Rematik Asam Urat, Ancaman Tak Terduga pada Tubuh Anda

REMATIK ASAM URAT – Apakah Anda menderita penyakit rematik asam urat? Anda ingin tahu, bagaimana cara mengobatinya?

Saya mengerti, bagi Anda yang terkena penyakit rematik asam urat pasti merasa sangat kesakitan. Karena keluarga saya juga pernah mengalami penyakit yang serupa dan dia merasa tersiksa dengan penyakit rematik asam urat tersebut.

Tapi Alhamdulillah, atas izin dari sang pencipta. Penyakit rematik asam urat bisa sembuh setelah dilakukan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami ingin sharing mengenai segalah hal mengenai penyakit rematik asam urat.

Baik itu mengenai perbedaan rematik asam urat, ciri-ciri, penyebab, gejala, pengobatan, dan pantangan yang harus dihindari oleh penderitanya.

Apakah rematik itu sama dengan asam urat? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Perbedaan Rematik Asam Urat

penyakit rematik asam urat
sakitasamurat.com

Banyak orang mengatakan bahwa rematik dan asam urat itu sama. Akan tetapi kedua penyakit ini tidak sama, ada kesamaan dan perbedaan baik itu gejala, ciri-ciri, dan akibat yang ditimbulkan dari kedua penyakit ini.

Penyakit asam urat merupakan salah satu jenis dari penyakit rematik. Jadi, kalau seseorang menderita penyakit asam urat bisa dipastikan dia juga menderita penyakit rematik.

Akan tetapi, orang yang menderita penyakit rematik, belum tentu mengalami penyakit asam urat.

Dari penjelasan singkat di atas, pastinya Anda sudah mendapat sedikit gambaran mengenai perbedaan kedua penyakit ini.

1. Isitlah Penyakit Rematik

Istilah penyakit rematik berasal dari ilmu kedokteran kuno Yunani, yaitu rheumatismos atau rheumaticos (dalam bahasa Latin). Berasal dari kata asal, yaitu “rheuma” yang memiliki arti “mengalir (ke bawah)”.

Kebanyakan orang mengidentifikasikan perasaan sakit, nyeri, persendian, kaku pada otot, tulang, dan ligamen (jaringan ikat) dengan sebutan rematik. 

Dalam dunia medis, istilah rematik jarang dipakai karena kurang spesifik dan merupakan istilah yang kurang jelas.

Karena keluhan utama yang dirasakan penderitanya adalah pegal-pegal dan nyeri, secara otomatis orang yang menderita penyakit rematik pasti terganggu aktivitasnya, terutama aktivitas yang memerlukan banyak gerak.

Penyakit rematik merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam reumatologi, yang mengakibatkan suatu kondisi kaku dan nyeri yang menyerang anggota gerak atau sistem muskuloskeleton, yaitu sendi, tulang, otot, ataupun jaringan di sekitar sendi.

Penyakit rematik memiliki banyak jenis, salah satunya adalah asam urat (gout artriris) yang merupakan jenis penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia.

2. Penjelasan Penyakit Asam Urat (Gout Arthritis)

Penyakit asam urat merupakan sebutan orang non medis untuk rematik pirai (gout artritis), yaitu salah satu jenis dari penyakit rematik. Selain osteoartristis, penyakit asam urat merupakan jenis penyakit rematik artikuler terbanyak yang menyerang masyarakat Indonesia.

Penyakit gout arthritis merupakan gangguan metabolik yang terjadi pada tubuh yang diakibatkan oleh asam urat (uric acid) yang menumpuk dalam jaringan tubuh.

Uric acid adalah zat akhir dari metabolisme purin dalam tubuh, yang akhirnya akan dibuang melalui urin. Pada keadaan gout, terdapat timbunan atau defosit kristal asam urat di dalam persendian tubuh.

Selain pada ginjal dan kulit, persendian merupakan bagian yang paling sering sering menjadi sarang kristal-kristal asam urat, karena bertambahnya kadar asam urat dalam darah.

Kristal-kristal tersebut akan menyebar ke dalam rongga-rongga sendi sehingga mengakibatkan peradangan akut atau terjadi gout.

Apabila penumpukan kristal-kristal tersebut terjadi dalam jangaka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan kerusakan sendi secara permanen sehingga akan mengakibatkan cacat pada tubuh.

