Tes Buta Warna Parsial, Angka, Ishihara Beserta Penjelasannya Lengkap

TES BUTA WARNA – Buta Warna merupakan sebuah kondisi dimana berkurangnya kualitas kemampuan penglihatan terhadap suatu warna. Biasanya buta warna ini diturunkan oleh orang tua kepada anaknya sejak lahir.

Para penderita buta warna umumnya akan sangat kesulitan saat mereka dihadapkan pada sesuatu yang berwarna merah, biru, hijau atau juga campuran dari warna-warna ini. Penderita buta warna mempunyai persepsi yang berbeda dengan warna yang dilihat orang normal.

Penyakit buat warna ini bisa diketahui sejak usia dini, salah satu tanda bahwa seseorang menderita buat warna ialah sulitnya menyebutkan sebuah warna, namun teman sebayanya sangat mudah dalam menyebutkan nama.

Pada kasus-kasus yang marak terjadi adalah buta warna total dan buat warna parsial. Terdapat juga buta warna merah-hijau adalah tipe buta warna yang paling umum dan buta warna total ialah kasus buta warna yang paling jarang terjadi.

Buta warna total atau monokromasi menyebabkan penderitanya hanya melihat sekelilingnya dengan warna hitam dan putih.

Pada umumnya buta warna terdiri dari dua kelompok besar, yaitu buta warna total dan buta warna parsial. Buta warna merah-hijau adalah tipe yang paling umum, sedangkan buta warna total adalah yang paling jarang terjadi.

Pengidap buta warna total atau monokromasi melihat dunia ini hanya berwarna hitam dan putih.

Namun kasus buta warna total memang sangat jarang terjadi. Kebanyakan dari penderita buta warna ini sudah terbiasa sehingga bisa mulai beradaptasi sehingga hal seperti ini dianggap tidak terlalu serius.

Jenis Buta Warna

jenis buta warna
enchroma.com

Mungkin pada awalnya banyak dari kita yang mengira bahwa seseorang yang menderita buta warna itu hanya bisa melihat segala sesuatu hanya berwarna hitam dan putih. Sebetulnya pemikiran itu tidak salah.

Hanya saja di dalam kehidupan sehari-hari, para penderita buta warna bisa melihat berbagai macam warna tetapi mereka cukup kesulitan ketika melihat warna merah atau hijau.

Umumnya, ketidakmampuan mata untuk melihat warna merah atau hijau ini biasa disebut dengan istilah buta warna parsial, sedangkan jika mata hanya bisa melihat warna hitam dan putih disebut buta warna total.

Untuk mengidentifikasi apakah seseorang menderita buta warna atau tidak, bisa menggunakan buku ishihara.

Pada paragfar sebelumnya telah dijelaskan bahwa buta warna terdapat 2 jenis yakni buta warna total dan buta warna parsial. Tapi jika dilihat dari faktor penyebabnya maka buta warna dibedakan menjadi beberapa jenis;

Berikut ini ada berbagai jenis buta warna;

1. Buta Warna Trikomasi (Anomalous Trichromacy)

Buta warna trikomasi atau bahasa ilmiahnya Anomalous trichromacy ialah gangguan penglihatan mata terhadap warna yang dapat diakibatkan oleh faktor keturunan atau kerusakan pada mata setelah dewasa.

Penderita buta warna trikomasi ini sebetulnya mempunyai tiga sel kerucut yang lengkap, tapi memiliki kelemahan berupa mekanisme sensivitas terhadap salah satu dari tiga sel reseptor warna tersebut.

Penderita buta warna trikomasi mampu melihat berbagai jenis warna, akan tetapi dengan interpretasi yang berbeda daripada norma. Berikut ini adalah kasus buta warna trikomasi yang sering ditemukan;

Trikromat anomali

Buta warna ini adalah kelainan yang terjadi pada short-wavelenght pigment (blue). Pigmen biru ini bergeser ke area hijau dari spectrum merah. Hal ini mengakibatkan penderita memiliki ketiga pigmen kerucut akan tetapi satu tidak normal, kemungkinan gangguan dapat terletak hanya pada satu atau lebih pigmen kerucut.

Pada anomali ini perbandingan merah hijau yang dipilih pada anomaloskop berbeda dibanding dengan orang normal.

