Rhinofed Obat untuk Mengatasi Gejala-gejala Penyakit Rhinitis

RHINOFED – Adalah nama obat untuk penderita penyakit rhinitis. Apa itu penyakit rhinitis? Rhintis yaitu penyakit yang memiliki tanda-tanda gejala kompleks dan juga merupakan inflamasi membran nasal.

Penyakit rhinitis ada dua macam, yaitu rhintis vasomotor dan  rhinitis alergika. Yang mana penyakit rhinitis vasomotor cenderung menyerang pada kaum perempuan yang sudah berusia di atas 20 tahun.

Sedangkan penyakit rhinitis alergika cenderung menyerang pada orang yang berusia di bawah 20 tahun. Gejala yang dialami penderita penyakit ini yaitu bersin-bersin, keluar ingus, hidung mampet, mata berair, batuk, dan letih.

Obat Rhinofed

Rhinofed
Sumber: tokopedia.com

Rhinofed adalah obat yang terbuat dari kombinasi antara terfenadine dan pseudoefedrine. Yang mana terfenadine merupakan obat antihistamin baru, dan pseudoefedrine adalah turunan dari efedrine atau obat prangsang saraf simpatis pada reseptor adrenergik.

Rhinofed merupakan obat yang direkomendasikan untuk mengatasi gejala yang timbul akibat penyakit rhinitis. Gejalanya seperti yang sudah disebutkan di atas, yaitu seperti bersin-bersin, hidung mampet, mata berair, ingusan, dan terasa letih.

Komposisi obat ini yaitu dari kombinasi pseudoefedrine HCL sebanyak 30 mg  dan 40 mg terfenadine untuk obat rhinofed dalam bentuk tablet. Untuk obat rhinofed dalam bentuk syrup yaitu 15 mg pseudoefedrine HCL dan 20 mg terfenadine per 5 ml suspensinya.

Indikasi Obat Rhinofed

Indikasi
Sumber: aopa.org

Seperti yang sudah disinggung di atas, obat ini diindikasikan untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh penyakit rhinitis. Baik penyakit rhinitis vasomotor maupun rhinitis alergika.

Dengan tujuan, supaya gejala-gejala yang disebabkan oleh penyakit ini cepat mereda. Karena gejala-gejala yang disebabkan penyakit ini sangat tidak nyaman, sampai-sampai tidur pun terganggu.

Jika tidur kita terganggu tentunya istirahat yang dibutuhkan untuk masa penyembuhan tidak maksimal. Maka dari itu perlu penangan untuk penyakit yang satu ini. Salah satunya dengan menggunakan obat rhinofed ini.

Kontra Indikasi Obat Rhinofed

Kontra indikasi
Sumber: studyng in germany.org

Seperti pada jenis obat lainnya, obat rhinofed juga memiliki kontra indikasi atau ada yang tidak boleh memakai obat ini. Ada orang-orang tertentu yang tidak direkomendasikan untuk menggunakan obat ini, yaitu orang-orang yang memiliki keadaan:

  • Orang yang memiliki gangguan fungsi hati.
  • Penderita insufisiensi koroner.
  • Penderita hipertensi berat.
  • Aritma.

Dosis Rhinofed yang di Anjurkan

dosis
Sumber: TheHealthSite.com

Obat rhinofed dibuat dengan dua macam bentuk, yaitu dalam bentuk tablet dan syrup. Untuk dosis rhinofed sudah ada anjurannya yang direkomendasikan dan biasanya tercantum di kemasannya.

Aturan minumnya 3 x 1 hari dalam bentuk tablet. Sedangkan yang dalam bentuk syrup 1 sendok teh 3 x 1 hari. Aturan ini berlaku untuk orang dewasa di atas umur 12 tahun. Sedangkan anak-anak yang di bawah umur 12 tahun, tidak dianjurkan.

Efek Samping yang Bisa Terjadi

efek
Sumber: Charlies Magazines.com

Sebagian besar jenis obat pasti memiliki efek samping. Sebelum menggunakan obat rhinofed sebaiknya cari tahu apa efek samping yang bisa terjadi jika menggunakan obat ini. Berikut ini beberapa efek samping yang bisa terjadi:

  • Gangguan nafsu makan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Mulut kering.
  • Perasaan gelisah.
  • Takhikardia.

Jika setelah menggunakan obat rhinofed anda merasakan hal-hal tersebut, itu merupakan efek dari reaksi obat ini. Namun, jika merasa tidak nyaman atau tidak cocok dengan obat ini, misal banyak efek yang dirasakan, sebaiknya berhenti menggunakan obat ini.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

perhatian
Sumber: pormikijabar.org

Selain efek-efek yang harus diketahui, ada juga hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat ini. Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu:

  • Penggunaan secara berlebihan atau tidak berhati-hati dapat menyebabkan hiperteroi.
  • Pengunaan secara bersamaan dengan obat penyumbat monoamin dapat menyebabkan hipertensi.
  • Penggunaan secara bersamaan dengan antasida dapat menyebabkan bertambahnya kecepatan absorsi pseudoefedrine.
  • Penggunaan obat rhinofed bersamaan dengan ketokonazol dapat menyebabkan menurunnya metabolisme terfenadine.
  • Penderita glaukoma benar-benar harus berhati-hati dalam menggunakan obat ini.

Hal-hal tersebut perlu diperhatikan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tentunya kita tidak menginginkan keadaan kesehatan kita menjadi lebih buruk karena tidak memperhatikan hal yang mungkin bisa dikatakan sepele.

Informasi Harga dan Kemasan

Rhinofed
Sumber: tokopedia.com

Mengenai informasi kemasan sudah sedikit disinggung di atas. Obat ini memiliki dua bentuk, yaitu tablet dan syrup. Pada umumnya, kemasan untuk tablet berisi 10 tablet per kemasan dengan harga berkisar Rp. 20.000,- sedangkan untuk kemasan syrup yaitu dikemas dalam bentuk botol dengan volume isi 60 ml.

Untuk harga dalam bentuk syrup, per kemasannya berkisar Rp. 31.000,- namun setiap apotik atau toko yang menjual obat ini bisa memiliki harga jual sendiri-sendiri. Bisa lebih tinggi atau lebih rendah.

Jadi, obat rhinofed merupakan obat yang boleh dikatakan tergolong masih murah. Meskipun mahal, jika memang kesehatan kita membutuhkan obat ini, harga bukan suatu hal yang terlalu dipermasalahkan.

Demikian informasi tentang obat rhinofed. Perlu diketahui, jika dalam kurun waktu kurang lebih 3 hari tidak ada perubahan atau obat ini tidak ada efek sama sekali pada kesembuhan, maka sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter terdekat.