Gour artiris lebih sering menyerang laki-kaki dari pada perempuan, terutama yang sudah berumur 30 tahun ke atas, karena orang yang sudah berumur 30 tahun sudah mempunyai kadar asam urat yang tinggi di dalam darahnya.

Kadar asam urat pada perempuan cukup rendah, dan akan mengalami peningkatan setelah melalui masa menopause.

Umumnya, perempuan yang belum mengalami masa menopause tidak terserang gour artritis karena masih memiliki hormon estrogen yang membantu mengeluarkan asam urat dari darah yang kemudian akan dibuang melalui urin.

Ciri-ciri Rematik Asam Urat

penyakit rematik asam urat
autoimuncare.com

Penyakit rematik asam urat memang sulit ditebak kapan datangnya. Beberapa pasien yang pernah terkena penyakit ini mengatakan bahwa mereka merasakan rasa nyeri di sekujur tubuhnya saat bangun tidur pagi.

Untuk mengantisipsi hal tersebut, Anda bisa mengenali ciri-ciri munculnya penyakit rematik asam urat untuk memberikan penanganan yang tepat.

Berikut ciri-ciri gejala awal penyakit rematik asam urat:

  1. Sakit sendi
  2. Mudah lelah
  3. Sendi bengkak
  4. Sendi sensitif
  5. Sendi terasa hangat
  6. Sendi kemerahan
  7. Sendi tidak bisa bergerak bebas
  8. Sendi kaku
  9. Jalan jadi pincang
  10. Poliartritis
  11. Kedua sisi tubuh terinfeksi (simetrik)
  12. Sendi cacat atau mengalami kelainan bentuk.

Penyebab Rematik Asam Urat

penyebab rematik asam urat
taste.com.au

Faktor-faktor penyebab rematik asam urat bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, dan hal tersebut tergantung dari jenis rematik yang dideritanya.

Penyakit rematik yang menyerang satu penderita tidak sama dengan rematik yang menyerang penderita lainnya.

Penyakit rematik asam urat tidak hanya menyerang orang-orang yang lanjut usia saja, akan tetapi penyakit ini bisa menyerang semua usia, baik itu masih anak muda atau yang sudah dewasa.

Banyak jenis penyakit rematik yang belum diketahui sebabnya, akan tetapi dari beberapa catatan medis, beberapa faktor berikut merupakan awal dari penyebab terjadinya penyakit rematik asam urat.

1.  Infeksi

Rematik yang terjadi pada persendian bisa terjadi karena adanya infeksi kuman atau virus. Bakteri ini bisa mengakibatkan rasa sakit yang tiba-tiba terjadi pada anggota tubuh.

Tanda-tanda yang sering dirasakan seperti demam, nyeri pada persendian tulang dan otot. Biasanya sering disertai dengan peradangan seperti panas, bengkak, dan bercak-bercak merah pada kulit.

2. Makanan

Memang tidak semua jenis rematik dipengaruhi oleh faktor makanan. Akan tetapi, asam urat atau rematik gout adalah salah satu jenis rematik yang penyebab utamanya dipengaruhi oleh faktor pola makan yang buruk.

Mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar purin yang tinggi dapat mengakibatkan meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh.

Meningkatnya kadar asam  urat ini akan mengakibatkan pengkristalan pada sendi. Pada osteoporosis, salah satunya dipengaruhi oleh defisiensi kalsium akibat makanan rendah vitamin D dan kalsium dalam masa yang lama.

3. Pekerjaan

Tanpa kita sadari, posisi badan yang buruk saat melakukan pekerjaan ternyata juga menjadi salah satu penyebab terjadinya rematik asam urat.

Kita ambil contoh. Seorang tukang bangunan yang mengangkat beban berat dari lantai dengan posisi badan membungkuk, bisa berakibat sakit pada pinggang.

Pada pemain tenis, gerakan pukulan  yang sering dilakukan oleh seorang pemain tenis (back hand) dapat mengakibatkan cedera dan hal tersebut bisa mengakibatkan rasa sakit pada jaringan otot siku lengan yang biasa disebut dengan tenis elbow.

4. Kelenjar/hormon

Ketika wanita mendekati masa menopause, mereka akan mengalami kondisi dimana fungsi ovarium mulai menurun. Sebagian orang akan menglami gangguan yang bisa memperburuk rematik ringan yang dideritanya sehingga gejala yang dirasakan bertambah buruk.

Selain itu, kondisi rematik yang ringan akan menjadi semakin parah.