Deutronomali

Deutronomali diakibatkan oleh kelainan bentuk pigmen middle-wavelenght (green). Mata pada penderita ini mengalami cacat pada hijau sehingga diperlukan lebih banyak hijau, karena terjadi gangguan lebih banyak daripada warna hijau.

Protanomali

Protanomali ialah tipe anomalous trichromacy dimana terjadi kelainan terhadap pigmen long-wavelenght (red), hal ini mengakibatkan rendahnya sensitivitas warna merah.

Itu berarti penderita protanomali tidak akan bisa membedakan warna dan melihat campuran warna yang dilihat oleh mata normal.

Penderita protanomali juga akan mengalami penglihatan yang buram terhadap warna spektrum merah sehingga dapat mengakibatkan mereka dapat salah membedakan warna merah dan hitam.

2. Buta Warna Parsial (Dichromacy)

Buta warna parsial atau Dichromacy merupakan jenis buta warna di mana salah satu dari tiga sel kerucut tidak berfungsi dengan normal, sehingga penderita buta warna parsial tidak mampu membedakan warna merah dan hijau.

Akibat dari disfungsi pada salah satu sel pigmen pada kerucut, seseorang yang menderita dikromatis akan mengalami gangguan penglihatan terhadap warna-warna tertentu. Dichromacy dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan pigmen yang rusak:

Protanopia

Protanopia merupakan salah satu tipe dichromacy yang diakibarkan oleh tidak adanya photoreceptor retina merah. Pada penderita protonopia tidak bisa melihat warna merah.

Dichromacy tipe protanopia hanya terjadi pada 1 % dari seluruh pria di dunia. Keadaan yang paling sering terjadi dengan cacat pada warna merah sehingga sering dikenal dengan buta warna merah

Deutranopia

Deutranopia merupakan gangguan penglihatan terhadap warna yang diakibatkan tidak adanya photoreceptor retina hijau. Hal ini menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam melihat warna hijau.

Tritanopia

Tritanopia merupakan suatu kondisi dimana seseorang tidak mempunyai short-wavelength cone. Orang yang menderita tritanopia akan kesulitan dalam membedakan warna biru dan kuning dari spektrum cahaya tanpak.

Tritanopia disebut juga buta warna biru-kuning dan merupakan tipe dichromacy yang sangat jarang dijumpai.

3. Buta Warna Total (Monochromacy)

Monochromacy atau buta warna total merupakan kondisi dimana seseorang hanya mempunyai sebuah pigmen cones atau tidak berfungsinya semua sel kerucut (cones cell). Penderita buta warna total hanya mempunyai satu pigmen kerucut (monokromat rod atau batang).

Pada monokromat kerucut hanya dapat membedakan warna dalam arti intensitasnya saja. Pada orang dengan buta warna total atau akromatopsia akan terdapat keluhan silau dan nistagmus yang bersifat autosomal resesif.

Bisa dikatakan juga bahwa penderita buta warna total ini hanya bisa melihat dunia sekitar dengan 2 warna yakni hitam dan putih saja.

Terdapat 2 jenis dari buta warna total ini yakni sebagai berikut :

Rod Monochromacy (achromatopsia)

Kasus ini sudah sangat jarang terjadi. Penderita rod monochromacy mengalami ketidakmampuan nonprogressive untuk membedakan setiap warna sebagai akibat dari kerucut retina tidak ada atau nonfunctioning.

Hal ini terkait dengan sensitivitas cahaya (photophobia) dan osilasi mata (nystagmus.

Cone monochromacy

Cone monochromacy ialah warna kebutaan total langka yang disertai dengan visi yang relatif normal, electroretinogram, dan electrooculogram.

Cone monochromacy juga bisa menjadi hasil dari memiliki lebih dari satu jenis buta warna dwiwarna.

Penyebab Buta Warna

tes buta warna
orosend.com

Kemampuan alamiah mata dalam membedakan warna-warna dasar serperti merah, biru dan hijau ini menjadi hal dasar bagaimana mata bisa melihat suatu objek dengan jelas dengan cara melewati spektrum cahaya.

Tapi, para penderita buta warna tidak bisa melihat atau bahkan membedakan warna seperti orang normal lainnya.

Hal ini terjadi dikarenakan telah terjadinya gangguan pada reseptor penglihatan warna (sel kerucut yang ada pada mata). Ketika salah satu pigmen dalam sel kerucut ini hilang maka mata akan mengalami masalah dalam melihat warna-warna tertentu.

