitar 15-20 persen dari keseluruhan penderita psikopat. Sisanya merupakan pribadi yang berpenampilan sempurna, mempesona, pandai bertutur kata, mempunyai daya tarik dan menyenangkan.

Penyebab Seseorang Menjadi Psikopat

psikopat kriminal
sumber: my gallery

Hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apa sebenarnya penyebab dari gangguan psikopat pada seseorang. Berbagai macam teori dikemukakan oleh para peneliti.

Mulai dari teori kelainan struktural otak seperti penurunan intensitas pada bagian otak di sekitar prefrontal grey matter dan atau penurunan volume otak pada bagian “posterior hippocampal” dan juga peningkatan intensitas otak pada bagian “callosal white matter”.

Teori yang lainnya menerangkan bahwa gangguan gangguan fungsi otak, metabolisme serotonin, dan genetik yang diduga berperan dalam menciptakan karakter monster pada seorang psikopat.

Mungkin tidak terlihat secara jelas kerusakan otak pada seorang psikopat. Tetapi terdapat anomali di dalam cara psikopat mengelola informasi yang berpengaruh pada pengambilan tindakan.

Di dalam penelitian menggunakan MRI melalui pengenalan gambar-gambar pada kasus bunuh diri yang tidak menyeramkan. Pada orang non-psikopat tampak banyak sekali aktivasi di amigdala, hal ini berbeda dengan seorang psikopat yang tidak ditemukan perbedaan sama sekali.

Namun terdapat peningkatan aktivitas di area lain di dalam otak, tepatnya pada area ekstra-limbik. Tampaknya seorang psikopat melakukan analisa materi emosional di bagian otak tersebut.

Selain terdapat anomali pada bagian otak tersebut, faktor genetik dan lingkungan juga berperan penting dalam menciptakan karakter psikopat. Stres ataupun tekanan hidup yang cukup besar dapat merubah perilaku seseorang menjadi lebih brutal.

Tetapi apabila sifatnya sementara, dikarenakan suatu hal, maka orang tersebut tidak bisa dikatakan sebagai seorang psikopat. Ciri pada psikopat sebenarnya bisa dideteksi sejak masih kanak-kanak melalui berbagai macam perilaku yang kurang wajar.

Perilaku antisosial pada anak-anak ternyata termasuk dalam warisan genetik. Penelitian terhadap anak-anak kembar menunjukkan, anak menunjukkan dugaan psikopatik dini. Penelitian ini dilakukan terhadap 3.687 pasang anak kembar yang baru berusia tujuh tahun.

Gejala Psikopat

Seorang psikopat

Setidaknya ada 3 ciri utama yang biasa melakat pada seorang psikopat, diantaranya egosentris, tidak punya empati, dan tak pernah menyesal. Sedangkan secara spesifik, terdapat sepuluh karakter pada seorang psikopat.

Secara lengkap, ciri-ciri orang psikopat ialah:

Tidak memiliki empati, emosi yang terlalu dangkal, pembohong, egosentris, manipulatif, pandai bicara, toleransi yang rendah pada frustasi, gaya hidup parasitik, membangun relasi yang singkat dan episodik, dan mudah untuk melanggar norma sosial yang persisten.

Seorang psikopat biasanya membuat kamuflase yang rumit, menebar fitnah, memutar balikkan fakta, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa psikopat lebih suka menyiksa pasangannya daripada membunuhnya. Dari sekian banyak pembunuhan yang terjad di dalam rumah tangga, hanya 2% saja yang pelakunya benar-benar seorang psikopat.

Seorang psikopat biasanya tidak menyesal setelah melakukan tindakannya. Sedikit sekali psikopat yang menyesal lalu memutuskan bunuh diri. Dari 2% psikopat yang melakukan pembunuhan, hanya seperempatnya saja yang melakukan bunuh diri.

Berikut ini beberapa gejala Psikopat yang biasanya dijumpai:

  1.  Suka berbuat curang dan manipulatif
  2. Menganggap dirinya hebat dan egosentris
  3. Masa kecilnya sering bermasalah dan senang melakukan pelanggaran
  4. Kurang empati
  5. Pandai berpura-pura, sering berbohong, dan fasih dalam membuat alibi
  6. Sulit mengendalikan diri dan impulsif
  7. Tidak punya rasa bersalah dan rasa sesal
  8. Jam tidur larut malam dan sering keluar rumah
  9. Hanya melakukan hal-hal demi kesenangan belaka, dan tidak mampu untuk bertanggung jawab
  10. Tindakannya seperti parasit, di mana banyak orang dimanfaatkannya untuk kesenangan dan kepuasan dirinya sendiri
  11. Antisosial setelah menginjak usia dewasa.

Cara Mengatasi dan Menyembuhkan Psikopat

menasehari seorang psikopat
sumber; kompasiana.com

Pada dasarnya, psikopat tidak dapat diterapi secara sempurna. Tetapi psikopat tetapi dapat terobservasi dan terdeteksi. Untuk pengobatan dan rehabilitasinya, psikopat baru bisa ditangani dalam tahap kopleksitas pemahaman gejala.

Terapi yang paling memungkinkan adalah non obat sebagaimana konseling. Namun dengan melihat kompleksitas masalahnya, pengaplikasian terapi psikopat bisa dikatakan sulit danh bahkan tidak mungkin.

Masalahnya adalah seorang psikopat tak pernah merasa ada yang kesalahan pada dirinya, sehingga memintanya datang secara rutin untuk melakukan terapi merupakan hal yang sangat sulit.

Yang mampu kita lakukan apabila menjumpai orang yang terduga psikopat di sekitar kita ialah dengan memberikan nasehat-nasehat, dan pemikira-pemikiran yang dapat merubah pola pikirnya. Hal ini tidaklah mudah, mengingat seorang psikopat tidak suka mendengarkan nasehat dari orang kain.

Tetapi hal semacam ini harus terus digalakkan, guna meminimalisir tindakan-tindakan yang dapat merugikan banyak orang.

Seseorang yang menyandang predikat psikopat sebenarnya dapat dideteksi semenjak dini. Oleh karena itu, orangtua sangat berperan penting dalam membangun kepribadian yang baik. Kepribadian seorang anak biasanya akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtuanya.

Sehingga apabila orangtua mendidiknya dengan benar dan penuh kasih sanyang, maka ia akan tumbuh menjadi manusia yang lebih ramah, suka menolong dan suka bersosialisasi, yang secara otomatis sifat psikopatnya tidak akan berkembang dan cenderung melemah.

Demikianlah beberapa hal pembahasan mengenai Apa itu Psikopat Penyebab dan Cara Mengobatinya

Leave a Comment