Osteoporosis (penyakit keropos pada tulang) merupakan jenis rematik yang banyak menyerang wanita menopause.

Wanita yang belum masuk pada masa menopause, tidak terserang rematik gout, karena masih memiliki cukup hormon estrogen yang membantu mengeluarkan asam urat dari darah ke urin.

5. Gangguan Imunitas

Beberapa jenis rematik disebabkan oleh melemahnya fungsi imun, seperti yang terjadi pada penyakit rheumatoid artritis yang disebabkan karena faktor autoimunitas (reaksi kekebalan karena proses dalam tubuh sendiri).

Pada umumnya, gangguan fungsi imun autoimunitas juga biasa terjadi pada penyakit lupus, yakni systematic lupus erythematosus (SLE).

Jika yang diserang adalah sendi, penyakit ini akan mengakibatkan pembengkakan, nyeri, dan kaku. Pada autoimunitas, tubuh menghasilkan antibodi yang melawan sel-selnya sendiri.

Kompleks antigen-antibodi yang terbentuk bisa menekan imunitas tubuh yang normal dan merusak jaringan sehingga bisa merusak sendi-sendi.

6. Faktor keturuanan/ genetik

Faktor keturunan atau genetik hanya terjadi pada jenis penyakit rematik tertentu, tidak pada semua jenis rematik. Seperti cotoh pada kasus ankylosing spondylitis. 

Dimana, jenis rematik arartikuler ini menyerang tulang belakang yang disebabkan oleh gen HLA-B27 yang terdapat dalam tubuh penderita.

Faktor genetik juga mempengaruhi pada nodus heberden, yaitu salah satu bentuk kelainan dari osteoartritis.

7. Faktor usia

Tidak semua penyakit rematik asam urat dipengaruhi oleh proses keturunan (proses degeneratif). Ada juga rematik asam urat yang terjadi pada anak-anak pada usia muda, seperti juvenille reumatoid artritis yang menyerang anak-anak berusia 4 sampai 15 tahun, dan ada juga rematik yang menyerang ibu-ibu muda systematic lupus erythematosus (SLE)

8. Lingkungan

Kondisi lingkungan yang kotor sangat mempengaruhi timbulnya penyakit rematik. Pencemaran lingkungan yang mengandung radikal bebas, seperti zat aditif/bahan kimia dan logam berat yang terkandung dalam makanan dapat masuk ke dalam tubuh yang bisa menjadi racun dalam aliran darah.

Kalau darah dibebani oleh racun atau sisa buangan makanan, maka kandungan oksigen dan unsur nutrisi menjadi kecil.

Akibatnya, perbaikan jaringan tidak efektif. Racun yang mengalir dalam darah bisa memperburuk kerusakan jaringan tubuh dan memunculkan gejala artritis.

9. Psikologis

Stress, defresi, dan beban kecemasan yang disertai dengan kelelahan dan ketidakmampuan menahan tuntunan fisik dapat mempengaruhi timbulnya penyakit rematik asam urat.

Sikap mental yang tidak tepat akan menjadi sumber ketegangan otot yang dapat memicu timbulnya penyakit rematik.

Rasa nyeri yang merupakan gejala komplek rematik dapat bertambah buruk dalam keadaan defresi, stres, dan gelisah.

Beberapa kasus pasien rematik yang disertai dengan perasaan gelisah merupakan kasus yang sering terjadi dimasyarakat. Beberapa contohnya seperti pada fibrositis, jenis rematik nonartikuler yang dipicu oleh tekanan psikis atau faktor kejiwaan.

Gejala Rematik Asam Urat

gejala rematik asam urat
holistichealthpath.com

Gejara rematik asam urat ada bermacam-macam, tergantung pada jenis penyakit rematik yang diderita. Akan tetapi, secara umum rematik asam urat ditandai dengan rasa nyeri dan kaku pada otot, tulang, dan persendian.

Selain itu, penyakit rematik juga disertai dengan gejala lain, seperti rasa lelah dan lembah, sulit tidur, demam, berat badan menurun, depresi, serta gerak tubuh terhambat/lamban, dan tidak lincah.

Berikut ini beberapa gejala yang sering dialami oleh para penderita penyakit rematik asam urat.

1. Nyeri pada anggota gerak

Rasa nyeri pada anggota tubuh merupakan keluhan utama para penderita rematik asam urat. Biasaya, rasa nyeri ini baru terasa ketika penderitanya melakukan gerakan tertentu atau setelah melakukan aktivitas.