Pada kasus-kasus yang telah terjadi, hampir kebanyakan buta warna diakibatkan oleh faktor genetik dari orang tua.

Tapi, tidak menutup kemungkinan juga jika disebabkan oleh efek samping dari sebuah pengobatan dan gangguan kesehatan yang telah dialami sebelumnya.

Berikut ini akan dijelaskan faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab buta warna;

1. Faktor genetik

hampir seluruh kasus penderita buat warna yang terjadi di belahan dunia itu dikarekan oleh faktor genetic sejak lahir, faktor genetik yang berpengaruh ialah berkaitan dengan kromosom X.
misalkan seorang ayah penderita buta warna tidak akan mempunyai anak yang menderita buta warna kecuali sang ibu mempunyai gen buta warna.

Hal ini bisa saja terjadi karena wanita lebih cenderung menjadi pembawa gen carrier yang akan mewarisi buta warna kepada anaknya.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa buta warna yang diakibatkan oleh faktor genetic ini lebih sering terjadi kepada kaum lelaki dibanding kaum perempuan. Anak perempuan sudah bisa dipastikan akan terkena buta warna jika kedua orang tuanya membawa gen buta warna.

2. Usia

Seiring dengan bertambahnya usia, maka akan menurun pula kemampuan-kemampuan organ yang ada di dalam tubuh manusia. Hal itu juga berlaku pada organ mata, kemampuan mata untuk membedakan warna sedikit-demi sedikit akan berkurang ketika usia bertambah.

Hal ini sangat wajar dan bisa menimpa setiap orang, jadi proses penuaan yang bersifat alami ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

3. Penyakit

Ada beberapa penyakit yang bisa mengakibatkan seseorang dengan mata norma menjadi buta warna. Contohnya ialah penyakit glaucoma, Alzheimer, leukemia, pecandu minuman beralkohol, diabetes, anaemia sel sabit dan degenerasi macula.

4. Bahan kimia

Faktor terakhir yang bisa menyebabkan buta warna ialah bahan kimia, seseorang bisa saja mengalami buta warna terkena radiasi atau terpapar bahan kimia yang mengandung racun contohnya di pembuangan limbah pupuk dan karbon disulfida.

Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa ada beberapa efek samping yang dihasilkan dari pengobatan tertentu. Bisa saja pengobatan yang dijalani memberikan efek samping yang mengakibatkan buta warna contohnya phenytoin, digoxin, klorokuin dan sildenafil.

Apabila terjadi gangguan penglihatan yang diakibatkan oleh pengobatan yang sedang dijalani biasanya akan kembali normal ketika sudah berhenti mengkonsumsi obat.

Tes Buta Warna Parsial

tes buta warna
deherba.com

Jika kita ingin mengetahui apakah terkena buta warna atau tidak maka harus melakukan tes buta warna. Tes ini tentunya sangat penting dilakukan, apalagi untuk kamu yang sedang melamar kerja dan masuk perguruan tinggi.

Pada dasarnya tes buta warna parsial ini dilakukan untuk menunjukan apakan seseorang bisa membedakan warna dengan baik dan benar agar bisa melakukan pekerjaan dengan benar.

Beberapa gambar dibawah ini adalah bentuk dari tes buta warna parsial dan jawabannya, jadi kamu tidak akan merasa bingung karena kami telah mencantumkan jawabannya, sehingga kamu bisa menilai apakah kamu menderita buta warna atau tidak.

Ketika kamu pergi ke dokter pun, tes buta warna yang paling sering dilakukan adalah tes buta warna angka dengan menebak angka yang ada pada template yang telah di sediakan.

Ayo uji kemampuan matamu dengan tes buta warna dibawah ini!

Tes Buta Warna Angka

Tes buta warna angka ini adalah tes buta warna dimana penderita akan melihat sebuah template berwarna, di tengah template ini akan ada angka yang terlihat secara samar-samar. Sehingga kita perlu dengan jeli untuk menjawab angka yang ada di tengah template tersebuh.

Pada tes buta warna angka ini, penderita buta warna akan sangat kesulitan bahkan tidak bisa menjawab angka berapa saja yang ada di dalam template.

