Terapi Bekam

Terapi Bekam, Terapi “SAKTI” untuk Berbagai Penyakit Manusia

Terapi Bekam – Mungkin Anda pernah merasa badan ini terasa sangat berat, mudah lelah, padahal asupan gizi makanan sudah dirasa cukup? Olahraga juga sudah dilakukan, barangkali Anda bisa mencoba terapi alternatif yakni seperti bekam. Lalu apa yang dimaksud dengan terapi bekam? Simak penjelasan berikut.

Apa itu Terapi Bekam?

Bekam merupakan metode pengobatan yang dilakukan dengan cara mengeluarkan darah statis (darah kental; atau juga bisa disebut dengan darah kotor) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Bekam dilakukan dengan cara melakukan pemvakuman di kulit. Ada beberapa istilah lain dari bekam seperti cantuk atau kop dalam Bahasa jawa. Sedangkan dalam bahasa inggris disebut dengan blood cupping atau blood letting. Istilah bekam sendiri banyak digunakan di Asia Tenggara terutama daerah Malaysia dan Indonesia.

Terapi Bekam Pengobatan

Sejarah Terapi Bekam

Siapa pencetus atau penggagas terapi bekam? Hal ini dapat ditelusuri dengan hadits Nabi yang diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, Rasulullah saw bersabda:

Tidaklah aku melalui satu dari langit langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan “Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam. Karena sebaik-baik sarana yang kalian gunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist(cendana India) dan syuniz (jintan hitam).

Sedangkan perkembangan terapi bekam masuk ke Indonesia sendiri tidak ada catatan resmi. Metode pengobatan ini banyak di praktekkan oleh para kyai dan santri. Tren pengobatan ini berkembang pesat sejak tahun 90-an hingga sekarang. Diduga pengobatan ini masuk ke Indonesia melalui pedagang Gujarat dan Arab yang menyebarkan agama Islam.

Metode Terapi Bekam

Terapi ini menggunakan sarana cawan, kop, tabung atau bamboo. Pada teknik bekam kering proses nya tanpa mengeluarkan darah kotor. Proses awal terapi ini dilakukan dengan cara pengekopan, yakni membuat tekanan negative dalam cawan. Pengekopan dilakukan dengan cara vakumisasi tabung sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) beserta toksin. Sehingga selanjutnya dapat menghilangkan perlengketan jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot serta merangsang syaraf perifier. Pada teknik bekam basah setelah terjadi bendungan lokal, prosesnya dilanjutkan dengan penyayatan permukaan kulit memakai pisau bedah atau penusukan jarum bekam agar darah kotor dapat dikeluarkan.

Terapi Bekam

Efek Samping Sementara Selepas Bekam

Bekam merupakan terapi alternative yang dipandang aman dan tidak mengganggu kesehatan, tetapi memiliki beberapa efek samping selepas proses bekam berlangsung. Efek samping tersebut antara lain :

1. Rasa kantuk berlebihan
Efek mengantuk ini terjadi karena tubuh merasa lebih santai dan nyaman, bisa juga karena tubuh terasa sangat lelah setelah terapi ini.

2. Bekas memar di kulit
Umumnya bekam menimbulkan bekas memar di kulit, tetapi jangan risau karena bekas memar bisa hilang sendiri tanpa harus melakukan perawatan kulit.

3. Nyeri otot
Hal ini terjadi karena tubuh mendapatkan pijatan yang kuat melalui cawan yang ditarik tersebut. Beberapa bagian otot tubuh juga mengalami efek yang sama.

Waktu Terapi Bekam Paling Ideal

Waktu terapi bekam dapat dilakukan kapan saja, terutama selepas kondisi darah sudah tidak normal sebagaimana kebiasan Imam Ahmad bin Hambal. Umumnya bekam dilaksanakan sewaktu perut kosong yakni rentang waktu kurang lebih tiga jam sesudah makan. Sedangkan menurut Ibnu Sina bekam tidak dianjurkan pada awal bulan dan akhir bulan, melainkan pada pertengahan bulan dimana darah benar-benar telah bergejolak dan banyak karena banyaknya sinar rembulan.

Tempat Terapi Bekam

Anda dapat menemukan terapi bekam terdekat di kota sekitar, tetapi pastikan sebelumnya dimana terdapat ahli terapi bekam untuk hasil terbaik. Pilihlah terapis yang telah mendapatkan sertifikasi bekam demi kenyamanan selama proses terapi berlangsung.