Rasa nyeri juga bisa dirasakan ketika sedang istirahat, yang tidak berkaitan dengan aktivitas sebelumnya, atau pada pagi hari ketika bangun tidur.

Rasa nyeri tersebut tidak hanya di persendian, tetapi juga menyebar hingga ke seluruh tubuh. Nyeri yang menjalar secara tajam ke seluruh tubuh menandakan nyeri saraf.

2. Peradangan dan bengkak pada sendi

Tampilan fisik yang biasa terlihat pada penderita rematik asam urat adalah sendi membengkak, nyeri dan terasa panas setempat, warna kulit terlihat memerah, dan sakit jika diraba. Terkadang, pada kulit akan timbul bercak-bercak dan jika ditekan terasa sedikit nyeri.

3. Kelemahan otot

Umumnya, gejala yang dirasakan penderita rematik asam urat adalah rasa nyeri pada otot. Dimana otot terasa capek dan lemah.

Dalam jangka waktu yang lama, kelemahan otot tersebut bisa menimbulkan atrofi (pengecilan) otot yang bersangkutan. Dalam hal ini diakibatkan oleh proses rematismus yang berjalan cukup lama. Jaringan yang terkena proses patologik, yakni saraf pergerakan (saraf motorik) atau otot.

4. Kekakuan sendi

Persendian yang terkena penyakit rematik asam urat akan menjadi kaku dan suliat untuk digerakan. Akan tetapi, kekakuan rasa kaku tersebut juga bisa disebabkan oleh otot yang tegang secara berkesinambungan.

5. Gangguan fungsi

Lama kelamaan, kekakuan, rasa nyeri, dan kelemahan otot akan berpengaruh dalam melakukan aktivitas keseharian.

Menurunnya fungsi tersebut mengakibatkan menurunnya semangat bagi penderita rematik asam urat, seperti tidak dapat berjalan karena lutut atau tumit sakit, atau tidak bisa berbalik karena pinggang terasa sakit.

6. Kejang atau kontraksi otot

Saat terjadi kejang, otot-otot menggumpal dan terasa ada seperti benjolan yang keras. Dengan mengurut dan menggerakan anggota tubuh, dapat membantu meredakan kontraksi otot yang keras dan tegang.

7. Sendi goyang

Sendi yang posisinya goyang dapat terjadi karena ligamen yang robek atau kerusakan rawan sendi. Selain itu, dapat disebabkan juga karena adanya peradangan atau trauma pada ligamen dan kapusl sendi.

8. Sendi berbunyi (krepitasi)

Sebagian anak-anak muda bisa menghasilkan bunyi-bunyi jika menekukkan persendian pada jari-jari tangan, kaki, atau bagian yang lainnya.

Meskipun demikian, bukan berarti mereka itu akan terkena rematik. Pada penyakit rematik asam urat, dapat dirasakan adanya bunyi berderak yang dapat diraba dan didengar.

9. Timbulnya benjolan/nodul

Benjolan yang timbul pada rematik gout kronis, disebut dengan tofus. Tofus merupakan endapan seperti kapur di bawah kulit atau di dalam sendi yang menandakan adanya pengendapan asam urat.

Pada penyakit rheumatoid artritis, bisa menimbulkan benjolan pada tubuh yang disebut nodul reumatoid, yaitu massa berbentuk bundar atau obat yang tidak lunak di bawah kulit.

Benjolan kecil yang timbul pada sendi antar ruas jari tangan paling ujung disebut nodus herbeden atau benjolan beberden.

10. Timbulnya perubahan bentuk

Rematik yang parah bisa menyebabkan perubahan bentuk organ tubuh atau kecacatan. Kelainan ini hanya terjadi pada jenis rematik tertentu terutama pada rematik sendi (artikuler), seperti gout, rheumatoid artritis, dan osteoartristis.

Biasanya, perubahan bentuk terjadi pada sendi-sendi jari tangan dan sendi antar ruas jari yang terlihat bengkak dan bentuknya berubah.

Osteoartritis yang menyerang sendi lutul kadang dapat menyebabkan kaki berubah bentuk menjadi O.

Sendi-sendi yang terserang rheumatoid artritis dapat berubah menjadi bengkok. Sendi yang terserang gout menimbulkan tonjolan yang disebut dengan tofus.

Pengobatan Rematik Asam Urat

pengobatan rematik asam urat
rdch.org

Banyak pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit rematik asam urat. Akan tetapi belum diberikan pengobatan yang tepat, sangat diperlukan dilakukan diagnosis bagi pasien yang menderita penyakit rematik.