Ayo, ikuti tes buta warna angka ini dan pastikan jawabanmu benar!

tes buta warna
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 1

Mata Normal: 73

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Kebayakan tidak melihat apapun atau gambar tak beraturan

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 2

Mata normal dan buta warna dapat melihat dengan jelas angka 12

tes buta warna
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 3

Mata Normal: 16

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Kebayakan tidak melihat apapun atau gambar tak beraturan

tes buta warna
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 4

Mata Normal: 7

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Kebayakan tidak melihat apapun atau gambar tak beraturan

tes buta warna
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 5

Mata Normal: 5

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Kebayakan tidak melihat apapun atau gambar tak beraturan

tes buta warna
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 6

Mata Normal: 45

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Kebayakan tidak melihat apapun atau gambar tak beraturan

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 7

Mata Normal: 97

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Kebayakan tidak melihat apapun atau gambar tak beraturan

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 8

Mata Normal: 6

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Kebayakan tidak melihat apapun atau gambar tak beraturan

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 9

Mata Normal: 2,

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Kebanyakan tidak melihat apapun atau gambar tak beraturan

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 10

Mata Normal: 74

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 21

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 11

Mata Normal: 3

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 5

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 12

Mata Normal: 5,

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 2

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 13

Mata Normal: 57

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 35

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 14

Mata Normal: 29

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 70

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka 15

Mata Normal: 6

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 5

tes buta warna angka
tesbutawarna.com

Gambar Tes Buta Warna Angka Angka 16

Mata Normal: 8

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 3

Tes Buta Warna Ishihara

Tes Buta Warna Ishihara ialah tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah orang mengalami buta warna hijau dan merah atau tidak.

Buta warna hijau dan merah tergolong sebagai buta warna parsial. Umumnya tes buta warna ishihara ini dilengkapi dengan beberapa jumlah piringan berwarna.

Masing-masing piringan tersebut mempunyai lingkaran kecil dengan warna dan ukuran yang diacak, membentuk angka yang bagi mata orang normal akan tampak jelas dan untuk yang memiliki kelainan mata akan sedikit kesulitan.

Tes buta warna ishihara ini dilakukan dengan memakai 38 piringan, seseorang tidak perlu menyelesaikan keseluruhan tes buta warna ishihara ini, sebab orang yang mengalami buta warna akan kesulita menyelsaikan tes ini.

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 1

Mata Normal: Jalur biru dan hijau

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Tidak melihat pola apapun

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 2

Mata Normal: Tidak ada pola

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: sebuah garis

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 3

Mata Normal: Tidak ada pola

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: sebuah garis

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 4

Mata Normal: dua jalur berwarna merah dan ungu

Protanopia atau Protanomali: Jalur warna ungu

Deuteranopia atau Deuteranomali: Jalur warna merah

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 5

Mata Normal: dua jalur berwarna merah dan ungu

Protanopia atau Protanomali: Jalur warna ungu

Deuteranopia atau Deuteranomali: Jalur warna merah

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 6

Mata Normal: Tidak Melihat Apapun

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 73

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 7

Mata Normal: Tidak Melihat Apapun

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 45

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 8

Mata Normal: Tidak Melihat Apapun

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 2

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara  7

Mata Normal: Tidak Melihat Apapun

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: 5

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Tes Buta Warna Ishihara 8

Jawaban : Orang yang memiliki penglihatan normal akan melihat huruf A, Y, P, L

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 9

Mata Normal: Jalur violet dan orange

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Jalur biru-hijau dan violet

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 10

Semua orang melihat jalur yang sama

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 11

Mata Normal: Jalur violet dan orange

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Jalur biru-hijau dan violet

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 12

Mata Normal: Jalur biru-hijau dan kuning hijau

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Jalur biru-hijau dan violet

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 13

Mata Normal: Jalur biru-hijau dan kuning hijau

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Jalur merah-hijau dan violet

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 14

Mata Normal: Jalur orange

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Tidak melihat pola apapun

tes buta warna
hydrogen.untan.ac.id

Gambar Tes Buta Warna Ishihara 15

Mata Normal: Jalur orange

Buta Warna Parsial Merah-Hijau: Tidak melihat pola apapun

Cara Mengobati Buta Warna

tes buta warna
hellosehat.com

Selaku orang tua, tentunya sangat penting melihat riwayat penyakit apa saja yang bisa diturunkan kepada anak, salah satunya adalah buta warna.