Karena penyakit rematik ada banyak jenisnya dan memerlukan pengobatan yang berbeda-beda.

Berikut beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengobatan:

1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik merupakan pemeriksaan pada beberapa bagian tubuh yang menunjukkan gejala rematik, seperti pembengkakan, nyeri, dan peradangan, serta kekakuan pada bagian sendi tertentu.

Terkadang, gangguan pada satu sendi bisa menyebabkan ketegangan pada sendi-sendi di dekatnya. Misalnya, sakit pada bahu dapat menyebabkan gangguan pada leher.

2. Tes darah

Asam urat darah (uric acid), pemeriksaan ini untuk mendeteksi kemungkinan terkena rematik gout yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat dalam dalah.

Faktor reumatoid adalah autoantibodi yang terdapat dalam darah beberapa penderita artritis reumatoid. Selain itu, dapat juga ditemukan dalam kadar rendah pada orang normal, terutama orang tua dan beberapa orang yang masih keluarga dengan penderita artristis reumatoid.

Faktor reumaoid bukan sebagai penyebab penyakit, akan tetapi dapat digunakan sebagai penilaian atau indikator.

Indeks pengendapan sel darah merah. Darah terdiri dari sel dan plasma. Sel darah yang paling banyak adalah sel darah merah, yang berfungsi mentransfer oksigen ke seluruh tubuh.

3. Analis cairan sendi

Analisa ini merupakan pemeriksaan cariran sendi di bawah mikroskop untuk milihat adanya infeksi bakteri, peradangan, dan kristal asam urat.

4. Sinar X (radiologi)

Sinar X atau foto rontgen tidak selalu diperlukan untuk mendiagnosis rematik. Sinar X digunakan untuk melihat kelainan pada sendi dan tulang secara jelas

Dari pemeriksaan sebab-sebab timubulnya penyakit rematik tersebut, dokter bisa memberikan penanganan yang tepat pada penyakit rematik. Karena penyakit rematik memiliki penanganan yang berbeda-beda.

Obat Rematik Asam Urat

obat rematik asam urat
eathealthyplans.com

Untuk mengobati penyakit rematik asam urat, Anda bisa menggunakan obat moderen yang tersedia di apotik atau obat tradisional yang bisa Anda buat sendiri di rumah.

Berikut ini kami paparkan obat-obatan yang bisa Anda konsumsi untuk mengobati penyakit rematik asam urat:

Obat Moderen

  • Urat Meloxican
  • Ketoprefen Gell
  • Kortikosteroid
  • Piroxicam
  • Allopurinol

Obat Tradisional

  • Sambiloto
  • Brotowali
  • Kumis kucing
  • Teh hijau
  • Daun salam
  • Sidaguri

Pantangan Rematik Asam Urat

beef steak
llnwd.net

Penyebab penyakit rematik asam urat memang beraneka ragam. Akan tetapi faktor pola makan yang buruk juga merupakan salah satu faktor yang penyumbang penyakit rematik asam urat.

Oleh sebab itu, untuk menjaga tubuh kita supaya tidak terkena penyakit ini, alangkah lebih baiknya kita menghindari makanan-makanan berlemak dan memberikan efek buruk pada tubuh.

Bagi Anda yang sudah terkena penyakit rematik asam urat, berikut ini beberapa pantangan makanan yang harus Anda hindari.

  • Daging merah: daging sapi, daging kambing dan daging bebek.
  • Jeroan seperti hati, otak, ginjal, jantung.
  • Beberapa jenis ikan seperti sarden, tuna, makarel.
  • Bir.
  • Santan
  • Seafood
  • Makanan-makanan manis dan minuman ringan yang tinggi kadar gula buah atau fruktosanya.
  • Makanan mengandung ragi seperti roti.
  • Beberapa sayuran seperti bayam, jamur,  kacang panjang, kembang kol, kacang polong, kacang merah. Sayuran tersebut memang mengandung purin yang tinggi, namun tidak meningkatkan risiko rematik asam urat.

Bagaimana? Setelah membaca pencelasan mengenai penyakit rematik asam urat di atas, semoga bisa memberikan pengetahuan untuk Anda, sehingga Anda lebih cerdas menjaga kesehatan supaya tidak terkena penyakit rematik.

No ratings yet.

Please rate this

Leave a Comment