Orang tua harus bisa mengenali apa saja karakteristik serta gejala buta warna sejak dini karena kondisi seperti ini bisa berdampak pada kemampuan serta prestasi anak dalam balajar.

Bayangkan saja jika orang tua kurang peka, anak yang mengalami buta warna pastinya akan merasa kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari mereka entah itu di rumah, sekolah atau di lingkungan sekitar mereka tempat bermain.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang mungkin terganggu ketika anak mengalami buta warna;

  • Membedakan obat yang tidak dilabeli dengan baik.
  • Membedakan daging matang dan mentah.
  • Memengaruhi pilihan pekerjaan yang memerlukan pengenalan warna secara akurat, seperti masinis, pemandu lalu-lintas udara, pilot, dan ahli listrik.
  • Kesulitan membedakan rambu lalu lintas.

Mulai lah dari sekarang untuk memeriksakan anak anda ke dokter untuk melakukan tes buta warna, hal ini menjadi upaya serta penanggulangan agar bisa disembuhkan sejak usia masih kecil.

Ada beberapa jenis cara mengobati buta warna ini yakni dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung gizi serta vitamin yang baik untuk tubuh.

Berikut ini adalah cara mengobati buta warna yang cukup ampuh dan efektif;

1. Memakai Kacamata Khusus

Bisa dikatakan sulit untuk menyembuhkan buta warna secara total, tapi ikhtiar harus tetap dilakukan sebagai bentuk usaha dan keyakinan kita terhadap kesembuhan yang diberikan oleh Allah SWT.

Penderita buta warna bisa memakai kaca mata khusus, kaca mata ini bisa meningkatkan warna serta kecerahan agar para penderita buta warna dapat mengelai warna jauh lebih baik.

2. Mengkonsumsi Pepaya

Buah papaya adalah buah yang bisa dikatakan cukup ampuh dalam mengobati buta warna, dagingnya yang berwarna oranye kemerahan ini mengandung serta yang sangat tinggi.

Selain itu papaya juga mengandung vitamin A dan C yang tinggi, dengan mengkonsumsinya dengan rutin bisa mengurangi dan bahkan mengobati buta warna tanpa adanya efek samping yang berbahaya untuk tubuh.

3. Mengkonsumsi Buah Naga

Buat naga merupakan jenis buah yang mampu menurunkan serta menghilangkan penyakit buta warna dan gangguan penglihatan lainna. Konsumsilah dengan rutin setiap harinya agar kesehatan mata bisa terjaga.

Buah naga ini bisa dikonsumsi dengan cara dimakan langsung, dibuat jus, atau dibuat sup buah tergantung dari selera. Tak ada salahnya mencoba cara alami ini karena ada banyak manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh buah naga ini bagi tubuh.

4. Mengkonsumsi Wortel

Sudah menjadi rahasia umum bahwa worterl adalah salah satu jenis sayuran yang mengandung betakaroten serta vitamin A yang sangat tinggi. Cara mengkonsumsi wortel ini sangat beragam tergantung selera.

Wortel bisa diolah menjadi sayur, dibuat jus atau bahkan dimakan langsung pun bisa. Selain baik untuk kesehatan mata, wortel juga sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh, tidak perlu khawatir adanya efek samping jika mengkonsumsi wortel ini setiap hari.

5. Menggunakan Bawang Merah

Bawang merah mempunyai banyak sekali khasiat untuk tubuh, sehingga banyak orang yang tertarik dan mencoba bawang merah ini dalam proses pengobatan buta warna.

Meskipun memiliki efek samping, tapi jangan khawatir jika penggunaannya benar dan sesuai dengan anjuran yang telah ditetapkan.

Kamu bisa mengkonsumsi bawang merah ini dengan rutin atau mengusapkan ke area kelopak mata. Memang akan terasa perih, tapi In Shaa Allah penyakit buta warna bisa segera sembuh.

5. Mengkonsumsi Susu Kambing

Susu kambing memang terkenal sebagai salah satu solusi untuk mengobati gangguan pencernaan. Susu kambig juga bisa dipakai untuk para penderita buta warna.

Minumlah 1 hingga 2 gelas setiap harinya agar kondisi mata kita bisa semakin baik lagi. Ingat, jangan terlalu berlebihan jika mengkonsumsi susu kambing ini, apalagi bagi para penderita darang tinggi.